Showing posts with label kebaikan. Show all posts
Showing posts with label kebaikan. Show all posts

Sunday, October 17, 2010

Hati & Kebaikan

Hati & Kebaikan


Bismillahir-Rahmanir-Rahim,
Dengan menyebut nama Allah, yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang,


* Allah memandang hati kita & amal/perbuatan kita
* Hati pangkal kebaikan
* Kedudukan hati pada kebaikan & kebenaran
* Hati yang sehat



Allah memandang hati kita & amal kita

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada rupa kalian, tetapi DIA memandang kepada HATI kalian (dan AMAL kalian)."
( HR. Muslim )

Hati yang baik, akan dapat dirasakan dari baiknya amalan/perbuatan.
Sehingga para ulama (Imam Muslim dan yang lainnya) mengingatkan pentingnya tentang baiknya hati & amal/perbuatan, karena ada yang memahami bahwa yang penting hatinya (saja), tanpa melihat amal/perbuatan. Jadi baiknya hati dirasakan dari baiknya amal/perbuatan.
Seperti hal-nya iman, yang merupakan keyakinan dalam hati, diucapkan lewat lisan, dan dibenarkan/diwujudkan dengan perbuatan.
Maka hati senantiasa terkait erat dengan pikiran, lisan, dan perbuatan.



Hati pangkal kebaikan

Dari Ibnu Mas'ud, Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"...Ingatlah sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging.
Apabila ia baik maka akan baik pula seluruh tubuhnya, dan apabila ia buruk maka akan buruk pula seluruh tubuhnya.
Ketahuilah segumpal daging itu adalah hati."
( HR. Bukhari & Muslim )

Kebaikan pikiran, lisan, dan perbuatan berasal dari baiknya hati, karena hati yang akan "memimpin" anggota tubuh kita.
Apa yang kita lakukan adalah "perwujudan" hati & pikiran kita.
Hati yang "memerintah" badan kita untuk melakukan sesuatu.
Hati yang baik, akan mengarahkan pada pikiran yang baik & positif, kata-kata yang baik, dan perbuatan yang baik.
Saat kita menginginkan kehidupan yang baik, maka kita mulai dari baiknya diri kita, dan itu dapat diperoleh dengan baiknya hati kita.
Memperbaiki hidup kita, memperbaiki diri kita, dengan memperbaiki hati kita.
Membuka hati untuk mencintai kebaikan & kebenaran, melatih hati untuk berjalan di atas kebaikan & kebenaran.

Allah ta'ala berfirman :
Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar?
Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.
( QS. Al-Hajj (22) : 46 )



Kedudukan hati pada kebaikan & kebenaran

Baiknya hati, bagaimana hati berada pada kebaikan & kebenaran, para ulama (ahli ilmu) membagi hati menjadi 3 macam, yaitu :
hati yang sehat,
hati yang sakit,
dan hati yang mati

Hati yang sehat :
hati yang berada dalam kebaikan & kebenaran, ketaatan & ketakwaan, apa yang dilakukannya adalah apa yang Allah ridhoi, dan meninggalkan apa yang Allah tidak ridhoi, karena sesungguhnya apa-apa yang Allah ridhoi dan tidak ridhoi adalah untuk kebaikan diri manusia.

Hati yang sakit :
hati yang berada di antara kebaikan & keburukan, berbuat baik namun juga terkadang berbuat buruk, kadang taat kadang juga maksiat (melanggar perintah Allah), berada dalam ketaatan pada Allah, namun terkadang lalai.

Hati yang mati :
hati yang hanya mengikuti hawa nafsunya (keinginan jiwanya), mengerjakan apa saja yang jiwanya inginkan, tanpa mengindahkan apakah Allah ridho atau tidak.
Hati yang tidak berada pada ketaatan & ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta'ala.



Hati yang sehat

Hati yang sehat akan membawa kepada hati yang selamat.
Sungguh beruntung seorang hamba yang memiliki hati yang selamat,
Allah ta'ala berfirman :
(yaitu) pada hari (ketika) harta & anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat,
( QS. Asy-Syu'ara (26) : 88-89 )

Hati yang sehat dapat mengarahkan diri untuk senantiasa dalam kebaikan & kebenaran.
Hati yang sehat mengarahkan diri untuk menjalani kehidupan pada jalan yang lurus (shirothol mustaqim), jalan yang diridhoi Allah subhanahu wa ta'ala, senantiasa melaksanakan yang Allah ridhoi & menjauhi yang Allah tidak ridhoi.
Hati yang sehat berada di dalam ketakwaan & ketaatan pada Allah subhanahu wa ta'ala.

Hati yang sehat dapat dicapai dengan keimanan pada Allah subahanahu wa ta'ala, memurnikan ibadah hanya pada-NYA.
Hati yang senantiasa menyadari tujuan penciptaan kita, senantiasa menyadari makna kehidupan.
Hati yang mewujudkan ikhlash, yaitu beribadah hanya kepada Allah semata, tanpa menyekutukannya dengan sesuatu apa paun, Allah lah satu-satunya tujuan, ridho Allah lah yang diharapkan.

Hati manusia senantiasa berbolak-balik, saat ini baik belum tentu akan terus baik, sebaliknya yang saat ini buruk belum tentu selamanya buruk.
Maka kita harus senantiasa menjaga hati agar senantiasa dalam kebaikan, dengan senantiasa memperbaiki hati kita.
Hati manusia berada di antara jari-jemari Allah, maka hanya pada-NYA kita memohon agar hati kita senantiasa dalam kebaikan.



Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan sebuah do'a untuk ketetapan hati kita,

"Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbiy 'alaa diinik"
(Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkan hatiku di atas agama-MU)



Semoga kita termasuk manusia yang senantiasa memperbaiki hati & diri kita, sehingga dapat memiliki hati yang sehat, hati yang selamat, dan menghadap Allah subhanahu wa ta’ala dengan hati yang selamat.

Semoga Allah senantiasa memudahkan kita dalam kebaikan, dalam kebenaran, dalam ketaatan, dalam ketakwaan. Semoga Allah senantiasa memudahkan jalan kita untuk merasakan kebaikan & kebahagiaan di dunia, kebaikan & kebahagiaan di akhirat, senantiasa memudahkan jalan kita menuju surga-NYA, Aamiin…


Robbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah (Ya Tuhan kami berilah kami kebaikan di dunia),
wa fil akhirati hasanah (dan kebaikan di akhirat),
wa qinaa ‘adzaaban-naar (dan lindungilah kami dari adzab/siksa api neraka),
( QS. Al-Baqarah (2) : 201 )

Aamiin... Ya Robb-al-alamin (Kabulkanlah, wahai Tuhan semesta alam)



Sumber Rujukan :
Al-Qur'an & Terjemahannya
Kitab hadits : Riyadhush-Shalihin ( Taman (Hati) Orang-orang Shalih ), susunan : Imam Nawawi
http://al-atsariyyah.com/tanpa-kategori/hati-menurut-islam.html
Wahai Manusia Lihatlah Hatimu!!
http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/wahai-manusia-lihatlah-hatimu.html
Buku :
Manhaj Ahlus Sunnah wal Jama'ah dalam Tazkiyatun Nufus (Jalan Pengikut Sunnah & Jama'ah dalam Penyucian Jiwa)
penulis : Yazid bin Abdul Qadir Jawas, penerbit : Pustaka At-Taqwa



“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.”

Sunday, June 13, 2010

Sedekah Itu Mudah

Bismillah-ir-RAHMAN-ir-RAHIM
Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Allah ta'ala berfirman :
"Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (infakkan) maka pahalanya (kebaikannya) itu untuk kamu sendiri, dan janganlah kamu membelanjakan (menginfakkan) sesuatu melainkan karena mencari ridha Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (infakkan), niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan sempurna, dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan) sedikitpun."
( QS. Al-Baqarah (2) : 272 )


Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah bersabda,
"Tiadalah harta itu berkurang karena sedekah. Allah subhanahu wa ta'ala tidak akan menambahkan kepada seseorang yang suka memaafkan melainkan DIA akan memuliakannya, dan tidaklah seorang yang merendahkan diri karena Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung akan mengangkat derajatnya."
( HR. Muslim )


FADHILAH/KEUTAMAAN SEDEKAH
* Melaksankan perintah Allah subhanahu wa ta'ala
* Dihapus kesalahan dan diampuni dosa
* Membersihkan diri & mensucikan jiwa
* Menjaga dari kekikiran
* Memudahkan jalan menuju kemudahan (kebahagiaan)
* Berbagi dengan sesama
* Dido'akan oleh malaikat
* Sedekah untuk keluarga atau kerabat mendapat dua pahala, yaitu pahala bersedekah & pahala menyambung silatuhrrahim
* Sedekah jariyah amalnya akan terus mengalir meskipun yang memberikannya sudah meninggal


SEBAIK-BAIK SEDEKAH
* Sedekah di saat masih sehat
* Sedekah di saat ingin kaya & takut miskin
* Sedekah secara rutin, meski sedikit (sesuatu yang kecil tetapi rutin lebih utama daripada sesuatu yang besar tapi jarang)


SEDEKAH ITU MUDAH
* Senyum adalah sedekah
* Tutur kata yang baik adalah sedekah
* Menafkahi keluarga karena mencari keridhaan Allah adalah sedekah
* Tasbih, Tahmid, Tahlil, & Takbir adalah sedekah
* Mengajak kepada kebaikan (amar ma'ruf) adalah sedekah
* Mencegah kemunkaran/keburukan (nahi munkar) adalah sedekah
* Menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah
* Mendatangi istri adalah sedekah
* Setiap langkah dalam berjalan untuk melaksanakan shalat adalah sedekah
* Membantu orang adalah sedekah
* Berbuat baik adalah sedekah
* Tidak berbuat kejahatan adalah sedekah
* Shalat Dhuha adalah sedekah yang mencukupi sedekah untuk 360 persendian manusia


SEDEKAH DARI YANG TERDEKAT
* Sedekah kepada keluarga
* Menafkahi keluarga karena mencari keridhaan Allah
* Mengajak keluarga ketaatan & ketakwaan kepada Allah
* Mencegah keluarga dari kemungkaran & kemaksiatan (melanggar hukum Allah)
* Berwajah berseri & bertutur kata dalam keluarga
* Sedekah kepada kerabat
Mendapatkan 2 pahala (kebaikan), yaitu pahala sedekah dan pahala menyambung silaturrahim
* Sedekah kepada anak yatim
* Sedekah kepada tetangga
* Sedekah kepada teman
* Sedekah untuk perjuangan di jalan Allah



Segala Kebaikan Adalah Pintu Sedekah



Dari Al-Qur'an & Al-Hadits :

FADHILAH/KEUTAMAAN SEDEKAH :

* Melaksankan perintah Allah subhanahu wa ta'ala
Allah ta'ala berfirman :
"Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (infakkan) maka pahalanya (kebaikannya) itu untuk kamu sendiri, dan janganlah kamu membelanjakan (menginfakkan) sesuatu melainkan karena mencari ridha Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (infakkan), niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan sempurna, dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan) sedikitpun."
( QS. Al-Baqarah (2) : 272 )

Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai, tentang hal itu sungguh Allah Maha Mengetahui.
( QS. Ali 'Imran (3) : 92 )

Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-NYA dan infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari harta yang DIA menjadikan kamu sebagai penguasanya (amanah).
( QS. Al-Hadid (57) : 7 )


* Dihapus kesalahan dan diampuni dosa
Dan Allah berfirman, "Aku bersamamu." Sungguh jika kamu melaksanakan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-KU dan kamu bantu mereka kepada Allah pinjaman yang baik*, pasti akan AKU hapus kesalahan-kesalahanmu, dan pasti, akan AKU masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.
( QS. Al-Ma'idah (5) : 12 )

Jika kamu meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya DIA melipat-gandakan (balasan) untukmu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Penyantun.
( QS. At-Tagabun (64) : 17 )

* pinjaman yang baik : menginfakkan harta denagn hati yang ikhlas

* Membersihkan diri & mensucikan jiwa
Yang menginfakkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan (dirinya).
( QS. Al-Lail (92) : 18 )

* Menjaga dari kekikiran
Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung.
( QS. At-Tagabun (64) : 16 )

* Memudahkan jalan menuju kemudahan (kebahagiaan)
Maka barangsiapa memberikan (hartanya di ajlan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga), maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagiaan)
( QS. Al-Lail (92) : 5-7 )

* Berbagi dengan sesama
Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta, dan orang miskin yang tidak meminta.
( QS. Adz-Dzari'at (5) : 19 )

* Dido'akan oleh malaikat
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Tidaklah setiap waktu pagi melainkan ada 2 malaikat yang datang kepada para hamba, maka salah satu dari keduanya berdo'a, 'Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang menafkahkan hartanya.' Malaikat yang lain berdo'a, 'Ya Allah, berilah kebinasaan bagi orang yang kikir'."
( HR. Bukhari & Muslim )

* Sedekah untuk keluarga atau kerabat mendapat dua pahala, yaitu pahala bersedekah & pahala menyambung silatuhrrahim
Rasulullah shallallahu 'aialihi wasallam bersabda,
Orang (yang bersedekah kepada kerabatnya) itu mendapat 2 pahala : pahala menyambung silaturrahim dan pahala sedekah itu sendiri.
( HR. Bukhari & Muslim, An-Nasa'i, At-Tirmidzi)

* Sedekah jariyah amalnya akan terus mengalir meskipun yang memberikannya sudah meninggal
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Jika manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya, kecuali 3 hal; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya."
( HR. Muslim )



SEBAIK-BAIK SEDEKAH

Rasulullah bersabda,
"Sedekah yang paling utama adalah engkau bersedekah ketika dalam keadaan sehat & bugar, ketika engkau menginginkan kekayaan melimpah dan takut fakir. Maka jangan tunda engkau tunda sampai ruh sampai tenggorokan baru kau katakan, "Untuk fulan sekian, dan untuk fulan sekian.' "
( HR. Bukhari & Muslim )

Karena saat seorang manusia meninggal, maka hartanya menjadi hak ahli warisnya. Dan kalaupun dia berwasiat (untuk diberikan pada selain ahli warisnya), maka maksimal adalah sepertiga dari hartanya.

Dari 'Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Sebaik-baik amalan yang disukai Allah subhanahu wa ta'ala adalah yang terus-menerus dikerjakan."
( HR. Bukhari & Muslim )



SEDEKAH ITU MUDAH

Dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu."
( HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, derajat hadits : dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, dan dinyatakan hasan(baik) oleh Tirmidzi )

Dalam riwayat lain,
"Jangan sekali-kali engkau meremehkan suatu kebaikan walaupun hanya menemui saudaramu dengan wajah yang ramah."
( HR. Muslim )

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Tutur kata yang baik adalah sedekah."
( HR. Ahmad, derajat hadits : shahih )

Dari Abu Dzar dalam riwayat yang panjang, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Jangan berbuat kejahatan terhadap sesama manusia, karena yang demikian itu termasuk sedekah untuk dirimu."
( HR. Bukhari & Muslim )

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Setiap persendian (ruas tulang) manusia sebaiknya disedekahi (oleh pemilikinya) setiap matahari terbit (sebagai pernyataan syukur kepada Allah).
Memisahkan (menyelesaikan perkara) antara 2 orang (yang berselisih) adalah sedekah.
Menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah.
Berkata yang baik juga termasuk sedekah.
Begitu pula setiap langkah berjalan untuk melaksanakan shalat adalah sedekah.
Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah sedekah.
( HR. Bukhari & Muslim )

"Sesungguhnya setiap manusia keturunan Adam diciptakan memiliki 360 persendian."
( HR. Muslim )

Dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Setiap persendian (ruas tulang) kalian terdapat sedekah.
Maka setiap bacaan tasbih (Subhanallah) adalah sedekah, setiap bacaan tahmid (Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap bacaan tahlil (Laa ilahailallah ) adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu Akbar) adalah sedekah.
Begitu juga amar ma'ruf (menyeru kebaikan) dan nahi munkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah.
2 raka'at yang dikerjakan seseorang pada shalat Dhuha telah mencakup semuanya."
( HR. Muslim )


Dalam riwayat yang lain,

Dari Abu Dzar, ia berkata,
"Sesungguhnya sebagian dari para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam,
"Wahai Rasulullah, orang-orang kaya lebih banyak mendapatkan pahala, mereka mengerjakan shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka."

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Bukankah Allah telah menjadikan bagi kamu sesuatu untuk bersedekah?
Sesungguhnya tiap-tiap tasbih adalah sedekah, tiap-tiap tahmid adalah sedekah, tiap-tiap tahlil adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, mencegah kemungkaran adalah sedekah, dan persetubuhan salah seorang di antara kamu (dengan istrinya) adalah sedekah."
Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah (jika) salah seorang di antara kami memenuhi syahwatnya, ia mendapat pahala?"

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, "Tahukah engkau jika seseorang memenuhi syahwatnya pada yang haram, dia berdosa. Demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, ia mendapat pahala."
( HR. Muslim )



SEDEKAH DARI YANG TERDEKAT

Allah ta'ala berfirman:
Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-NYA dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri,
( QS. An-Nisaa (4) : 36 )

Dari Sa'ad bin Abi Waqqash, ia berkata, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Apa saja yang kamu nafkahkan dengan tujuan mencari keridhaan Allah, niscaya akan diberi pahala oleh Allah subhanahu wa ta'ala, hingga apa saja yang kamu sediakan untuk istrimu juga kan diberi ganjaran oleh Allah."
( HR. Bukhari & Muslim )

Dari Abu Hurairah, ia berkata, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Satu dinar yang kamu nafkahkan di jalan Allah,
satu dinar yang kamu keluarkan untuk memerdekakan seorang budak,
satu dinar yang kamu berikan untuk orang miskin,
dan satu dinar yang kamu nafkahkan untuk keluargamu,
maka yang paling besar pahalanya adalah yang kamu nafkahkan kepada keluargamu."
( HR. Muslim )

Dari Abu Mas'ud, dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Jika seseorang menafkahkan untuk keluarganya dengan penuh keikhlasan semata-mata karena Allah, maka hal itu akan dicatat sebagai sedekah baginya."
( HR. Bukhari & Muslim )

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Tangan yang di atas (yang memberi) lebih mulia daripada tangan yang di bawah (yang menerima), dan utamakanlah orang yang menjadi tanggunganmu. Sebaik-baik sedekah adaah sedekah orang-orang yang berkecukupan (setelah ia menyisakan untuk tanggungan istri & keluarganya_red).
Siapa saja yang menjaga kehormatannya, maka Allah akan menjaga kehormatannya.
Siapa saja yang (selalu) merasa cukup, Allah akan mencukupinya."
( HR. Bukhari )

Dari Abu Dzar, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Wahai Abu Dzar! jika engkau memasak makanan berkuah, maka perbanyaklah kuahnya, dan ingatlah (bagikanlah) tetanggamu."
( HR. Muslim )

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Wahai kamu muslimah, jangan sekali-kali memandang enteng pemberian seorang tetangga kepada tetangganya sekalipun hanya kikil kambing."
( HR. Bukhari & Muslim )




Segala Kebaikan Adalah Pintu Sedekah




Do'a Agar Dijauhkan dari Sifat Kikir :

"Allahuma inniy 'a'udzubika minal bukhli ( Ya Allah aku berlindung pada-MU dari bakhil/rasa kikir)
wa a'udzubika minal jubni ( dan aku berlindung pada-MU dari rasa takut)
wa a'udzubika min an uroda arzalil umri ( dan aku berlindung pada-MU dari kepikunan)
wa a'udzubika min fitnati dun-ya ( dan aku berlindung pada-MU dari fitnah/cobaan dunia )
wa a'udzubika min 'adzabil qobri ( dan aku berlindung pada-MU dari adzab/siksa kubur )

Rasulullah biasa membaca do'a tersebut setiap setelah shalat fardhu/wajib.



Rujukan :
Al-Qur'an dan Terjemahannya
Kitab Hadits : Shahih Riyadhush Shalihin, Imam Nawawi
Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Rumaysho.Com
Buletin : Ash-Shadaqah Fadhailuha wa Anwa'uha, Ali bin Muhammad al-Dihami ( http://www.alsofwah.or.id/cetakannur.php?id=304 )