Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Sunday, June 6, 2010

Renungan... Mencintai Allah, Rasul-NYA, dan Makhluk-NYA

Bismillah, Dengan menyebut nama Allah


Apa hal yang membahagiakan?
bersama orang yang kita cintai dan mencintai kita...

Cinta, kasih sayang...
perasaan yang membahagiakan kita...
fitrah (naluri) yang ada pada seluruh makhluk
salah satu karunia dari Allah subhanahu wa ta'ala untuk hamba-hambaNYA...

Siapa yang kita cintai?
siapa yang mencintai kita?
orang tua kita, keluarga kita, sahabat-sahabat kita, pasangan kita?
mungkin sebagian besar dari kita akan menyebutkan orang-orang terdekat kita...

Mungkin kita dengan mudah menyebutkan mereka sebagai orang yang kita cintai, dan kita merasakan mereka mencintai kita...
karena mereka hidup bersama kita, di sekitar kita, kita melihatnya, mendengar suaranya, berinteraksi bersama mereka...
kita mengenal mereka, mengenal sifat-sifatnya, memahami mereka...
dan kita merasa nyaman bersama mereka...

Rasulullah bersabda :
"3 hal jika seseorang memiliki ketiganya, ia akan merasakan manisnya iman,
pertama, mencintai Allah dan Rasul-NYA, lebih dari cintanya kepada yang lain,
kedua, mencintai seseorang hanya karena Allah,
ketiga, enggan untuk kembali kepada kekafiran, setelah Allah menyelamatkannya dari kekafiran, sebagaimana enggannya dia untuk dilemparkan ke dalam api neraka."
( HR. Bukhari & Muslim )

Bagaimana dengan cinta kita kepada Allah dan Rasul-NYA?
apakah kita mencintai Allah sebagai cinta teratas dari segala rasa cinta kita?
apakah kita mencintai Rasulullah sebagai cinta teratas kita atas semua makhluk Allah?
mungkin kita "merasa" mencintai Allah & Rasulullah, tapi apakah kita sudah "memaknai" dan "mewujudkan" kecintaan tersebut...

Allah Ta'ala berfirman :
"Katakanlah (Muhammad) : jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
( QS. Ali-Imran (3) : 31 )

Apa tanda kecintaan?
saat kita mencintai sesuatu...
kita senantiasa mengingatnya,
kita senang bersamanya, merasa nyaman bersamanya,
kita merindukannya...
kita mencintai apa yang dicintainya,

Bagaimana kecintaan kita kepada Allah?
mengapa tak mudah untuk mengingat Allah dalam setiap waktu kita? mengapa kita baru mengingatnya saat membutuhkannya...
mengapa tak mudah merasa nikmatnya ibadah-ibadah kita? padahal saat itulah saat terbaik mendekati-NYA...
mengapa belum pernah merasakan kerinduan kepada Allah, merindukan memahami firman-firmanNYA, rindu untuk beribadah mendekati-NYA...
mengapa terkadang kita tak menyukai apa yang dicintai & diridhai-NYA...

Bagaimana kecintaan kita kepada Rasulullah?
mengapa kita jarang mengikuti sunnah beliau...
mengapa terasa berat mengamalkan sunah-sunnah beliau dan hidup bersama sunnahnya...
mengapa jarang merasa merindukan untuk mengikuti jalan beliau...
mengapa terkadang kita merasa kurang menyukai sunnah beliau...

Apakah kita belum memiliki kecintaan kepada Allah & Rasulullah?
Kita sadari atau tidak, kecil atau besar, di lubuk hati kita memiliki rasa cinta kepada Allah, Rasulullah, dan Islam...
Kita mengagungkan Allah, Rasulullah, dan Islam, kita tak rela saat ada yang melecehkannya...
Tapi mungkin baru sebatas dalam lubuk hati, belum mewujudkannya dalam kehidupan kita...
Mungkin kita belum merasakan kecintaan tersebut dengan kesadaran, merasakan senantiasa mengingat Allah, merasakan kerinduan pada-NYA...

Menumbuhkan kecintaan kepada Allah dan Rasulullah...
kita mencintai sesuatu, maka kita akan senantiasa mengingatnya...
kita berusaha mengenalnya, memahaminya...
dengan mengenalnya, mengenal sifat-sifatnya, kita akan memahaminya...
semakin tumbuh dan bersemilah rasa cinta, dan berkembang seiring kebersamaan dan kedekatan...

Mencintai Allah....
Memiliki kecintaan kepada Allah dan Rasulullah, melalui suatu proses...
dengan belajar mencintai & berusaha mencintai...

Maka mulailah mengenali Allah,
mengenal nama-nama & sifat-sifatNYA yang agung (Asma ul-Husna),
yang telah Allah kabarkan lewat firman-NYA (Al-Qur'an) dan telah Rasul-NYA sampaikan (Al-Hadits, karena apa yang Rasulullah ucapkan adalah wahyu dari Allah)
mendekati-NYA, dengan ibadah yang Allah perintahkan dan Rasulullah contohkan,
mendekati-NYA, dengan do'a-do'a yang kita panjatkan...
merindukan-NYA, merindukan dengan mengingat-NYA (lewat dzikir, dengan lafadz dzikir yang ada dalam Al-Qur'an dan Al-Hadits)
merindukan-NYA, merindukan untuk mendekati-NYA...
merasakan cinta-NYA dan kasih sayang-NYA, lewat ciptaan-ciptaan-NYA, menakjubkannya alam semesta...
merasakan cinta-NYA dan kasih sayang-NYA, lewat cinta-NYA yang DIA berikan lewat makhluk-makhluk-NYA...

Sungguh Allah sangat mencintai hamba-NYA yang mendekati-NYA, dalam hadits qudsi, Rasulullah bersabda, Allah berfirman :
Tidaklah hamba-KU mendekatkan diri kepada-KU dengan sesuatu yang lebih AKU sukai daripada apa yang telah AKU wajibkan atasnya. Hamba-KU terus menerus mendekatkan diri kepada-KU dengan amalam-amalan sunnah sehingga AKU mencintainya.
( HR. Bukhari )

Rasa cinta kepada Allah selaras dengan rasa cinta kepada Rasul-NYA,
Menumbuhkan rasa cinta tersebut dengan pendekatan diri dengan amalan yang telah Allah beritakan dan Rasul-NYA contohkan...

Semoga kita dapat mencintai Allah dan Rasul-NYA,
Rasulullah sering berdo'a :
wa as aluka hubbaka, (dan aku memohon rasa cinta kepada-MU )
wa hubba man-yuhibbuka, (dan cinta kepada orang-orang yang mencintai-MU )
wa hubba 'amali-yuqoribunniy ilaa hubbika (juga cinta kepada amal perbuatan yang akan mendekatkan diriku untuk mencintai-MU)
( HR. Ahmad, At-Tirmidzi )

Semoga kita dapat mencintai Allah & Rasul-NYA, dan mencintai makhluk-NYA karena-NYA. Sehingga kita dapat merasakan manisnya iman, dan merasakan nikmatnya beribadah kepada-NYA, dan mengantarkan kita ke surga-NYA, Amiin ya Rabb-al-alamin.



"Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah mudahkan baginya jalan menuju surga."
( HR. Muslim )

Friday, May 28, 2010

3 Kaidah Menggapai & Merasakan Kebahagiaan

Taman Ilmu :

3 Kaidah Menggapai & Merasakan Kebahagiaan

Bismillahir-Rahmanir-Rahim,
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih & Maha Penyayang....


Apakah yang manusia dambakan dalam hidupnya?
hidup berkecukupan dan dapat memenuhi kebutuhannya?
hidup sehat dan dapat mengerjakan banyak hal dalam hidupnya?
hidup bersama orang-orang yang disayanginya dan menyayanginya?
hidup dengan wawasan & ilmu pengetahuan yang luas? mengetahui tentang banyak hal?
hidup penuh petualangan dan merasakan banyak pengalaman?

Mungkin beberapa pertanyaan di atas sesuai dengan pendapat kita?
Mungkin pertanyaan-pertanyaan di atas masih "terlalu spesifik"....
Kalau kita bisa mengemukakan jawaban sederhana untuk pertanyaan :

Apakah yang manusia dambakan dalam hidupnya?

Jawaban yang singkat, padat, jelas yang dapat menjadi jawaban untuk kebanyakan manusia?

Kebahagiaan...

Kebahagiaan merupakan kumpulan dari "kebaikan", kumpulan dari "perasaan baik"...
Kebahagiaan adalah...
saat hati merasa tenang...
jiwa merasa tentram...
dada terasa lapang...
saat kita merasa nyaman...

Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang "terukur" atau "terlihat", bukan sesuatu yang "teraga", bukan sesuatu yang bersifat "lahiriah"
Kebahagiaan adalah sesuatu yang "terasa"....

Sudah fitrah (naluri) manusia menyukai yang baik, yang indah,
Tapi apakah kita dapat setiap saat memperoleh atau memiliki sesuatu yang "baik & indah"?
Sudah sunatullah (ketentuan Allah) adakalanya suka, adakalanya duka, ada manis, ada pahit, mungkin kita akan dengan mudah merasakan kebahagiaan saat kita memperoleh suka dan manis, namun bagaimana saat kita memperoleh duka dan pahit?

Ada perkataan yang bagus dari Ibnul Qoyyim ( 1292-1350M / 691-751H ) :
Tidak ada daya dan upaya kecuali dari Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung, yang senantiasa diharapkan terijabahnya do'a.
Semoga Allah melindungi kalian di dunia dan akhirat.
Semoga Allah senatiasa melapangkan nikmat-NYA baik secara zhohir maupun batin.
Semoga Allah pula menjadikan kalian : orang-orang yang bersyukur tatkala diberi nikmat, bersabar ketika ditimpa musibah dan segera memohon ampunan kepada Allah ketika terjerumus ke dalam dosa. Inilah 3 tanda kebahagiaan dan tanda keberuntungan seorang hamba di dunia dan akhiratnya. Seorang hamba senatiasa akan berputar pada kondisi ini.
( Al Wabilush Shoyib, hal. 11, Asy-Syamilah )

Sungguh indahnya saat kita dapat menjalani hidup kita dengan 3 sikap tersebut :
1. Bersyukur, saat memperoleh dan merasakan nikmat dan suka, sesuatu yang manis,
2. Bersabar, saat memperoleh duka,merasakan sesuatu yang kurang "meng-enak-an", sesuatu yang kita rasa "pahit",
3. Beristighfar (memohon ampunan) kepada Allah, saat kita melakukan kesalahan....

Bukankah hidup ini tak terlepas dari 3 kondisi, suka, duka dan melakukan kesalahan?


Semoga Allah subhanahu wa ta'ala,
mengkaruniakan ilham pada kita untuk menyadari nikmat-nikmat-NYA,
mengkaruniakan ilham pada kita untuk mengambil pelajaran dari musibah dan ujian dari-NYA,
mengkaruniakan ilham pada kita untuk berintrospeksi diri dan menyadari kesalahan kita,
Semoga Allah memudahkan kita untuk menjalani kehidupan kita dengan 3 sikap tersebut,

Semoga kita memperoleh dan merasakan kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat,

Amiin... ya Robb al 'Alamin ( Kabulkanlah, wahai Rabb semesta alam)


Allah Ta’ala ( Allah Yang Maha Tinggi ) berfirman :


Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-KU), maka pasti adzab-ku sangat berat."
( QS. Ibrahim (14) : 7 )

Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).
( QS. Adh-Dhuha (93) : 11 )

Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira, kepada orang-orang yang sabar,
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata "Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-NYAlah kami kembali).
( QS. Al-Baqarah (2) : 155-156 )

Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.
( QS. Al-Baqarah (2) : 153 )

Dia (Musa) berdo'a, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah mendzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku." Maka DIA (Allah) mengampuninya. Sungguh, Allah Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.
( QS. Al-Qashash (28) : 16 )

Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampun untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.
( QS. Al-Mu'min/ Ghafir (40) : 55 )


dari al-Hadits :

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melakukan sholat malam sehingga telapak kakinya membengkak. Maka, Aisyah berkata kepada Rasulullah : " Mengapa engkau beribadah sehingga begitu, bukankah Allah sudah mengampuni dosa-dosamu baik yang telah lalu maupun yang akan datang?"
"Apakah aku tidak sepatutnya menjadi hamba yang bersyukur?"
( HR. Bukhari )

Rasulullah bersabda :
"Sungguh mengagumkan keadaan orang mukmin, keadaan mereka senantiasa mengandung kebaikan. Tidak terjadi yang demikian itu kecuali bagi orang mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, hal itu merupakan kebaikan. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar. Itu juga merupakan kebaikan.
( HR. Muslim )

Rasulullah bersabda :
"Seorang Muslim yang tertimpa kelelahan, kemelaratan, kegundahan, kesedihan, kesakitan dan kedukacitaan, sampai yang tertusuk duri, niscaya Allah akan mengampuni dosanya dengan apa yang menimpanya."
( HR. Bukhari & Muslim )

Rasulullah bersabda :
"Wahai manusia, bertaubatlah kalian kepada Allah, sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari kepada-NYA seratus kali."
( HR. Muslim )
--> Rasulullah biasa membaca : "Astaghfirullah, wa atuubu ilaiih" ( Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-NYA )


Rujukan :
Al-Qur'an & Terjemahannya
KItab Hadits : Shahih Riyadhush Shalihin, Imam Nawawi
www.rumaysho.com : 3 Tanda Kebahagiaan
Buku Dzikir Pagi Petang dan Sesudah Shalat Fardhu Menurut Al-Qur’an & As-Sunnah yang Shahih , susunan Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Buku Do’a dan Wirid, susunan Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawaz




Taman Dzikir & Do’a :


Allahuma inniy ‘ala dzikrika, (Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir kepada-MU)
Wa syukrika, (dan bersyukur kepada-MU)
Wa husni ‘ibadatik (serta beribadah dengan baik kepada-MU)

( HR. Abu Dawud, an-Nasa-i, Ahmad, al-Hakim, derajat hadits : shahih )
Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam pernah memberi wasiat kepada Mu’adz agar dia mengucapkan do’a di atas setiap akhir shalat.


Do’a agar dijadikan hamba yang bersyukur :

Robbiy auzi’niy an asy-kuro ni’matikal-latiy an ‘amta ‘alayya wa ‘ala waalidayya
wa an a’mala shoolihaan tardhoohu
wa ad-khilniy birohmatika fiy ‘ibaadikash-shoolihiin
artinya :

“Ya Rabb-ku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-MU yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku
dan agar aku mengerjakan amal shalih yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-MU ke dalam golongan hamba-hamba-MU yang shalih.
( QS. An-Naml (27) : 19 )



Buletin :
Indahnya Islam, Jalan Menuju Surga
( Edisi 3 : 3 Kaidah Menggapai & Merasakan Kebahagiaan )

"Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah mudahkan baginya jalan menuju surga."
( HR. Muslim )

Thursday, August 6, 2009

Waktu & Kesehatan (nikmat yang kadang terabaikan)

Bismillah, dengan menyebut nama Allah...

Rasululullah bersabda :
“Dua nikmat yang sebagian besar manusia terlena karenanya, kesehatan dan waktu luang.”
(Shahih, HR. Al-Bukhari no. 6412)

Waktu & kesehatan, merupakan nikmat Allah yang kadang lupa untuk kita syukuri. Keberadaannya kadang tidak kita anggap sebagai nikmat, karena mereka ada tanpa kita cari (melakukan usaha untuk memperolehnya) .

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasalam berkata kepada seorang lelaki ketika beliau sedang menasehatinya,
"Pergunakanlah 5 perkara sebelum datang 5 perkara ;
masa mudamu sebelum tuamu,
sehatmu sebelum sakitmu,
kayamu sebelum miskinmu,
waktu luangmu sebelum waktu sibukmu,
dan hidupmu sebelum matimu
."
( HR. Hakim no. 036 , Shahih )

Saat kita sakit mungkin kita baru menyadari indah & nikmatnya menjadi sehat. Begitu juga waktu, Allah memberi kita semua waktu yang sama banyaknya (24 jam sehari), namun pilihan kita lah bagaimana menggunakan sang waktu tersebut. Apakah kita dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin? atau justru membiarkannya begitu saja, atau bahkan kita gunakan untuk hal-hal yang kurang berguna atau bahkan tidak berguna (sia-sia). Itu semua pilihan kita!

Waktu & kesehatan, yang dengan ke-2-nya memberi kita kesempatan untuk berbuat banyak hal.
Bagi seorang pelajar, itulah hal-hal yang membuatnya dapat melahap sumber ilmu & menyelami samudra pengetahuan.
Bagi seorang yang sudah bekerja, ke-2-nya lah yang dapat memberi kesempatan untuk menjadi sosok yang produktif.
Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk kehidupan (dunia & akhirat) kita.
Itu semua pilihan kita, untuk menggunakannya, untuk berbuat dengannya, untuk memanfaatkannya.

Ibnu Al-Jauzi , menyatakan bahwa ,’Seringkali orang dalam keadaan sehat, namun ia tidak mempunyai (banyak) waktu luang karena kesibukannya mencari penghidupan. Namun disisi lain saat ia kaya , namun tidak sehat. Jika kesehatan dan waktu luang ini berkumpul, sedangkan hamba tersebut menjadi malas untuk berbuat taat maka ia sungguh dalam kerugian besar.



Firman Allah tentang nikmat :

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
(QS. Ibrahim (14):7)

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
(QS. Ar-Rahman(55) :13, 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 38, 40, 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 67, 69, 71, 73, 75, 77)
Lihatlah, bagaimana Allah mengingatkan kita tentang nikmat-NYA, dalam surat Ar-Rahman (Ar-Rahman = Maha pengasih/pemberi), Allah mengulang-ulang pertanyaan (31 ayat) : nikmat manakah yang kamu (manusia) dustakan (lupakan/abaikan)?

"Dan pada nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebutnya (dengan bersyukur kepadaNya)".
( QS. Dhuha (93) : 11 )
Seperti hal-nya keimanan yang diyakini dalam hati, diucapkan dengan lisan & dibuktikan dengan perbuatan (ketakwaan), begitu juga dalam bersyukur....yaitu kita menyadari nikmat tersebut, lalu mengucap syukur, sehingga kita dapat memaknai rasa syukur kita.

Semoga kita dapat menjadi manusia menyadari nikmat Allah, sehingga menjadi manusia yang bersyukur, yang merasa cukup (qana'ah) dengan apa yang Allah berikan, dengan apa yang kita miliki. Sehingga kita pun menjadi manusia yang merasakan kebahagiaan (di dunia), dan mengantarkan kita pada kebahagiaan (akhirat), Allohuma Amiin....

Friday, July 10, 2009

Menjadi DIRI --> TUJUAN HIDUP, sebagai suatu proses

Tentang menjadi diri....sebuah proses pencarian jati diri...

dari dulu kita sering membaca tentang ini...
dari zaman masih abg...membaca dari artikel2 di majalah...
untuk para abg (anak baru gede)...kata2 ini amat populer...
di masa pencarian tentang jati diri...
mereka mengolah informasi & pengetahuan untuk mencoba membentuk dirinya
menjadi apa yang dinginkannya...
mungkin menjadi sosok "hebat", "penting"...atau "baik"

ada kata2 bagus...
dulu Yan (seorang teman SMU-ku), punya kata2 favorit...
"Memang baik menjadi orang PENTING, tapi lebih penting jadi orang BAIK"...
kata2 yang cukup mengingatkan kita semua, bahwa KEBAIKAN-lah yang TERPENTING

Dulu waktu SMU...aku mengisi waktuku, dengan kegiatan2 yang sesuai minatku, atau sesuatu yang dapat membantuku meraih impian/tujuan hidupku...
mulai dari kegiatan ekstra kurikuler dan les2...
Mengartikan pendidikan(belajar) sebagai salah satu alat meraih cita2 (yang saat itu mungkin baru aku maknai sebatas meraih pekerjaan yang aku impikan)...

Dalam mata kuliah Metode Perancangan Arsitektur kita belajar tentang "merancang" sesuatu...merancang untuk "menghasilkan" sesuatu
sebagai suatu proses, perancangan mengalami beberapa tahapan
* Analisis : kita menganalisa keadaan yang ada, membongkar unsur2nya, kita jadi tau apa yang kita butuhkan, bagaimana cara memenuhinya
* Sintesis : hasil yang diharapkan mampu "menjawab" kebutuhan2 di atas

Tujuannya adalah : Menjadi Diri seperti yang kita impikan

Proses Analisis...
dimulai dengan mengenali siapa kita...
apa yang kita minati, apa yang kita senangi (it's about what's our passion)
apa yang kita impikan (it's about what's our dreams)
ini tentang siapa kita (who I am)

Sintesis...
Maka kita berusaha mewujudkan sesosok DIRI yang seperti kita impikan

Tapi Hidup ini adalah sebuah perjalanan...maka sintesis tentang DIRI, bukan hasil akhir yang final...ia akan terus berkembang...

Seiring berjalannya waktu...
kita mengalami banyak peristiwa hidup...
banyak yang pelajari...
maka pikiran kita pun terus berkembang...
juga dalam hal tentang DIRI kita...
maka kita akan merumuskan kembali TUJUAN kita
Ternyata ini bukan hanya tentang "menjadi DIRI" tapi tentang "tujuan HIDUP"
dan HIDUP adalah sesuatu yang lebih luas...
bahwa HIDUP adalah himpunan semesta untuk berbagai unsur dari diri kita

Dan hidup terus berjalan?
dan alangkah baiknya jika kita terus berkembang...
ke arah yang lebih baik

Lalu aku pun mulai menyadari..
bahwa tujuan hidup adalah BAHAGIA
Bahwa KEBAHAGIAAN puncak dari semuanya...
bahwa pekerjaan, materi hanyalah alat mencapainya...

Dulu merumuskan tujuan dengan sesuatu yang terlihat-terukur
Semoga sekarang aku bisa memaknainya sebagai sesuatu yang TERASA

Dan hidup masih terus berjalan...
Peristiwa2 teralami menjadi pengalaman
maka TUJUAN HIDUP kembali dirumuskan
bahwa HIDUP ini adalah kehidupan DUNIA & AKHIRAT...
maka KEBAHAGIAAN yang telah terumuskan, diperbarui lagi...
BAHAGIA DUNIA & AKHIRAT....


Kebahagiaan & Surga


Amiin........