Di masanya, Umar mencetak uang pecahan dan terdapat tulisan
” Amarollohu bilwafaa wal-adl ” artinya Allah memerintahkan untuk menunaikan amanah dan berbuat adil.
Umar bin Abdul Aziz & Kesederhanaan
Kain terhalus & terkasar
Datang seorang pedagang kain kepada khlaifah Umar bin Abdul Aziz untuk menawarkan sepotong kain seharga 8 dirham.
Umar bin Abdul Aziz pun berkata :
"Kain ini bagus, tetapi sayang masih agak halus."
Mendengarnya, pedagang tersebut berkata :
"Dulu semasa Anda menjadi amir di Madinah, aku sering menjual kain dengan harga 5000 dirham kepada Anda. Itu pun Anda masih berkata bahwa kainnya bagus tetapi kain tersebut masih termasuk kasar."
Itulah kesederhanaan Umar bin Abdul Aziz setelah menjadi khalifah,
dahulu kain seharga 5000 dirham, menurutnya masih agak kasar (dia masih menginginkan yang lebih bagus lagi),
saat sudah menjadi khalifah, kain seharga 8 dirham masih terasa halus (kalau bisa dia mengharapkan yang lebih murah lagi)
Sepotong Pakaian
Saat Umar bin Abdul Aziz sakit, Maslamah saudara laki-laki Fatimah menjenguknya.
Pakaian Umar terlihat kotor, sehingga Maslamah pun berkata kepada Fatimah :
"Hai Fatimah! tolong kau ganti pakaiannya itu."
"Baik...", jawab Fatimah.
Esok harinya Maslamah bin Abdul Malik datang lagi.
Dilihatnya pakaian Umar masih tetap seperti kemarin.
Dia pun berkata lagi kepada Fatimah :
"Ya Fatimah! gantikan pakaian Amir mukminin dengan yang lebih baik, sebab banyak rakyat yang akan berkunjung!"
"Dia tidak mempunyai pakaian yang lain selain yang dipakainya itu," jawab Fatimah.
Seorang Tukang Batu
Suatu hari seorang wanita Mesir ingin menemui khalifah Umar bin Abdul Aziz di rumahnya.
Sesampainya di rumah yang sederhana, dia melihat seorang wanita cantik duduk dengan pakaian sederhana sedang memerintahkan seorang tukang batu memugar pagarnya yang runtuh.
Wanita Mesir itu terkejut, saat menyadari wanita tersebut Fatimah binti Abdul Malik (istri Umar bin Abdul Aziz), wanita yang terkenal paling kaya.
Wanita Mesir tersebut terlihat gugup, sehingga Fatimah segera menenangkannya dan menanyakan maksud kedatangannya.
Sebelum menjawab, wanita itu berkata :
"Ya... sayyidati! mengapa engkau tidak menutup auratmu dari tukang batu itu?"
"Dia-lah amirul mukminin (pemimpin mukminin/khalifah --> Umar bin Abdul Aziz) yang sedang kau cari!," jawab Fatimah seraya tersenyum.
Umar bin Abdul Aziz & Amanah
Suatu hari menjelang malam datanglah seorang utusan dari salah satu kota kepada beliau.
Setelah utusan itu masuk, Umar memerintahkan pelayan untuk menyalakan lilin yang besar.
Umar pun bertanya kepada utusan tersebut tentang keadaan penduduk & kaum muslimin di sana, bagaimana perilaku gubernur, bagaimana harga-harga barang, bagaimana anak-anak - orang muhajirin & Anshor - para ibnu sabil, & orang-orang miskin.
Apakah hak-hak mereka sudah ditunaikan? Apakah ada pengaduan?
Utusan tersebut menyampaikan segala yang diketahuinya tentang keadaan kota. Ketika semua pertanyaan Umar telah selesai dijawab, utusan tersebut balik bertanya kepada Umar.
"Ya Amirul Mukminin, bagaimana keadaanmu, dirimu, & badanmu?
Bagaimana keluargamu, seluruh pegawai &orang-orang yang menjadi tanggung jawabmu?
Umar pun kemudian meniup mematikan lilin, lalu berkata, "Wahai pelayan, nyalakan lampunya!"
Lalu dinyalakanlah sebuah lampu kecil yang hampir-hampir tidak bisa menerangi ruangan karena cahayanya yang teramat kecil.
Umar melanjutkan perkataanya, "Sekarang bertanyalah apa yang kamu inginkan."
Utusan tersebut bertanya tentang keadaan Umar. Umar memberitahukan tentang keadaan dirinya, anak-anaknya, istri & keluarganya.
Rupanya utusan tersebut sangat tertarik dengan tindakan Umar mematikan lilin.
Lalu dia pun bertanya, "Ya Amirul Mukminin, aku melihatmu melakukan sesuatu yang belum pernah Anda lakukan."
"Apa itu?", tanya Umar.
"Engkau mematikan lilin ketika aku menanyakan keadaanmu & keluargamu."
Umar berkata, "Wahai hamba Allah, lilin yang kumatikan itu adalah harta Allah, harta kaum muslimin.
Ketika bertanya kepadamu tentang urusan mereka maka lilin itu dinyalakan demi kemaslahatan mereka.
Begitu kamu membelokkan pembicaraan tentang keluarga & keadaanku, maka aku pun mematikan lilin milik kaum muslimin".
Sumber Rujukan :
1. Buku : Wanita-Wanita Pilihan, Abdul Badi' Shaqr, penerbit : Qisthi Press
bagian kisah Fatimah binti Abdul Malik
2. www.majalah-elfata.com
Sunday, May 15, 2011
Tuesday, May 10, 2011
Baik, Sebaik-baik, Terbaik
Kita manusia...
makhluk...
tak ada makhluk yang sempurna...
tapi tak sempurna bukan berarti tidak bisa menjadi baik...
berusaha menjadi "baik", menjadi yang "sebaik-sebaik", menjadi "terbaik" yang kita bisa...
"terbaik" bukan berlomba dengan luar diri kita,
tetapi "terbaik" dengan berlomba dengan ada yang ada dalam diri kita...
"memperbaiki" kekurangan...
"mengoptimalkan" kelebihan...
"menguatkan" kelemahan...
Ofi, 2011
makhluk...
tak ada makhluk yang sempurna...
tapi tak sempurna bukan berarti tidak bisa menjadi baik...
berusaha menjadi "baik", menjadi yang "sebaik-sebaik", menjadi "terbaik" yang kita bisa...
"terbaik" bukan berlomba dengan luar diri kita,
tetapi "terbaik" dengan berlomba dengan ada yang ada dalam diri kita...
"memperbaiki" kekurangan...
"mengoptimalkan" kelebihan...
"menguatkan" kelemahan...
Ofi, 2011
Friday, February 25, 2011
Sunday, February 13, 2011
Wahai Saudaraku, Apakah Islam mengajarkan yang demikian (kekerasan)?
Bismillahirrahmanirrahim,
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
Sedih sekali mendengar kekerasan terjadi,
dan lebih menyedihkan lagi kekerasan tersebut disandarkan atas nama agama...
Kekerasan... sesuatu yang sangat menyakitkan,
sesuatu yang tidak dibenarkan, dari segi manapun...
Saat ada kasus penyerangan & kekerasan atas nama agama,
lalu sampai teralirkan darah...
hati ini, jiwa ini, begitu sakit mendengarnya...
sebagai manusia, sebagai manusia beriman, sebagai seorang muslim/muslimah, sebagai bangsa Indonesia...
Kasus penyerangan terhadap warga Ahmadiyah, pengeboman atas nama jihad,
darah teralirkan, korban nyawa berjatuhan...
atas nama apa hal tersebut dilakukan?
atas nama agama? atas nama Islam?
Islam...
ingatkah wahai saudaraku, apa arti Islam?
bukankah kata Islam berarti keselamatan...
Wahai saudaraku, ingatkah bagaimana nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Orang Islam adalah orang yang kaum muslimin lainnya terhindar dari gangguan lidah(lisan) & tangannya,"
( HR. Bukhari & Muslim )
"Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, harga dirinya, dan hartanya".
( HR Muslim )
Dalam hadits lain Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Demi Allah, saya bersumpah, seseorang itu belum bisa dikatakan beriman.
( Demi Allah, seseorang itu belum bisa disebut beriman. Demi Allah, seseorang belum bisa disebut beriman)."
Seorang sahabat bertanya, "Siapakah orang yang Anda maksud dengan tidak beriman tersebut, wahai Rasulullah?"
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Yaitu orang yang membuat tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya."
( HR. Bukhari & Muslim )
Jika kita mengingat kembali hadits tersebut,
lalu bagaimana engkau bisa menyerang & menyakiti orang lain wahai saudaraku?
Ahmadiyah, siapapun mereka, tidak hak (benar) kita menyakitinya...
jika Ahmadiyah adalah masih bagian dari Islam, maka engkau telah menyakiti saudaramu, yang seharusnya mereka selamat dari gangguan lisan & tanganmu,
jika Ahmadiyah bukan bagian dari Islam, maka engkau telah menyakitinya, paling tidak mereka tetanggamu, mereka manusia ciptaan Allah...
atau siapapun Ahmadiyah... tidak hak (benar) bagi kita menyerang & menyakitinya...
Wahai saudaraku, yang ikut terlibat dalam pengeboman,
atas nama apa engkau melakukannya?
jika engkau melakukannya atas nama Islam, atas nama jihad fiy sabilillah (berjuang di jalan Allah),
tepatkah tindakan yang engkau pilih? langkah & jalan yang engkau tempuh?
jika engkau mengatakan ingin memerangi kaum kuffar (orang kafir), bahkan korban yang berjatuhan tak sedikit dari kaum muslimin (orang Islam),
Wahai saudaraku,
bukankah Allah telah berfirman :
Dan tidak patut bagi seorang yang beriman membunuh seorang yang beriman (yang lain), kecuali karena tersalah (tanpa sengaja).
( QS. An-Nisaa (4) : 92 )
Dan janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan suatu (alasan) yang hak (benar).
( QS. Al-Isro (17) : 33 )
Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik.
Berdo'alah kepada-NYA dengan rasa takut dan penuh harap.
Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaiakn.
( QS. Al-A'raf (7) : 56 )
Wahai saudarakau, lalaikah engkau atas firman-firman Allah tersebut?
Kekerasan, pembunuhan diri manusia telah terjadi sejak zaman Adam hingga saat ini,
pembunuhan pertama kali terjadi pada anak Adam, sebagaimana yang Allah kisahkan dalam surat Al-Ma'idah (5) ayat 27-31,
Maka nafsu (Qobil) mendorongnya untuk membunuh saudaranya, kemudian dia pun (benar-benar) membunuhnya, maka jadilah dia termasuk orang yang rugi.
( QS. Al-Ma'idah (5) : 30 )
Begitu juga pada zaman Bani Israil, dan Allah menetapkan hukum-NYA, sebagaimana dalam surat Al-Ma'idah (5) ayat 32,
Allah ta'ala berfirman :
"Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barang siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain*, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia.**
Barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia.
Sesungguhnya Rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas.
Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi.
( QS. Al-Ma'idah (5) : 32 )
* ada yang namanya hukum Qishosh, yaitu orang yang telah membunuh orang lain boleh dibunuh
** Ketetapan ini berlaku untuk semua umat manusia (bukan hanya untuk Bani Isroil saja), Allah memandang bahwa membunuh seseorang seperti membunuh semua manusia, begitu juga sebaliknya (menolong seseorang seperti menolong semua manusia)
Dan Allah juga menguatkannya dengan menyampaikannya lewat lisan Rasul-NYA,
dari Abdullah bin 'Amr, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Sungguh hancurnya dunia itu lebih ringan di sisi Allah daripada terbunuhnya seorang muslim."
( HR. An-Nasa'i )
Ingatlah wahai saudaraku, membunuh seorang muslim saja lebih besar daripada kehancuran dunia di sisi Allah,
Bahkan jika mereka kaum kuffar (orang kafir), kita juga tidak dibenarkan untuk membunuhnya,
Rasululllah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Barang siapa membunuh seorang mu'ahid (orang kafir yang ada ikatan perjanjian) maka ia tidak akan mencium bau surga, padahal baunya bisa dirasakan dari harak sejauh 40 tahun perjalanan."
( HR. Bukhari )
Dalam hadits lain, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Barangsiapa membunuh seorang kafir dzimmi, maka dia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan 40 tahun."
( HR. An Nasa’i, derajat hadits : shohih )
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda :
"Jauhilah 7 dosa yang membinasakan."
Kemudian ada yang mengatkan, "Wahai Rasulullah, apa dosa-dosa tersebut?"
Lalu beliau shallallahu 'alaihi wasallam mengatkan (di antaranya),
"Berbuat syirik, sihir, membunuh jiwa yang Allah haramkan tanpa jalan yang benar, memakan hasil riba..."
( HR. Bukhari & Muslim )
Wahai saudaraku, lalu atas nama apa engkau menyerang manusia? menumpahkan & mengalirkan darahnya?
jika engkau mengatakan atas nama Islam, bahkan Allah tuhan kita telah melarangnya dengan sangat jelas, dan DIA juga memperingatkannya lewat lisan Rasul-NYA... tidak ada pembenaran terhadap kekerasan & pembunuhan manusia, baik terhadap seorang muslim atau orang kafir***...
*** Ada 4 pembagian terhadap orang kafir, 3 diantaranya haram untuk dibunuh, ke-4 macam orang kafir tersebut adalah :
1. Kafir Dzimmi,
(orang kafir yang membayar jizyah/upeti yang dipungut tiap tahun sebagai imbalan bolehnya mereka tinggal di negeri kaum muslimin)
2. Kafir Mu’ahid,
(orang-orang kafir yang telah terjadi kesepakatan antara mereka dan kaum muslimin untuk tidak berperang dalam kurun waktu yang telah disepakati)
3. Kafir Musta’man,
(orang kafir yang mendapat jaminan keamanan dari kaum muslimin atau sebagian kaum muslimin)
sedangkan orang kafir selain 3 di atas yaitu :
4. Kafir Harbi,
yaitu orang kafir yang menampakkan permusuhan dan menyerang kaum Muslimin, kafir inilah yang boleh diperangi
Maka orang-orang kafir yang masuk suatu wilayah dengan perjanjian tidak boleh dibunuh, pada zaman sekarang misalnya orang-orang kafir yang masuk dengan izin, visa, dan lain sebagainya,
Wahai saudaraku,
aku percaya engkau bermaksud baik, membela Islam, agama yang kita cintai, menegakkan hak-hak Allah,
tapi bukankah kebaikan seharusnya dilakukan di atas kebenaran....
Wahai saudaraku, yang ikut dalam penyerangan terhadap kaum Ahmadiyah,
Mereka (kaum Ahmadiyah) mempunyai aqidah (keyakinan) bahwa ada nabi setelah nabi Muhammad (Mirza Ghulam Ahmad sebagai seorang nabi),
padahal sudah jelas bagi kita bahwa nabi Muhammad adalah nabi terakhir, nabi penutup, nabi akhir zaman,
dan itu yang membuat kita menyatakan kesesatan aqidah (keyakinan) mereka...
aku percaya engkau wahai saudaraku ingin menegakkan aqidah Islam, tapi sudah tepatkah jalan yang engkau tempuh wahai saudaraku?
sudah tepatkah langkah yang engkau ambil?
Wahai saudaraku, ingatkah engkau kisah Musailamah yang mengaku sebagai nabi, padahal saat itu nabi Muhammad bahkan masih hidup...
lalu datanglah utusan Musailamah al-Kadzab (sang pendusta) kepada nabi Muhammad menyampaikan surat untuk beliau,
Muhammad Rasulullah berkata kepada utusan (delegasi) Musailamah :
"Seandainya para utusan (delegasi) boleh dibunuh, tentulah aku akan memotong leher kalian berdua".
( HR. Ahmad & Abu Dawud )
Rasulullah, setelah membaca surat Musailamah, lalu berkata kepada kedua utusan tersebut :
"Apa pendapat kalian berdua?”
Keduanya menjawab: “Kami berpendapat sebagaimana yang ia sampaikan”.
( maksudnya, kedua utusan itu mengakui kenabian Musailamah Al Kadzab )
Lihatlah bagaimana sikap nabi kita, beliau membiarkan utusan tersebut, dari hadits tersebut kita dapat mengambil pelajaran & teladan,
betapapun geramnya hati kita, kita tidak boleh membunuhnya...
Wahai saudaraku, yang ikut terlibat dalam pengeboman,
ingatkah bagaimana sikap Nabi kita terhadap orang kafir?
Kaum Quraisy mengutus Abu Rafi’ kepada Rasulullah,
lalu masuklah iman ke hatinya, maka ia (Abu Rafi') berkata:
"Wahai, Rasulullah. Saya tidak ingin kembali, dan ingin tinggal bersama kalian sebagai muslim”.
Lalu Rasulullah bersabda, “Saya tidak akan melanggar perjanjian, dan tidak akan menahan utusan (delegasi).
Maka kembalilah kepada mereka dalam keadaan aman.
Jika kamu dapati setelah itu di hatimu apa yang ada sekarang, maka kembalilah kepada kami."
Lihatlah bagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memperlakukan orang kafir,
Abu Rafi' yang saat itu masih musyrik, menyatakan beriman dan ingin masuk Islam,
Rasulullah membeiarkannya untuk kembali kepada kaumnya dahulu untuk meyakinkan keimanannya,
jika dia benar-benar beriman maka Rasulullah menerima kedatangannya kembali sebagai muslim,
Nabi Muhammad bersikap terhadap orang kafir...
Lihatlah bagaimana indahnya sikap nabi kita, teladan kita,
bagaimana dia bersikap kepada orang kafir....
Ingatkah engkau bagaimana Rasulullah hingga akhir hidupnya dahulu senantiasa memberi makan seorang pengemis Yahudi yang buta, padahal pengemis tersebut selalu mencaci maki Muhammad saat beliau menyuapi pengemis tersebut, dan pengemis tersebut baru mengetahui bahwa seseorang yang dahulu senantiasa menyuapinya adalah Muhammad orang yang selalu dicaci maki olehnya setelah beliau tidak datang lagi lalu Abu Bakar ganti mendatanginya, mengetahui hal tersebut, maka pengemis tersebut pun akhirnya menyatakan beriman, setelah merasakan indahnya akhlak nabi Muhammad...
Nabi kita Muhammad juga bermu'amalah (berhubungan dalam urusan bisnis & kehidupan sehari-hari) dengan kaum ahli kitab (Yahudi, Nasrani),
beliau membeli kain untuk pakaiannya dari kaum ahli kitab,
beliau menggadaikan baju besinya pada orang Yahudi,
beliau bersikap baik terhadap orang kafir dalam kehidupan sehari-hari, tetapi beliau berlepas diri dalam masalah yang berhubungan dengan peribadahan mereka,
sebagaimana yang Allah telah firmankan dalam surat Al-Kafirun,
dalam salah satu ayatnya :
"Lakum diinukum walii yadiin",
"Untukmu agamamu, dan untukku agamaku."
( QS. Al-Kafirun (109) : 6 )
Kita wajib (harus) berbuat baik terhadap orang kafir, tetapi kita bukan mencintai mereka sebagaimana kita mencintai saudara kita (saudara sesama Islam). Kita bersikap baik terhadap orang kafir dalam kehidupan sehari-hari, tetapi berlepas diri dari sesuatu yang berhubungan dengan peribadahan orang kafir.
Wahai saudaraku,
kekerasan... adakah kebaikan padanya?
ingatlah bagaimana Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam mengajarkan kita tentang kelembutan,
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Sesungguhnya Allah Maha Lembut dan menyukai kelemah-lembutan dalam segala hal."
( HR. Bukhari & Muslim )
"Tidaklah sikap lemah-lembut pada sesuatu pada sesuatu melainkan ia menghiasinya, dan tidaklah sikap lemah-lembut itu dicabut dari sesuatu melainkan ia memperburuknya."
( HR. Muslim )
Wahai saudaraku,
ingatlah, sungguh Allah Maha Pengampun & Maha Penyayang ( Ghofurur-Rahim, Al-Ghofur & Ar-rahim ),
Allah Maha Penerima Taubat & Maha Penyayang ( Tawabur-Rahim)
selalu ada ampunan-NYA untuk kita, jika kita memohon ampun pada-NYA,
selalu terbuka pintu taubat-NYA, jika kita ingin memasukinya,
tidak ada kata terlambat, selama nyawa belum sampai tenggorokan, selama matahari belum terbit dari barat,
selalu terbuka pintu taubat-NYA....
Wahai saudaraku,
kembalilah ke jalan lurus-NYA, jalan yang diridhai-NYA, jalan terang-NYA,
jalan yang ditunjukan dalam Al-Qur'an dan dalam sunnah Rasul-NYA
Semoga negeri kita menjadi negeri yang aman,
negeri yang diberkahi oleh Allah subhanahu wa ta'ala,
negeri yang baik kehidupannya,
negeri yang baik akhlaknya sesama manusia,
negeri yang baik dalam beribadah pada Alalh subhanahu wa ta'ala,
Do'a bagi keamanan negeri & berlindung dari syirik :
Robbij'al haadzaal balada aaminaan
( Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman,)
waj nubnii wa baniyya anna'budal ashnam
( dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala )
( QS. Ibrohim (14) : 35 )
Semoga kita semua dapat mewujudkan...
negeri yang aman,
negeri yang tenang & tentram,
negeri yang damai,
negeri yang selamat,
dengan menjadi hamba yang pengasih & penyayang...
seperti kita senantiasa menyebut nama-NYA yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ( Bismillahir-Rahmanir-Rahim )
Hanya dari Allah keselamatan, dan hanya kepada-NYA kita memohon & bertawakal,
Aamiin, ya Robb-al 'alamin... (Kabulkanlah, wahai Tuhan semesta alam)
Sumber rujukan :
Al-Qur'an & Terjemahannya
Kitab Hadits : Riyadhush-Shalihin, karya Imam Nawawi
Janganlah Berbuat Kerusakan di Bumi, Majalah As-Sunnah edisi 01/Thn. XIV, April 2010
http://muslim.or.id/manhaj/terorisme-pengeboman.html
http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/2632-hukum-membunuh-atau-qngebomq-orang-kafir.html
http://almanhaj.or.id/content/2569/slash/0
http://almanhaj.or.id/content/2853/slash/0
http://muslim.or.id/manhaj/akal-dan-agama-mana-yang-mengatakan-ngebom-itu-jihad.html
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi yang lain."
( Muhammad, HR. Thobroni & Daruqutni )
"Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah mudahkan baginya jalan menuju surga."
( Muhammad, HR. Muslim )
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
Sedih sekali mendengar kekerasan terjadi,
dan lebih menyedihkan lagi kekerasan tersebut disandarkan atas nama agama...
Kekerasan... sesuatu yang sangat menyakitkan,
sesuatu yang tidak dibenarkan, dari segi manapun...
Saat ada kasus penyerangan & kekerasan atas nama agama,
lalu sampai teralirkan darah...
hati ini, jiwa ini, begitu sakit mendengarnya...
sebagai manusia, sebagai manusia beriman, sebagai seorang muslim/muslimah, sebagai bangsa Indonesia...
Kasus penyerangan terhadap warga Ahmadiyah, pengeboman atas nama jihad,
darah teralirkan, korban nyawa berjatuhan...
atas nama apa hal tersebut dilakukan?
atas nama agama? atas nama Islam?
Islam...
ingatkah wahai saudaraku, apa arti Islam?
bukankah kata Islam berarti keselamatan...
Wahai saudaraku, ingatkah bagaimana nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Orang Islam adalah orang yang kaum muslimin lainnya terhindar dari gangguan lidah(lisan) & tangannya,"
( HR. Bukhari & Muslim )
"Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram darahnya, harga dirinya, dan hartanya".
( HR Muslim )
Dalam hadits lain Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Demi Allah, saya bersumpah, seseorang itu belum bisa dikatakan beriman.
( Demi Allah, seseorang itu belum bisa disebut beriman. Demi Allah, seseorang belum bisa disebut beriman)."
Seorang sahabat bertanya, "Siapakah orang yang Anda maksud dengan tidak beriman tersebut, wahai Rasulullah?"
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Yaitu orang yang membuat tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya."
( HR. Bukhari & Muslim )
Jika kita mengingat kembali hadits tersebut,
lalu bagaimana engkau bisa menyerang & menyakiti orang lain wahai saudaraku?
Ahmadiyah, siapapun mereka, tidak hak (benar) kita menyakitinya...
jika Ahmadiyah adalah masih bagian dari Islam, maka engkau telah menyakiti saudaramu, yang seharusnya mereka selamat dari gangguan lisan & tanganmu,
jika Ahmadiyah bukan bagian dari Islam, maka engkau telah menyakitinya, paling tidak mereka tetanggamu, mereka manusia ciptaan Allah...
atau siapapun Ahmadiyah... tidak hak (benar) bagi kita menyerang & menyakitinya...
Wahai saudaraku, yang ikut terlibat dalam pengeboman,
atas nama apa engkau melakukannya?
jika engkau melakukannya atas nama Islam, atas nama jihad fiy sabilillah (berjuang di jalan Allah),
tepatkah tindakan yang engkau pilih? langkah & jalan yang engkau tempuh?
jika engkau mengatakan ingin memerangi kaum kuffar (orang kafir), bahkan korban yang berjatuhan tak sedikit dari kaum muslimin (orang Islam),
Wahai saudaraku,
bukankah Allah telah berfirman :
Dan tidak patut bagi seorang yang beriman membunuh seorang yang beriman (yang lain), kecuali karena tersalah (tanpa sengaja).
( QS. An-Nisaa (4) : 92 )
Dan janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan suatu (alasan) yang hak (benar).
( QS. Al-Isro (17) : 33 )
Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik.
Berdo'alah kepada-NYA dengan rasa takut dan penuh harap.
Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaiakn.
( QS. Al-A'raf (7) : 56 )
Wahai saudarakau, lalaikah engkau atas firman-firman Allah tersebut?
Kekerasan, pembunuhan diri manusia telah terjadi sejak zaman Adam hingga saat ini,
pembunuhan pertama kali terjadi pada anak Adam, sebagaimana yang Allah kisahkan dalam surat Al-Ma'idah (5) ayat 27-31,
Maka nafsu (Qobil) mendorongnya untuk membunuh saudaranya, kemudian dia pun (benar-benar) membunuhnya, maka jadilah dia termasuk orang yang rugi.
( QS. Al-Ma'idah (5) : 30 )
Begitu juga pada zaman Bani Israil, dan Allah menetapkan hukum-NYA, sebagaimana dalam surat Al-Ma'idah (5) ayat 32,
Allah ta'ala berfirman :
"Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barang siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain*, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia.**
Barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia.
Sesungguhnya Rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas.
Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi.
( QS. Al-Ma'idah (5) : 32 )
* ada yang namanya hukum Qishosh, yaitu orang yang telah membunuh orang lain boleh dibunuh
** Ketetapan ini berlaku untuk semua umat manusia (bukan hanya untuk Bani Isroil saja), Allah memandang bahwa membunuh seseorang seperti membunuh semua manusia, begitu juga sebaliknya (menolong seseorang seperti menolong semua manusia)
Dan Allah juga menguatkannya dengan menyampaikannya lewat lisan Rasul-NYA,
dari Abdullah bin 'Amr, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Sungguh hancurnya dunia itu lebih ringan di sisi Allah daripada terbunuhnya seorang muslim."
( HR. An-Nasa'i )
Ingatlah wahai saudaraku, membunuh seorang muslim saja lebih besar daripada kehancuran dunia di sisi Allah,
Bahkan jika mereka kaum kuffar (orang kafir), kita juga tidak dibenarkan untuk membunuhnya,
Rasululllah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Barang siapa membunuh seorang mu'ahid (orang kafir yang ada ikatan perjanjian) maka ia tidak akan mencium bau surga, padahal baunya bisa dirasakan dari harak sejauh 40 tahun perjalanan."
( HR. Bukhari )
Dalam hadits lain, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Barangsiapa membunuh seorang kafir dzimmi, maka dia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan 40 tahun."
( HR. An Nasa’i, derajat hadits : shohih )
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda :
"Jauhilah 7 dosa yang membinasakan."
Kemudian ada yang mengatkan, "Wahai Rasulullah, apa dosa-dosa tersebut?"
Lalu beliau shallallahu 'alaihi wasallam mengatkan (di antaranya),
"Berbuat syirik, sihir, membunuh jiwa yang Allah haramkan tanpa jalan yang benar, memakan hasil riba..."
( HR. Bukhari & Muslim )
Wahai saudaraku, lalu atas nama apa engkau menyerang manusia? menumpahkan & mengalirkan darahnya?
jika engkau mengatakan atas nama Islam, bahkan Allah tuhan kita telah melarangnya dengan sangat jelas, dan DIA juga memperingatkannya lewat lisan Rasul-NYA... tidak ada pembenaran terhadap kekerasan & pembunuhan manusia, baik terhadap seorang muslim atau orang kafir***...
*** Ada 4 pembagian terhadap orang kafir, 3 diantaranya haram untuk dibunuh, ke-4 macam orang kafir tersebut adalah :
1. Kafir Dzimmi,
(orang kafir yang membayar jizyah/upeti yang dipungut tiap tahun sebagai imbalan bolehnya mereka tinggal di negeri kaum muslimin)
2. Kafir Mu’ahid,
(orang-orang kafir yang telah terjadi kesepakatan antara mereka dan kaum muslimin untuk tidak berperang dalam kurun waktu yang telah disepakati)
3. Kafir Musta’man,
(orang kafir yang mendapat jaminan keamanan dari kaum muslimin atau sebagian kaum muslimin)
sedangkan orang kafir selain 3 di atas yaitu :
4. Kafir Harbi,
yaitu orang kafir yang menampakkan permusuhan dan menyerang kaum Muslimin, kafir inilah yang boleh diperangi
Maka orang-orang kafir yang masuk suatu wilayah dengan perjanjian tidak boleh dibunuh, pada zaman sekarang misalnya orang-orang kafir yang masuk dengan izin, visa, dan lain sebagainya,
Wahai saudaraku,
aku percaya engkau bermaksud baik, membela Islam, agama yang kita cintai, menegakkan hak-hak Allah,
tapi bukankah kebaikan seharusnya dilakukan di atas kebenaran....
Wahai saudaraku, yang ikut dalam penyerangan terhadap kaum Ahmadiyah,
Mereka (kaum Ahmadiyah) mempunyai aqidah (keyakinan) bahwa ada nabi setelah nabi Muhammad (Mirza Ghulam Ahmad sebagai seorang nabi),
padahal sudah jelas bagi kita bahwa nabi Muhammad adalah nabi terakhir, nabi penutup, nabi akhir zaman,
dan itu yang membuat kita menyatakan kesesatan aqidah (keyakinan) mereka...
aku percaya engkau wahai saudaraku ingin menegakkan aqidah Islam, tapi sudah tepatkah jalan yang engkau tempuh wahai saudaraku?
sudah tepatkah langkah yang engkau ambil?
Wahai saudaraku, ingatkah engkau kisah Musailamah yang mengaku sebagai nabi, padahal saat itu nabi Muhammad bahkan masih hidup...
lalu datanglah utusan Musailamah al-Kadzab (sang pendusta) kepada nabi Muhammad menyampaikan surat untuk beliau,
Muhammad Rasulullah berkata kepada utusan (delegasi) Musailamah :
"Seandainya para utusan (delegasi) boleh dibunuh, tentulah aku akan memotong leher kalian berdua".
( HR. Ahmad & Abu Dawud )
Rasulullah, setelah membaca surat Musailamah, lalu berkata kepada kedua utusan tersebut :
"Apa pendapat kalian berdua?”
Keduanya menjawab: “Kami berpendapat sebagaimana yang ia sampaikan”.
( maksudnya, kedua utusan itu mengakui kenabian Musailamah Al Kadzab )
Lihatlah bagaimana sikap nabi kita, beliau membiarkan utusan tersebut, dari hadits tersebut kita dapat mengambil pelajaran & teladan,
betapapun geramnya hati kita, kita tidak boleh membunuhnya...
Wahai saudaraku, yang ikut terlibat dalam pengeboman,
ingatkah bagaimana sikap Nabi kita terhadap orang kafir?
Kaum Quraisy mengutus Abu Rafi’ kepada Rasulullah,
lalu masuklah iman ke hatinya, maka ia (Abu Rafi') berkata:
"Wahai, Rasulullah. Saya tidak ingin kembali, dan ingin tinggal bersama kalian sebagai muslim”.
Lalu Rasulullah bersabda, “Saya tidak akan melanggar perjanjian, dan tidak akan menahan utusan (delegasi).
Maka kembalilah kepada mereka dalam keadaan aman.
Jika kamu dapati setelah itu di hatimu apa yang ada sekarang, maka kembalilah kepada kami."
Lihatlah bagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memperlakukan orang kafir,
Abu Rafi' yang saat itu masih musyrik, menyatakan beriman dan ingin masuk Islam,
Rasulullah membeiarkannya untuk kembali kepada kaumnya dahulu untuk meyakinkan keimanannya,
jika dia benar-benar beriman maka Rasulullah menerima kedatangannya kembali sebagai muslim,
Nabi Muhammad bersikap terhadap orang kafir...
Lihatlah bagaimana indahnya sikap nabi kita, teladan kita,
bagaimana dia bersikap kepada orang kafir....
Ingatkah engkau bagaimana Rasulullah hingga akhir hidupnya dahulu senantiasa memberi makan seorang pengemis Yahudi yang buta, padahal pengemis tersebut selalu mencaci maki Muhammad saat beliau menyuapi pengemis tersebut, dan pengemis tersebut baru mengetahui bahwa seseorang yang dahulu senantiasa menyuapinya adalah Muhammad orang yang selalu dicaci maki olehnya setelah beliau tidak datang lagi lalu Abu Bakar ganti mendatanginya, mengetahui hal tersebut, maka pengemis tersebut pun akhirnya menyatakan beriman, setelah merasakan indahnya akhlak nabi Muhammad...
Nabi kita Muhammad juga bermu'amalah (berhubungan dalam urusan bisnis & kehidupan sehari-hari) dengan kaum ahli kitab (Yahudi, Nasrani),
beliau membeli kain untuk pakaiannya dari kaum ahli kitab,
beliau menggadaikan baju besinya pada orang Yahudi,
beliau bersikap baik terhadap orang kafir dalam kehidupan sehari-hari, tetapi beliau berlepas diri dalam masalah yang berhubungan dengan peribadahan mereka,
sebagaimana yang Allah telah firmankan dalam surat Al-Kafirun,
dalam salah satu ayatnya :
"Lakum diinukum walii yadiin",
"Untukmu agamamu, dan untukku agamaku."
( QS. Al-Kafirun (109) : 6 )
Kita wajib (harus) berbuat baik terhadap orang kafir, tetapi kita bukan mencintai mereka sebagaimana kita mencintai saudara kita (saudara sesama Islam). Kita bersikap baik terhadap orang kafir dalam kehidupan sehari-hari, tetapi berlepas diri dari sesuatu yang berhubungan dengan peribadahan orang kafir.
Wahai saudaraku,
kekerasan... adakah kebaikan padanya?
ingatlah bagaimana Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam mengajarkan kita tentang kelembutan,
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Sesungguhnya Allah Maha Lembut dan menyukai kelemah-lembutan dalam segala hal."
( HR. Bukhari & Muslim )
"Tidaklah sikap lemah-lembut pada sesuatu pada sesuatu melainkan ia menghiasinya, dan tidaklah sikap lemah-lembut itu dicabut dari sesuatu melainkan ia memperburuknya."
( HR. Muslim )
Wahai saudaraku,
ingatlah, sungguh Allah Maha Pengampun & Maha Penyayang ( Ghofurur-Rahim, Al-Ghofur & Ar-rahim ),
Allah Maha Penerima Taubat & Maha Penyayang ( Tawabur-Rahim)
selalu ada ampunan-NYA untuk kita, jika kita memohon ampun pada-NYA,
selalu terbuka pintu taubat-NYA, jika kita ingin memasukinya,
tidak ada kata terlambat, selama nyawa belum sampai tenggorokan, selama matahari belum terbit dari barat,
selalu terbuka pintu taubat-NYA....
Wahai saudaraku,
kembalilah ke jalan lurus-NYA, jalan yang diridhai-NYA, jalan terang-NYA,
jalan yang ditunjukan dalam Al-Qur'an dan dalam sunnah Rasul-NYA
Semoga negeri kita menjadi negeri yang aman,
negeri yang diberkahi oleh Allah subhanahu wa ta'ala,
negeri yang baik kehidupannya,
negeri yang baik akhlaknya sesama manusia,
negeri yang baik dalam beribadah pada Alalh subhanahu wa ta'ala,
Do'a bagi keamanan negeri & berlindung dari syirik :
Robbij'al haadzaal balada aaminaan
( Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman,)
waj nubnii wa baniyya anna'budal ashnam
( dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala )
( QS. Ibrohim (14) : 35 )
Semoga kita semua dapat mewujudkan...
negeri yang aman,
negeri yang tenang & tentram,
negeri yang damai,
negeri yang selamat,
dengan menjadi hamba yang pengasih & penyayang...
seperti kita senantiasa menyebut nama-NYA yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ( Bismillahir-Rahmanir-Rahim )
Hanya dari Allah keselamatan, dan hanya kepada-NYA kita memohon & bertawakal,
Aamiin, ya Robb-al 'alamin... (Kabulkanlah, wahai Tuhan semesta alam)
Sumber rujukan :
Al-Qur'an & Terjemahannya
Kitab Hadits : Riyadhush-Shalihin, karya Imam Nawawi
Janganlah Berbuat Kerusakan di Bumi, Majalah As-Sunnah edisi 01/Thn. XIV, April 2010
http://muslim.or.id/manhaj/terorisme-pengeboman.html
http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/2632-hukum-membunuh-atau-qngebomq-orang-kafir.html
http://almanhaj.or.id/content/2569/slash/0
http://almanhaj.or.id/content/2853/slash/0
http://muslim.or.id/manhaj/akal-dan-agama-mana-yang-mengatakan-ngebom-itu-jihad.html
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi yang lain."
( Muhammad, HR. Thobroni & Daruqutni )
"Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah mudahkan baginya jalan menuju surga."
( Muhammad, HR. Muslim )
Labels:
akhlak,
Ayat Al-Qur'an,
Hadits,
Islam,
Jalan Keselamatan,
jalan kebaikan
Ada Do’a dalam Ucapan Salam
Bismillahirarahmanirrahim,
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
"Assalamu'alaikum"... "wa rahmatullahi"... "wa barakatuh"
ucapan salam, yang sudah amat sering kita dengar...
sebagai pembuka acara... sebagai pembuka pertemuan...
saat bertemu dengan saudara-saudara kita...
Kita sering mendengarnya...
kita hafal sekali...
bukan hal yang asing bagi kita...
sudahkah kita memahami apa arti ucapan tersebut?
atau ucapan tersebut sekedar terucap "begitu saja"?
dan terdengar "biasa saja"?
As-salam = keselamatan
'alaikum = atas kalian
wa rahmatullahi = dan rahmat (kasing sayang) Allah
wa barakatuh = dan berkah-NYA
Saat seseorang mengucapkan salam kepada kita...
Itu berarti dia sedang mendo'akan kita...
memohon keselamatan, rahmat, & berkat dari Allah untuk kita...
bukankah hal ini merupakan kebaikan?
maka, sudah sepantasnya kita membalas mendo'akannya, yaitu dengan menjawab ucapan salam tersebut...
Allah memerintahkan kita untuk membalas kebaikan dengan kebaikan yang lebih baik atau minimal yang serupa,
Allah ta'ala berfirman :
“Dan apabila kamu diberi penghormatan dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).”
Sungguh, Allah memperhitungkan segala sesuatu.
(QS. An-Nisa’ (4) : 86)
Jika saudara kita mengucapkan :
Assalamu'alaikum,
maka jawablah minimal dengan "Wa'alaikumus-salam",
lebih baik jika kita tambahkan "wa rahmatullahi",
lebih baik lagi ditambah "wa barakatuh",
dan yang paling baik ditambah lagi "wa maghfiratuh" (dan ampunan-NYA)
Ucapan salam juga merupakan hak muslim atas muslim yang lainnya (hak sesama Muslim), sebagaimana yang terdapat dalam hadits :
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Hak muslim pada muslim yang lain ada enam.”
Lalu ada yang menanyakan,
”Apa saja keenam hal itu?”
Lantas beliau shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”(1) Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam padanya,
(2) Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya,
(3) Apabila engkau dimintai nasehat, berilah nasehat padanya,
(4) Apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ’alhamdulillah’), doakanlah dia (dengan mengucapkan ’yarhamukallah’),
(5) Apabila dia sakit, jenguklah dia, dan
(6) Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).”
(HR. Muslim)
Hak yang dimaksud adalah sesuatu yang tidak pantas untuk ditinggalkan, hak tersebuat ada yang bersifat wajib dan ada yang bersifat sunnah mu’akkad (sunnah yang sangat dianjurkan),
Mengenai ucapan salam para ahli ‘ilmu berdasarkan Al-Qur’an & Hadits mengatakan bahwa memulai ucapan salam adalah sunnah, sedangkan menjawab salam adalah wajib,
Lalu bagaimana sebaiknya memulai ucapan salam?
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Hendaklah orang yang berkendaraan memberi salam pada orang yang berjalan.
Orang yang berjalan memberi salam kepada orang yang duduk.
Rombongan yang sedikit memberi salam kepada rombongan yang banyak.”
(HR. Bukhari)
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Yang muda hendaklah memberi salam pada yang tua. Yang berjalan (lewat) hendaklah memberi salam kepada orang yang duduk. Yang sedikit hendaklah memberi salam pada orang yang lebih banyak.”
(HR. Bukhari)
Jika orang yang bertemu sama-sama memiliki sifat yang sama yaitu sama-sama muda, sama-sama berjalan, atau sama-sama berkendaraan dengan kendaraan yang jenisnya sama, maka di antara kedua pihak tersebut sama-sama diperintahkan untuk memulai mengucapkan salam. Yang mulai mengucapkan salam, itulah yang lebih utama.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Dua orang yang berjalan, jika keduanya bertemu, maka yang lebih dulu memulai mengucapkan salam itulah yang lebih utama.”
(Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod dan Al Baihaqi dalam Sunannya)
Namun jika orang yang seharusnya mengucapkan salam pertama kali tidak memulai mengucapkan salam, maka yang lain hendaklah memulai mengucapkan salam agar salam tersebut tidak ditinggalkan. Misalnya, yang lebih tua memberi salam pada yang lebih muda, sehingga kita tetap memperoleh kebaikan salam,
Begitu indahnya & kebaikan dalam ucapan salam,
Rasulullah mengajarkan kita untuk saling mengucapkan salam & menebarkan salam,
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
“Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman.
Kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai.
Maukah aku tunjukkan pada kalian suatu amalan yang jika kalian melakukannya kalian akan saling mencintai?
Sebarkanlah salam di antara kalian.”
( HR. Muslim )
Bukankah kita menginginkan kebaikan untuk saudara kita sebagaimana kita menginginkan kebaikan untuk diri kita?
Maka mengucapkan salam berarti kita memohonkan kebaikan untuk saudara kita...
Maka ucapkanlah salam untuk saudara (se-Islam),
baik yang kita kenal maupun yang tidak kita kenal...
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bahwasanya ada seseorang yang bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Amalan islam apa yang paling baik?”
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab,
“Memberi makan (kepada orang yang butuh)
dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenali dan kepada orang yang tidak engkau kenali. ”
( HR. Bukhari )
Namun, ucapan salam kini hanya sebatas untuk orang yang sudah kita kenal,
padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengajarkan untuk menebar salam untuk saudara seiman,
jika kita mengetahui dia muslim, meski mungkin tidak mengenalnya,
fenomena ini sudah Rasulullah kabarkan,
“Di antara tanda-tanda (dekatnya) hari kiamat adalah seseorang melewati masjid yang tidak pernah dia shalat di sana,
lalu dia hanya mengucapkan salam kepada orang yang dia kenali saja.”
( HR. Ath-Thobroniy, Ath-Thohawiy, Al-Baihaqi )
Sedangkan untuk non-Muslim, kita tidak dianjurkan untuk mengucapkan salam,
tapi ucapan untuk non-Muslim adalah :
“Assalamu ‘ala man ittaba‘a Al-Huda” (semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada yang mengikuti petunjuk)
namun jika mereka mengucapkan salam kepada kita maka kita jawab dengan :
Wa'alaikum (dan juga atas kalian), tanpa kata "As-salam"
“Apabila ahli kitab (Yahudi & Nashrani) mengucapkan salam kepada kalian, maka jawablah, “Wa ‘alaikum (dan juga atas kalian ).”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim )
Fadhilah (keutamaan) ucapan salam :
1. Mengucapkan Salam dapat Mencapai Kesempurnaan Iman
Dari ‘Amar bin Yasir, beliau mengatakan,
“Tiga perkara yang apabila seseorang memiliki ketiga-tiganya, maka akan sempurna imannya: [1] bersikap adil pada diri sendiri, [2] mengucapkan salam pada setiap orang, dan [3] berinfak ketika kondisi pas-pasan. ”
( Diriwayatkan oleh Bukhari )
2. Saling Mengucapkan Salam akan Menimbulkan Rasa Cinta
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan pada kalian suatu amalan yang jika kalian melakukannya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim)
Mengingat indahnya & kebaikan dalam ucapan salam, maka alangkah baiknya jika kita menuliskan ucapan salam kita menuliskannya dengan lengkap, karena kadang ada penulisan yang disingkat sehingga menjadi tidak seperti kata salam lagi,
Misalkan dituliskan dengan Ass, atau Ass.wr.wb,
bukankah ucapan salam adalah kata-kata do’a atau permohonan? Maka jika kita singkat lalu menjadi sesuatu yang tidak punya arti lagi, apakah masih ada ucapan do’a atau kebaikan padanya?
Maka sudah sepantasnya kita menulisakannya dengan lengkap, Assalamu’alaikum, atau Assalamu’alaikum warahmatullah, atau Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
As-Salam juga merupakan salah satu nama & sifat Allah yang terdapat dalam Asma-ul Husna (Nama-nama Terbaik), sehingga saat kita mengucapkan kata As-salam kita mendo’akan saudara kita penjagaan Allah untuknya dan keselamatan baginya,
Semoga kita senantiasa senang mengucapkan salam...
mendo'akan saudara kita...
Wa billahi taufiq wal-hidayah
( Dan dari Allah taufik & hidayah)
Sumber Rujukan :
Al-Qur'an & Terjemahannya
Tebarkanlah Salam, oleh : Muhammad Abduh Tuasikal
http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/ucapkanlah-salam-jawablah-salam.html
http://al-atsariyyah.com/haramnya-mengucapkan-salam-kepada-orang-kafir.html
http://almanhaj.or.id/content/2006/slash/0
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi yang lain."
( Muhammad, HR. Thobroni & Daruqutni )
"Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah mudahkan baginya jalan menuju surga."
( Muhammad, HR. Muslim )
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
"Assalamu'alaikum"... "wa rahmatullahi"... "wa barakatuh"
ucapan salam, yang sudah amat sering kita dengar...
sebagai pembuka acara... sebagai pembuka pertemuan...
saat bertemu dengan saudara-saudara kita...
Kita sering mendengarnya...
kita hafal sekali...
bukan hal yang asing bagi kita...
sudahkah kita memahami apa arti ucapan tersebut?
atau ucapan tersebut sekedar terucap "begitu saja"?
dan terdengar "biasa saja"?
As-salam = keselamatan
'alaikum = atas kalian
wa rahmatullahi = dan rahmat (kasing sayang) Allah
wa barakatuh = dan berkah-NYA
Saat seseorang mengucapkan salam kepada kita...
Itu berarti dia sedang mendo'akan kita...
memohon keselamatan, rahmat, & berkat dari Allah untuk kita...
bukankah hal ini merupakan kebaikan?
maka, sudah sepantasnya kita membalas mendo'akannya, yaitu dengan menjawab ucapan salam tersebut...
Allah memerintahkan kita untuk membalas kebaikan dengan kebaikan yang lebih baik atau minimal yang serupa,
Allah ta'ala berfirman :
“Dan apabila kamu diberi penghormatan dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).”
Sungguh, Allah memperhitungkan segala sesuatu.
(QS. An-Nisa’ (4) : 86)
Jika saudara kita mengucapkan :
Assalamu'alaikum,
maka jawablah minimal dengan "Wa'alaikumus-salam",
lebih baik jika kita tambahkan "wa rahmatullahi",
lebih baik lagi ditambah "wa barakatuh",
dan yang paling baik ditambah lagi "wa maghfiratuh" (dan ampunan-NYA)
Ucapan salam juga merupakan hak muslim atas muslim yang lainnya (hak sesama Muslim), sebagaimana yang terdapat dalam hadits :
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Hak muslim pada muslim yang lain ada enam.”
Lalu ada yang menanyakan,
”Apa saja keenam hal itu?”
Lantas beliau shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”(1) Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam padanya,
(2) Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya,
(3) Apabila engkau dimintai nasehat, berilah nasehat padanya,
(4) Apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ’alhamdulillah’), doakanlah dia (dengan mengucapkan ’yarhamukallah’),
(5) Apabila dia sakit, jenguklah dia, dan
(6) Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).”
(HR. Muslim)
Hak yang dimaksud adalah sesuatu yang tidak pantas untuk ditinggalkan, hak tersebuat ada yang bersifat wajib dan ada yang bersifat sunnah mu’akkad (sunnah yang sangat dianjurkan),
Mengenai ucapan salam para ahli ‘ilmu berdasarkan Al-Qur’an & Hadits mengatakan bahwa memulai ucapan salam adalah sunnah, sedangkan menjawab salam adalah wajib,
Lalu bagaimana sebaiknya memulai ucapan salam?
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Hendaklah orang yang berkendaraan memberi salam pada orang yang berjalan.
Orang yang berjalan memberi salam kepada orang yang duduk.
Rombongan yang sedikit memberi salam kepada rombongan yang banyak.”
(HR. Bukhari)
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Yang muda hendaklah memberi salam pada yang tua. Yang berjalan (lewat) hendaklah memberi salam kepada orang yang duduk. Yang sedikit hendaklah memberi salam pada orang yang lebih banyak.”
(HR. Bukhari)
Jika orang yang bertemu sama-sama memiliki sifat yang sama yaitu sama-sama muda, sama-sama berjalan, atau sama-sama berkendaraan dengan kendaraan yang jenisnya sama, maka di antara kedua pihak tersebut sama-sama diperintahkan untuk memulai mengucapkan salam. Yang mulai mengucapkan salam, itulah yang lebih utama.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Dua orang yang berjalan, jika keduanya bertemu, maka yang lebih dulu memulai mengucapkan salam itulah yang lebih utama.”
(Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod dan Al Baihaqi dalam Sunannya)
Namun jika orang yang seharusnya mengucapkan salam pertama kali tidak memulai mengucapkan salam, maka yang lain hendaklah memulai mengucapkan salam agar salam tersebut tidak ditinggalkan. Misalnya, yang lebih tua memberi salam pada yang lebih muda, sehingga kita tetap memperoleh kebaikan salam,
Begitu indahnya & kebaikan dalam ucapan salam,
Rasulullah mengajarkan kita untuk saling mengucapkan salam & menebarkan salam,
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
“Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman.
Kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai.
Maukah aku tunjukkan pada kalian suatu amalan yang jika kalian melakukannya kalian akan saling mencintai?
Sebarkanlah salam di antara kalian.”
( HR. Muslim )
Bukankah kita menginginkan kebaikan untuk saudara kita sebagaimana kita menginginkan kebaikan untuk diri kita?
Maka mengucapkan salam berarti kita memohonkan kebaikan untuk saudara kita...
Maka ucapkanlah salam untuk saudara (se-Islam),
baik yang kita kenal maupun yang tidak kita kenal...
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bahwasanya ada seseorang yang bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Amalan islam apa yang paling baik?”
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab,
“Memberi makan (kepada orang yang butuh)
dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenali dan kepada orang yang tidak engkau kenali. ”
( HR. Bukhari )
Namun, ucapan salam kini hanya sebatas untuk orang yang sudah kita kenal,
padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengajarkan untuk menebar salam untuk saudara seiman,
jika kita mengetahui dia muslim, meski mungkin tidak mengenalnya,
fenomena ini sudah Rasulullah kabarkan,
“Di antara tanda-tanda (dekatnya) hari kiamat adalah seseorang melewati masjid yang tidak pernah dia shalat di sana,
lalu dia hanya mengucapkan salam kepada orang yang dia kenali saja.”
( HR. Ath-Thobroniy, Ath-Thohawiy, Al-Baihaqi )
Sedangkan untuk non-Muslim, kita tidak dianjurkan untuk mengucapkan salam,
tapi ucapan untuk non-Muslim adalah :
“Assalamu ‘ala man ittaba‘a Al-Huda” (semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada yang mengikuti petunjuk)
namun jika mereka mengucapkan salam kepada kita maka kita jawab dengan :
Wa'alaikum (dan juga atas kalian), tanpa kata "As-salam"
“Apabila ahli kitab (Yahudi & Nashrani) mengucapkan salam kepada kalian, maka jawablah, “Wa ‘alaikum (dan juga atas kalian ).”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim )
Fadhilah (keutamaan) ucapan salam :
1. Mengucapkan Salam dapat Mencapai Kesempurnaan Iman
Dari ‘Amar bin Yasir, beliau mengatakan,
“Tiga perkara yang apabila seseorang memiliki ketiga-tiganya, maka akan sempurna imannya: [1] bersikap adil pada diri sendiri, [2] mengucapkan salam pada setiap orang, dan [3] berinfak ketika kondisi pas-pasan. ”
( Diriwayatkan oleh Bukhari )
2. Saling Mengucapkan Salam akan Menimbulkan Rasa Cinta
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan pada kalian suatu amalan yang jika kalian melakukannya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim)
Mengingat indahnya & kebaikan dalam ucapan salam, maka alangkah baiknya jika kita menuliskan ucapan salam kita menuliskannya dengan lengkap, karena kadang ada penulisan yang disingkat sehingga menjadi tidak seperti kata salam lagi,
Misalkan dituliskan dengan Ass, atau Ass.wr.wb,
bukankah ucapan salam adalah kata-kata do’a atau permohonan? Maka jika kita singkat lalu menjadi sesuatu yang tidak punya arti lagi, apakah masih ada ucapan do’a atau kebaikan padanya?
Maka sudah sepantasnya kita menulisakannya dengan lengkap, Assalamu’alaikum, atau Assalamu’alaikum warahmatullah, atau Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
As-Salam juga merupakan salah satu nama & sifat Allah yang terdapat dalam Asma-ul Husna (Nama-nama Terbaik), sehingga saat kita mengucapkan kata As-salam kita mendo’akan saudara kita penjagaan Allah untuknya dan keselamatan baginya,
Semoga kita senantiasa senang mengucapkan salam...
mendo'akan saudara kita...
Wa billahi taufiq wal-hidayah
( Dan dari Allah taufik & hidayah)
Sumber Rujukan :
Al-Qur'an & Terjemahannya
Tebarkanlah Salam, oleh : Muhammad Abduh Tuasikal
http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/ucapkanlah-salam-jawablah-salam.html
http://al-atsariyyah.com/haramnya-mengucapkan-salam-kepada-orang-kafir.html
http://almanhaj.or.id/content/2006/slash/0
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi yang lain."
( Muhammad, HR. Thobroni & Daruqutni )
"Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah mudahkan baginya jalan menuju surga."
( Muhammad, HR. Muslim )
Labels:
Ayat Al-Qur'an,
Hadits,
Islam,
Jalan Keselamatan,
salam
Allah, tunggu ya aku lagi sibuk
Allah, aku sudah dengar suara adzan dari mushola
katanya adzan itu adalah panggilan agar kita melakukan sholat
aku tahu ini waktunya sholat Ashar...
waktunya memenuhi panggilan-MU...
Allah, Engkau Maha Mengetahui & Maha Melihat...
Engkau tahu kan kalau aku sedang asyik-asyiknya bermain...
Engkau tahu... aku lagi senang-senangnya... lagi kumpul sama teman-teman,permainan kita lagi seru-serunya ...
tunggu ya... aku penuhi panggilan-MU kalau kita sudah selesai main... kan waktu Ashar masih lama...
Langit sudah mulai menggelap...
Matahari sebentar lagi tenggelam...
Tapi aku dan teman-temanku belum juga selesai bermain,
nanggung, lagi seru... kita belum puas bermain...
Tapi langit semakin gelap, hari akan beranjak malam...
terpaksa kita pulang... tak jarang beberapa orang tua kita harus menjemput untuk "memaksa" kita pulang...
sampailah aku di rumah, saat hari menjelang malam...
sholat Ashar aku di penghujung waktu... yang penting sholat :p
Anak-anak kecil mulai berangkat ke mushola...
kita mengaji setelah Maghrib...
waktu Maghrib paling gampang buat sholat...
ngga ada godaan... semua orang lagi ngga beraktivitas...
kita bisa sholat tepat waktu...
Berangkat ke tempat ngaji punya kesenangan tersendiri...
kita ketemu teman-teman lagi...
asyik...bisa bermain :p ngaji sambil bermain :p
Kita biasa pulang sebelum Isya...
kalau nunggu Isya kemalaman...
jadi ya sholat Isya di rumah aja...
begitu sampai di rumah...
kita biasa menonton televisi... wah senang, "kotak ajaib", menghibur banget...
betah kita berlama-lama di nongkrongin televisi...
sholat Isya ntar-ntaran, Isya kan paling lama waktunya...
nanti ya Allah, aku sholat kalau udah mau tidur...
Acara di televisi sudah selesai...
aku pun sudah mengantuk...
orang tuaku mengingatkan untuk sholat Isya...
udah ngantuk banget nih...
meskipun masih harus ke kamar mandi juga, karena aku harus gosok gigi & cuci tangan & kaki sebelum tidur...
masih harus wudhu juga ya? malas... pengen langsung tidur habis ini...
dengan terpaksa wudhu juga...
kembali ke kamar... kasur terlihat begitu menggoda...
tapi masih harus sholat...
ya udahlah sholat dulu, paling ngga sampai 5 menit... yang penting sholat!
Aku masih menikmati tidur, saat aku dengar adzan Subuh...
waktunya bangun... ngga susah sih buat bangun...
tapi harus wudhu di sepagi ini... dingin...
tapi mau ngga mau harus aku lakukan juga... harus sholat Subuh
Aku mulai hari ini...
berangkat ke sekolah... kadang agak malas...
tapi begitu ingat kalau akan ketemu teman-teman dan permainan yang bisa kita lakukan waktu istirahat cukup memberikan semangat :p
Akhirnya selesai juga pelajaran hari itu...
asyik!! pulang sekolah, lalu main dengan teman-teman!
kita sudah merencanakan permainan yang akan kita lakukan siang nanti...
kalau saja dibolehkan, kita lebih senang kalau sepulang sekolah bisa langsung main...
tapi orang tua kita menyuruh kita untuk pulang dulu ke rumah,
ganti baju, makan siang, dan sholat Dzuhur!
mau ngga mau harus dituruti juga...
cepat-cepat ganti baju, makan juga secepatnya, dan sholat secepat mungkin...
kalau ada yang negur sholatnya cepat sekali...
aku jawab : ya cepat, kan bacaa'an do'anya sudah hafal, jadi cepat...
gimana ngga hafal, 5 kali sehari diulang-ulang...
Itulah hari-hari masa kecilku...
sholat-sholatku?
Subuh... kurasakan yang paling berat ambil wudhu saat udara masih dingin...
Dzuhur... aku lagi mau berangkat main, tak sabar segera main dengan teman-teman
Ashar... wah lagi seru-serunya main... ngga asyik kalau dihentikan buat sholat walaupun sholat ngga lama...
jadi sholat Ashar-ku lebih sering di penghujung waktu, tak jarang lewat begitu saja
Maghrib... ngga ada godaan, dan kita asyik-asyik aja, apalagi biasanya sholatnya berjama'ah, dan setelah itu ngumpul sama teman-teman
Isya... udah ngantuk! kenapa harus sholat dulu? kalau sudah ngga tahan ya langsung tidur!
main & dunia permainan yang paling menyenangkan & membahagiakanku
main... ngumpul ma teman-teman... bersenang-senang, main, dan main!
Aku beranjak remaja...
Sibuk dengan sekolahku dan kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler dan les...
mengejar cita-cita!
mulai hidup jauh dari keluarga...
sholat-sholatku?
Subuh... ngga seberat dulu... wudhu di pagi hari juga menyegarkan!
Dzuhur... wah mepet nih... pulang sekolah, makan siang, dan siap-siap beraktivitas lain... ekstra kurikuler, melakukan ini, melakuakan itu...
Ashar... lumayan longgar, tapi biasanya lagi asyik jalan...
Maghrib... sudah sampai... ngga terlalu banyak kendala
Isya... biasanya jadi penutup malam... setelah semua aktivitas selesai...
pas, gosok gigi, cuci tangan & kaki, wudhu... tidurnya jadi nyaman...
Hidup jauh dari keluarga, ngga ada yang ngingetin buat sholat lagi, jadi ya harus mengingatkan diri sendiri...
Kita mulai beranjak dewasa...
dewasa muda... mulai menemukan jati diri kita, kita mencari tahu apa yang kita butuhkan,
kemana kita akan mengarahkan diri-diri kita, kita harus lebih aktif memenuhi kebutuhan diri kita,
kita semakin "dilepas", belajar bergerak sendiri
"melihat realita", mempersiapkan diri untuk "berdiri di atas kaki sendiri",
mempersiapkan diri untuk "menjalani kehidupan di dunia nyata"
Sholat... kadang ngga mudah untuk menjaga sholat 5 waktu kita, sholat pada waktunya...
waktu terasa sempit, di antara padatnya jawal-jadwal kita...
Sholat-lah aku dengan begitu cepatnya, di antara aktivitas-aktivitasku,
yang penting sholat! seadanya, sekedarnya... yang penting gugur sudah kewajiban sholat...
ya... melaksanakan sholat tak jarang hanya sekedar menggugurkan kewajiban
Allah...
ternyata aku sering ya mengulur-ulur waktu memenuhi panggilan-MU...
dan saat penuhi panggilan-MU, aku melakukannya dengan secepat mungkin... seadanya, sekedarnya...
sebagai penggugur kewajibanku...
tapi ada kalanya aku memperhatikan sholatku...
saat aku merasa begitu membutuhkanmu,
saat aku memohon pada-Mu untuk mengabulkan permintaanku,
saat-saat itu, aku berusaha melakukan sholat dengan sebaik-baiknya, sebaik yang aku bisa...
Allah...
aku ingin menikmati sholat-sholatku...
aku ingin melakukan sholat sebaik-baiknya...
sholat yang khusyu... khusyu hatinya...
sholat yang tumaninah... dilakukan dengan tenang...
Allah...
aku baru mengetahui...
kalau Nabi Muhammad paling mencintai sholat...
sholat penyejuk hatinya...
Allah aku ingin seperti beliau...
yang sholat menjadi penyejuk hatinya, penenang hatinya
Allah...
aku juga baru mengetahui...
kalau hal pertama yang akan Engkau lihat pada kami adalah sholat kami...
kalau sholat kami baik, maka akan baik sesudahnya...
kalau sholat kamu buruk, maka akan berat sesudahnya...
Allah...
salah satu tanda mencintai-Mu...
adalah dengan banyak mengingat-MU... dzikrullah...
ternyata sholat juga dzikrullah...
sholat adalah munajat/do'a...
dalam sholat berisi begitu banyak permohonan yang sedang kami panjatkan...
tapi aku belum memahami makna-makna do'a yang aku panjatkan...
maka do'a-do'a itu tak lebih dari sekedar ucapan hafalan...
Allah bantu aku ya...
untuk memperbaiki sholatku...
untuk menikmati sholat-sholatku
untuk senantiasa merindukan sholat... mengingat-Mu... bermunajat pada-Mu...
Allah jauhkan aku dari melalaikan sholat...
lalai dari melaksanakannya...
atau aku melaksanakannya, tapi aku lalai waktunya (mengulur-ulurnya)...
atau aku melaksanakannya tapi hatiku entah kemana...
Allah... bantu aku untuk mewujudkan peribadahanku pada-MU...
hanya kepada Engkau kami beribadah, hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan
( Iyyaa-ka na'budu, wa iyyaa-ka nasta'iin )
Ayat-ayat Al-Qur’an seputar sholat :
Allah ta’ala berfirman :
“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada ilah (Tuhan, yang berhak diibadahi dengan benar) selain Aku, maka beribadahlah kepada-KU dan dirikanlah sholat untuk mengingat Aku.”
( QS. Thohaa (20) : 14 )
“Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan dirikanlah sholat.
Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji & mungkar.
Dan ketahuilah mengingat Allah (sholat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain).
Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
( QS. Al-Ankabut (29) : 45 )
“…Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”
( QS. An-Nisaa (4) : 13 )
“Katakanlah (Muhammad) kepada hamba-hamba-KU yang telah beriman, ‘Hendaklah mereka mendirikan sholat.’”
( QS. Ibrohim ( 14) : 31 )
Hadits-hadits seputar sholat :
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Pokok segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah sholat, dan puncaknya adalah jihad (berjuang) di jalan Allah…”
( HR. Ahmad, derajat hadits : shohih )
“Perkara yang pertama kali dihisab (dihitung) dari seorang hamba pada hari Kiamat adalah sholat. Apabila sholatnya baik, maka seluruh amalnya pun baik. Apabila sholatnya buruk, maka seluruh amalnya pun buruk.”
( HR. Thobroni, derajat hadits : shohih )
“Perjanjian antara kita dengan mereka adalah sholat. Barangsiapa meninggalkannya, maka ia telah kafir.”
( HR. Ibnu Majah, At-Tirmidzi, An-Nasa-I, derajat hadits : shohih)
* maksudnya :
orang yang mengingkari wajibnya (menganggap sholat tidaklah wajib) sholat maka ia terhitung kafir,
sedangkan jika orang yang mengakui wajibnya sholat tapi tidak melaksanakannya karena enggan (malas) maka ia tidak kafir
“Antara seorang hamba dengan kekufuran dan iman adalah sholat. Apabila ia meninggalkan sholat maka ia telah berbuat syirik.”
( HR. Ath-Thobari, derajat hadits : shohih )
kufur dalam hadits di atas adalah kufur kecil yang tidak mengeluarkan dari Islam
“Luruskanlah dan mendekatlah, beramallah dan pilihlah. Dan ketahuilah sebaik-baik amal kalian adalah sholat. Dan tidaklah menjaga wudhu’, melainkan seorang mukmin.”
( HR. Ahamd, derajat hadits : shohih )
“Amalan apakah yang paling dicintai Allah?”
Rasulullah menjawab : “Mengerjakan sholat pada waktunya.”
“Kemudian apa?”
Rasulullah menjawab : “Kemudia berbakti kepada kedua orang tua.”
“Kemudian apa?”
Rasulullah menjawab : “Kemudia jihad (berjuang) di jalan Allah.”
( HR. Bukhori & Muslim )
“Perumpamaan sholat 5 waktu itu seperti sungai yang mengalir & penuh air di depan pintu salah seorang di antara kalian. Dia selalu mandi di sungai itu 5 kali sehari.”
( HR. Muslim )
maksudnya : saat kita mengerjakan sholat laksana mandi di sungai tersebut, sebagaimana mandi menghilangkan kotoran pada badan, sholat menghilangkan kotoran pada jiwa
“Sholat 5 waktu, hari Jum’at ke Jum’at berikutnya, dan bulan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya dapat menghapuskan berbagai kesalahan (dosa kecil) yang terjadi di antara semuanya jika ia menjauhi dosa-dosa besar.”
( HR. Muslim )
Nasihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada sahabatnya Tsauban :
“Engkau harus memperbanyak bersujud (sholat). Sesungguhnya engkau tidak bersujud sekali saja kepada Allah, kecuali dengan sujud itu Allah akan mengangkatmu satu derajat dan menghapuskan satu kesalahan darimu.”
( HR. Muslim )
katanya adzan itu adalah panggilan agar kita melakukan sholat
aku tahu ini waktunya sholat Ashar...
waktunya memenuhi panggilan-MU...
Allah, Engkau Maha Mengetahui & Maha Melihat...
Engkau tahu kan kalau aku sedang asyik-asyiknya bermain...
Engkau tahu... aku lagi senang-senangnya... lagi kumpul sama teman-teman,permainan kita lagi seru-serunya ...
tunggu ya... aku penuhi panggilan-MU kalau kita sudah selesai main... kan waktu Ashar masih lama...
Langit sudah mulai menggelap...
Matahari sebentar lagi tenggelam...
Tapi aku dan teman-temanku belum juga selesai bermain,
nanggung, lagi seru... kita belum puas bermain...
Tapi langit semakin gelap, hari akan beranjak malam...
terpaksa kita pulang... tak jarang beberapa orang tua kita harus menjemput untuk "memaksa" kita pulang...
sampailah aku di rumah, saat hari menjelang malam...
sholat Ashar aku di penghujung waktu... yang penting sholat :p
Anak-anak kecil mulai berangkat ke mushola...
kita mengaji setelah Maghrib...
waktu Maghrib paling gampang buat sholat...
ngga ada godaan... semua orang lagi ngga beraktivitas...
kita bisa sholat tepat waktu...
Berangkat ke tempat ngaji punya kesenangan tersendiri...
kita ketemu teman-teman lagi...
asyik...bisa bermain :p ngaji sambil bermain :p
Kita biasa pulang sebelum Isya...
kalau nunggu Isya kemalaman...
jadi ya sholat Isya di rumah aja...
begitu sampai di rumah...
kita biasa menonton televisi... wah senang, "kotak ajaib", menghibur banget...
betah kita berlama-lama di nongkrongin televisi...
sholat Isya ntar-ntaran, Isya kan paling lama waktunya...
nanti ya Allah, aku sholat kalau udah mau tidur...
Acara di televisi sudah selesai...
aku pun sudah mengantuk...
orang tuaku mengingatkan untuk sholat Isya...
udah ngantuk banget nih...
meskipun masih harus ke kamar mandi juga, karena aku harus gosok gigi & cuci tangan & kaki sebelum tidur...
masih harus wudhu juga ya? malas... pengen langsung tidur habis ini...
dengan terpaksa wudhu juga...
kembali ke kamar... kasur terlihat begitu menggoda...
tapi masih harus sholat...
ya udahlah sholat dulu, paling ngga sampai 5 menit... yang penting sholat!
Aku masih menikmati tidur, saat aku dengar adzan Subuh...
waktunya bangun... ngga susah sih buat bangun...
tapi harus wudhu di sepagi ini... dingin...
tapi mau ngga mau harus aku lakukan juga... harus sholat Subuh
Aku mulai hari ini...
berangkat ke sekolah... kadang agak malas...
tapi begitu ingat kalau akan ketemu teman-teman dan permainan yang bisa kita lakukan waktu istirahat cukup memberikan semangat :p
Akhirnya selesai juga pelajaran hari itu...
asyik!! pulang sekolah, lalu main dengan teman-teman!
kita sudah merencanakan permainan yang akan kita lakukan siang nanti...
kalau saja dibolehkan, kita lebih senang kalau sepulang sekolah bisa langsung main...
tapi orang tua kita menyuruh kita untuk pulang dulu ke rumah,
ganti baju, makan siang, dan sholat Dzuhur!
mau ngga mau harus dituruti juga...
cepat-cepat ganti baju, makan juga secepatnya, dan sholat secepat mungkin...
kalau ada yang negur sholatnya cepat sekali...
aku jawab : ya cepat, kan bacaa'an do'anya sudah hafal, jadi cepat...
gimana ngga hafal, 5 kali sehari diulang-ulang...
Itulah hari-hari masa kecilku...
sholat-sholatku?
Subuh... kurasakan yang paling berat ambil wudhu saat udara masih dingin...
Dzuhur... aku lagi mau berangkat main, tak sabar segera main dengan teman-teman
Ashar... wah lagi seru-serunya main... ngga asyik kalau dihentikan buat sholat walaupun sholat ngga lama...
jadi sholat Ashar-ku lebih sering di penghujung waktu, tak jarang lewat begitu saja
Maghrib... ngga ada godaan, dan kita asyik-asyik aja, apalagi biasanya sholatnya berjama'ah, dan setelah itu ngumpul sama teman-teman
Isya... udah ngantuk! kenapa harus sholat dulu? kalau sudah ngga tahan ya langsung tidur!
main & dunia permainan yang paling menyenangkan & membahagiakanku
main... ngumpul ma teman-teman... bersenang-senang, main, dan main!
Aku beranjak remaja...
Sibuk dengan sekolahku dan kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler dan les...
mengejar cita-cita!
mulai hidup jauh dari keluarga...
sholat-sholatku?
Subuh... ngga seberat dulu... wudhu di pagi hari juga menyegarkan!
Dzuhur... wah mepet nih... pulang sekolah, makan siang, dan siap-siap beraktivitas lain... ekstra kurikuler, melakukan ini, melakuakan itu...
Ashar... lumayan longgar, tapi biasanya lagi asyik jalan...
Maghrib... sudah sampai... ngga terlalu banyak kendala
Isya... biasanya jadi penutup malam... setelah semua aktivitas selesai...
pas, gosok gigi, cuci tangan & kaki, wudhu... tidurnya jadi nyaman...
Hidup jauh dari keluarga, ngga ada yang ngingetin buat sholat lagi, jadi ya harus mengingatkan diri sendiri...
Kita mulai beranjak dewasa...
dewasa muda... mulai menemukan jati diri kita, kita mencari tahu apa yang kita butuhkan,
kemana kita akan mengarahkan diri-diri kita, kita harus lebih aktif memenuhi kebutuhan diri kita,
kita semakin "dilepas", belajar bergerak sendiri
"melihat realita", mempersiapkan diri untuk "berdiri di atas kaki sendiri",
mempersiapkan diri untuk "menjalani kehidupan di dunia nyata"
Sholat... kadang ngga mudah untuk menjaga sholat 5 waktu kita, sholat pada waktunya...
waktu terasa sempit, di antara padatnya jawal-jadwal kita...
Sholat-lah aku dengan begitu cepatnya, di antara aktivitas-aktivitasku,
yang penting sholat! seadanya, sekedarnya... yang penting gugur sudah kewajiban sholat...
ya... melaksanakan sholat tak jarang hanya sekedar menggugurkan kewajiban
Allah...
ternyata aku sering ya mengulur-ulur waktu memenuhi panggilan-MU...
dan saat penuhi panggilan-MU, aku melakukannya dengan secepat mungkin... seadanya, sekedarnya...
sebagai penggugur kewajibanku...
tapi ada kalanya aku memperhatikan sholatku...
saat aku merasa begitu membutuhkanmu,
saat aku memohon pada-Mu untuk mengabulkan permintaanku,
saat-saat itu, aku berusaha melakukan sholat dengan sebaik-baiknya, sebaik yang aku bisa...
Allah...
aku ingin menikmati sholat-sholatku...
aku ingin melakukan sholat sebaik-baiknya...
sholat yang khusyu... khusyu hatinya...
sholat yang tumaninah... dilakukan dengan tenang...
Allah...
aku baru mengetahui...
kalau Nabi Muhammad paling mencintai sholat...
sholat penyejuk hatinya...
Allah aku ingin seperti beliau...
yang sholat menjadi penyejuk hatinya, penenang hatinya
Allah...
aku juga baru mengetahui...
kalau hal pertama yang akan Engkau lihat pada kami adalah sholat kami...
kalau sholat kami baik, maka akan baik sesudahnya...
kalau sholat kamu buruk, maka akan berat sesudahnya...
Allah...
salah satu tanda mencintai-Mu...
adalah dengan banyak mengingat-MU... dzikrullah...
ternyata sholat juga dzikrullah...
sholat adalah munajat/do'a...
dalam sholat berisi begitu banyak permohonan yang sedang kami panjatkan...
tapi aku belum memahami makna-makna do'a yang aku panjatkan...
maka do'a-do'a itu tak lebih dari sekedar ucapan hafalan...
Allah bantu aku ya...
untuk memperbaiki sholatku...
untuk menikmati sholat-sholatku
untuk senantiasa merindukan sholat... mengingat-Mu... bermunajat pada-Mu...
Allah jauhkan aku dari melalaikan sholat...
lalai dari melaksanakannya...
atau aku melaksanakannya, tapi aku lalai waktunya (mengulur-ulurnya)...
atau aku melaksanakannya tapi hatiku entah kemana...
Allah... bantu aku untuk mewujudkan peribadahanku pada-MU...
hanya kepada Engkau kami beribadah, hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan
( Iyyaa-ka na'budu, wa iyyaa-ka nasta'iin )
Ayat-ayat Al-Qur’an seputar sholat :
Allah ta’ala berfirman :
“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada ilah (Tuhan, yang berhak diibadahi dengan benar) selain Aku, maka beribadahlah kepada-KU dan dirikanlah sholat untuk mengingat Aku.”
( QS. Thohaa (20) : 14 )
“Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan dirikanlah sholat.
Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji & mungkar.
Dan ketahuilah mengingat Allah (sholat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain).
Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
( QS. Al-Ankabut (29) : 45 )
“…Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”
( QS. An-Nisaa (4) : 13 )
“Katakanlah (Muhammad) kepada hamba-hamba-KU yang telah beriman, ‘Hendaklah mereka mendirikan sholat.’”
( QS. Ibrohim ( 14) : 31 )
Hadits-hadits seputar sholat :
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Pokok segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah sholat, dan puncaknya adalah jihad (berjuang) di jalan Allah…”
( HR. Ahmad, derajat hadits : shohih )
“Perkara yang pertama kali dihisab (dihitung) dari seorang hamba pada hari Kiamat adalah sholat. Apabila sholatnya baik, maka seluruh amalnya pun baik. Apabila sholatnya buruk, maka seluruh amalnya pun buruk.”
( HR. Thobroni, derajat hadits : shohih )
“Perjanjian antara kita dengan mereka adalah sholat. Barangsiapa meninggalkannya, maka ia telah kafir.”
( HR. Ibnu Majah, At-Tirmidzi, An-Nasa-I, derajat hadits : shohih)
* maksudnya :
orang yang mengingkari wajibnya (menganggap sholat tidaklah wajib) sholat maka ia terhitung kafir,
sedangkan jika orang yang mengakui wajibnya sholat tapi tidak melaksanakannya karena enggan (malas) maka ia tidak kafir
“Antara seorang hamba dengan kekufuran dan iman adalah sholat. Apabila ia meninggalkan sholat maka ia telah berbuat syirik.”
( HR. Ath-Thobari, derajat hadits : shohih )
kufur dalam hadits di atas adalah kufur kecil yang tidak mengeluarkan dari Islam
“Luruskanlah dan mendekatlah, beramallah dan pilihlah. Dan ketahuilah sebaik-baik amal kalian adalah sholat. Dan tidaklah menjaga wudhu’, melainkan seorang mukmin.”
( HR. Ahamd, derajat hadits : shohih )
“Amalan apakah yang paling dicintai Allah?”
Rasulullah menjawab : “Mengerjakan sholat pada waktunya.”
“Kemudian apa?”
Rasulullah menjawab : “Kemudia berbakti kepada kedua orang tua.”
“Kemudian apa?”
Rasulullah menjawab : “Kemudia jihad (berjuang) di jalan Allah.”
( HR. Bukhori & Muslim )
“Perumpamaan sholat 5 waktu itu seperti sungai yang mengalir & penuh air di depan pintu salah seorang di antara kalian. Dia selalu mandi di sungai itu 5 kali sehari.”
( HR. Muslim )
maksudnya : saat kita mengerjakan sholat laksana mandi di sungai tersebut, sebagaimana mandi menghilangkan kotoran pada badan, sholat menghilangkan kotoran pada jiwa
“Sholat 5 waktu, hari Jum’at ke Jum’at berikutnya, dan bulan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya dapat menghapuskan berbagai kesalahan (dosa kecil) yang terjadi di antara semuanya jika ia menjauhi dosa-dosa besar.”
( HR. Muslim )
Nasihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada sahabatnya Tsauban :
“Engkau harus memperbanyak bersujud (sholat). Sesungguhnya engkau tidak bersujud sekali saja kepada Allah, kecuali dengan sujud itu Allah akan mengangkatmu satu derajat dan menghapuskan satu kesalahan darimu.”
( HR. Muslim )
Labels:
Ayat Al-Qur'an,
Hadits,
Islam,
Jalan Keselamatan,
Jalan Kebahagiaan,
jalan surga,
sholat
Nasihat (Pengingat) Indah
Bismillah,
Dengan menyebut nama Allah,
Allah ta'ala berfirman :
Sungguh, manusia berada dalam kerugian,
kecuali orang-orang yang beriman & mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.
( QS. Al-'Asr (103) : 2-3 )
Para ulama (ahli ilmu), biasa menuliskan surat untuk sahabatnya, dan menuliskan kalimat berikut :
Pertama:
Barangsiapa memperbaiki amalan batinnya/hatinya, Allah pun akan memperbaiki amalan lahiriyahnya.
Kedua :
Barangsiapa memperbaiki hubungan antara dirinya dengan Allah, Allah akan memperbaiki hubungannnya dengan sesama manusia.
Ketiga :
Barangsiapa yang beramal demi tujuan akhirat, Allah akan mencukupkan urusan dunianya.
Dari nasihat di atas, dapat kita ambil pelajaran :
1. Berusaha menyeimbangkan amalan batin/hati dan amalan lahiriyah
Salah satu tanda keikhlashan & kejujuran adalah apa yang ada dalam hati sesuai dengan yang ditampakkan
Memperbaiki hati adalah awal dari memperbaiki diri (badan)
2. Memperbaiki hubungan dengan Allah dengan menunaikan hak-hak Allah, ber-akhlak baik kepada Allah, memurnikan ibadah & pendekatan diri hanya pada-NYA.
Jika kita senantiasa berakhlak baik kepada Allah, Allah akan memudahkan kita untuk berakhlak baik kepada sesama manusia,
salah satu tanda kecintaan Allah pada seorang hamba adalah dengan ditanamkannya cinta penduduk bumi (manusia) pada hamba tersebut
Dalam sebuah hadits Qudsi :
"Apabila Allah mencintai seorang hamba, maka DIA akan berkata pada Jibril bahwa Allah mencintainya (hamba tersebut), maka cintailah hamba tersebut.
Maka Jibril pun mencintainya, kemudian Jibril menyeru kepada penduduk langit bahwa Allah mencintainya (hamba tersebut), maka cintailah hamba tersebut.
Maka penduduk langit pun mencintainya.
Kemudian, penduduk bumi pun menerima dirinya." ( ditanamkanlah kecintaan padanya di bumi )
( HR. Bukhari & Muslim )
3. Tujuan beramal/berbuat untuk mengharap ridho Allah subhnahu wa ta'ala, untuk tujuan akhirat, bukan cuma untuk tujuan dunia semata (memperoleh balasan kebaikan di dunia)
Jika hamba beramal untuk tujuan akhirat, Allah akan memberinya kebaikan di dunia & akhirat,
Jika hamba beramal hanya untuk tujuan dunia, Allah hanya kan memberinya kebaikan di dunia
Allah ta'ala berfirman :
Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia Kmai berikan kepadanya sebagian darinya (keuntngan dunia), tetrapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat.
( QS. Asy-Syura (42) : 20 )
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
Barangsiapa yang niatnya untuk tujuan akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, DIA akan menyatukan urusannya yang tercerai-berai, dunia pun akan dia peroleh & tunduk padanya.
Barangsiapa yang niatnya adalah untuk meraih dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai-beraikan urusannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.
( HR. Tirmidzi, derajat hadits : shohih )
Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda :
Umat ini diberi kabar gembira dengan kemuliaan, kedudukan, agama, & kekuatan di muka bumi.
Barangsiapa dari umat ini yang melakukan amalan akhirat untuk meraih dunia, maka di akhirat dia tidak mendapatkan satu bagian pun.
( HR. Ahmad, Ibnu Hibban, derajat hadits : shohih )
Semoga kita senantiasa tergerak untuk melakukan kebaikan, dan mengajak kepada kebaikan. Semoga kita senatiasa menikmati pendekatan (ibadah) kita kepada Allah, memperbagus hubungan kita dengan-NYA, dan Allah senantiasa memudahkan kita untuk beramal demi mengharap keridhoan-NYA, Aamiin….
Sumber Rujukan :
Al-Qur'an & Terjemahannya
http://hadits-qudsi.blogspot.com/2010/01/kecintaan-allah-taala-terhadap-hambanya.html
http://nasehatrumaysho.wordpress.com/
http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/inginkah-anda-menjadi-orang-yang-ikhlas.html
“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.”
Dengan menyebut nama Allah,
Allah ta'ala berfirman :
Sungguh, manusia berada dalam kerugian,
kecuali orang-orang yang beriman & mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.
( QS. Al-'Asr (103) : 2-3 )
Para ulama (ahli ilmu), biasa menuliskan surat untuk sahabatnya, dan menuliskan kalimat berikut :
Pertama:
Barangsiapa memperbaiki amalan batinnya/hatinya, Allah pun akan memperbaiki amalan lahiriyahnya.
Kedua :
Barangsiapa memperbaiki hubungan antara dirinya dengan Allah, Allah akan memperbaiki hubungannnya dengan sesama manusia.
Ketiga :
Barangsiapa yang beramal demi tujuan akhirat, Allah akan mencukupkan urusan dunianya.
Dari nasihat di atas, dapat kita ambil pelajaran :
1. Berusaha menyeimbangkan amalan batin/hati dan amalan lahiriyah
Salah satu tanda keikhlashan & kejujuran adalah apa yang ada dalam hati sesuai dengan yang ditampakkan
Memperbaiki hati adalah awal dari memperbaiki diri (badan)
2. Memperbaiki hubungan dengan Allah dengan menunaikan hak-hak Allah, ber-akhlak baik kepada Allah, memurnikan ibadah & pendekatan diri hanya pada-NYA.
Jika kita senantiasa berakhlak baik kepada Allah, Allah akan memudahkan kita untuk berakhlak baik kepada sesama manusia,
salah satu tanda kecintaan Allah pada seorang hamba adalah dengan ditanamkannya cinta penduduk bumi (manusia) pada hamba tersebut
Dalam sebuah hadits Qudsi :
"Apabila Allah mencintai seorang hamba, maka DIA akan berkata pada Jibril bahwa Allah mencintainya (hamba tersebut), maka cintailah hamba tersebut.
Maka Jibril pun mencintainya, kemudian Jibril menyeru kepada penduduk langit bahwa Allah mencintainya (hamba tersebut), maka cintailah hamba tersebut.
Maka penduduk langit pun mencintainya.
Kemudian, penduduk bumi pun menerima dirinya." ( ditanamkanlah kecintaan padanya di bumi )
( HR. Bukhari & Muslim )
3. Tujuan beramal/berbuat untuk mengharap ridho Allah subhnahu wa ta'ala, untuk tujuan akhirat, bukan cuma untuk tujuan dunia semata (memperoleh balasan kebaikan di dunia)
Jika hamba beramal untuk tujuan akhirat, Allah akan memberinya kebaikan di dunia & akhirat,
Jika hamba beramal hanya untuk tujuan dunia, Allah hanya kan memberinya kebaikan di dunia
Allah ta'ala berfirman :
Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia Kmai berikan kepadanya sebagian darinya (keuntngan dunia), tetrapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat.
( QS. Asy-Syura (42) : 20 )
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
Barangsiapa yang niatnya untuk tujuan akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, DIA akan menyatukan urusannya yang tercerai-berai, dunia pun akan dia peroleh & tunduk padanya.
Barangsiapa yang niatnya adalah untuk meraih dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai-beraikan urusannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.
( HR. Tirmidzi, derajat hadits : shohih )
Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda :
Umat ini diberi kabar gembira dengan kemuliaan, kedudukan, agama, & kekuatan di muka bumi.
Barangsiapa dari umat ini yang melakukan amalan akhirat untuk meraih dunia, maka di akhirat dia tidak mendapatkan satu bagian pun.
( HR. Ahmad, Ibnu Hibban, derajat hadits : shohih )
Semoga kita senantiasa tergerak untuk melakukan kebaikan, dan mengajak kepada kebaikan. Semoga kita senatiasa menikmati pendekatan (ibadah) kita kepada Allah, memperbagus hubungan kita dengan-NYA, dan Allah senantiasa memudahkan kita untuk beramal demi mengharap keridhoan-NYA, Aamiin….
Sumber Rujukan :
Al-Qur'an & Terjemahannya
http://hadits-qudsi.blogspot.com/2010/01/kecintaan-allah-taala-terhadap-hambanya.html
http://nasehatrumaysho.wordpress.com/
http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/inginkah-anda-menjadi-orang-yang-ikhlas.html
“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.”
Labels:
Hadits,
Islam,
Jalan Kebahagiaan,
jalan kebaikan,
jalan surga,
nasihat
Thursday, December 2, 2010
Saat Hujan
Saat Hujan
Allohumma shoyyibaan naafi'aan
"Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat (untuk manusia, tanaman dan binatang)."
( HR. Bukhari )
Rasulullah biasa mengucapkan do'a tersebut saat turun hujan.
Hujan...
peristiwa yang sering kita alami dalam keseharian kita...
pernah ngga merenungkan tentang hujan?
seperti apa kita memandang hujan? merasakan hujan? memaknai hujan?
kesal karena susah keluar rumah? atau karena jemuran ngga kering-kering?
senang karena bisa hujan-hujanan?
atau senang karena tak perlu repot-repot mencuci kendaraan kita?
begitu beragam pemaknaan kita akan hujan...
Hujan, merupakan rahmat (kasih sayang) Allah kepada kita
Dulu, saat masih duduk di bangku sekolah dasar, ada kata-kata :
"air, api, kecil jadi kawan, besar jadi lawan"
keberadaan mereka sangat membantu kita dalam memenuhi kebutuhan kita dalam hidup, namun saat berlebihan mereka tak jarang menimbulkan kerugian bagi kita...
Melihat 2 sisi (manfaat & bahaya) mereka, maka terasa begitu indahnya do'a yang ducapkan nabi kita.
Dan begitulah kehidupan ini, Allah memberikan kebaikan & keburukan, yang semuanya tak lain untuk kebaikan kita.
Selalu ada alasan atas semua ketetapan-NYA, selalu ada pelajaran (hikmah) dari ketetapan-NYA.
Suatu hari saat hujan turun begitu derasnya, saya yang akan bepergian ingin memesan taksi.
Lama menghubungi taksi tak dapat juga, setelah sekitar hampir sejam akhirnya saya dapat taksi juga.
Saat sudah naik taksi, saya ngobrol dengan si pengemudi taksinya.
Saya mengatakan betapa susahnya mendapatkan taksi, apakah karena hujan?
Si pengemudi taksi menjawab, karena saat itu menjelang lebaran, maka banyak taksi yang di-carter untuk keluar kota. Lalu si pengemudi taksi melanjutkan lagi, bahwa dia berharap hujan lebih lama dulu, karena membawa keberkahan baginya.
Dia mengatakan, kalau tidak hujan mungkin saya tidak naik taksinya, karena bisa diantar naik motor.
Hujan... peristiwa dalam keseharian kehidupan kita...
dengan berbagai manfaat, beragam makna bagi makhluk hidup, dan manusia pada khususnya
Betapa indahnya, jika kita dapat senatiasa merasakan semua sebagai nikmat, dan ingat bahwa semua dari-NYA
saat turun hujan, dan kita merasa kedinginan,
Allah sedang memberikan kita kenikmatan dalam hangatnya selimut yang menyelimuti kita
saat turun hujan,
Allah sedang memberikan kesempatan untuk kita menikmati hangatnya secangkir teh atau kopi, atau nikmatnya menyantap mendoan atau gorengan, atau menikmati hangatnya semangkuk mie atau makanan berkuah
saat turun hujan, dan kita susah keluar rumah, dan pada akhirnya membuat kita "diam di rumah",
Allah sedang menyediakan "ruang" untuk kita bersama keluarga & orang-orang tercinta, dan merekatkan kembali kedekatan kita
saat turun hujan,
begitu banyak manfaat yang diterima makhluk hidup,
Hujan, salah satu rahmat (kasih-sayang) Allah terhadap makhluk-NYA
Merasakan hujan, menikmati hujan, mensyukuri hujan...
Semoga kita senantiasa menjalani kehidupan kita dengan kesyukuran..., dalam kesabaran...
dengan kebaikan..., dalam kebenaran...
Aamiin, ya Robb-al 'alamin
( Kabulkanlah, wahai Tuhan alam semesta )
Allohumma shoyyibaan naafi'aan
"Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat (untuk manusia, tanaman dan binatang)."
( HR. Bukhari )
Rasulullah biasa mengucapkan do'a tersebut saat turun hujan.
Hujan...
peristiwa yang sering kita alami dalam keseharian kita...
pernah ngga merenungkan tentang hujan?
seperti apa kita memandang hujan? merasakan hujan? memaknai hujan?
kesal karena susah keluar rumah? atau karena jemuran ngga kering-kering?
senang karena bisa hujan-hujanan?
atau senang karena tak perlu repot-repot mencuci kendaraan kita?
begitu beragam pemaknaan kita akan hujan...
Hujan, merupakan rahmat (kasih sayang) Allah kepada kita
Dulu, saat masih duduk di bangku sekolah dasar, ada kata-kata :
"air, api, kecil jadi kawan, besar jadi lawan"
keberadaan mereka sangat membantu kita dalam memenuhi kebutuhan kita dalam hidup, namun saat berlebihan mereka tak jarang menimbulkan kerugian bagi kita...
Melihat 2 sisi (manfaat & bahaya) mereka, maka terasa begitu indahnya do'a yang ducapkan nabi kita.
Dan begitulah kehidupan ini, Allah memberikan kebaikan & keburukan, yang semuanya tak lain untuk kebaikan kita.
Selalu ada alasan atas semua ketetapan-NYA, selalu ada pelajaran (hikmah) dari ketetapan-NYA.
Suatu hari saat hujan turun begitu derasnya, saya yang akan bepergian ingin memesan taksi.
Lama menghubungi taksi tak dapat juga, setelah sekitar hampir sejam akhirnya saya dapat taksi juga.
Saat sudah naik taksi, saya ngobrol dengan si pengemudi taksinya.
Saya mengatakan betapa susahnya mendapatkan taksi, apakah karena hujan?
Si pengemudi taksi menjawab, karena saat itu menjelang lebaran, maka banyak taksi yang di-carter untuk keluar kota. Lalu si pengemudi taksi melanjutkan lagi, bahwa dia berharap hujan lebih lama dulu, karena membawa keberkahan baginya.
Dia mengatakan, kalau tidak hujan mungkin saya tidak naik taksinya, karena bisa diantar naik motor.
Hujan... peristiwa dalam keseharian kehidupan kita...
dengan berbagai manfaat, beragam makna bagi makhluk hidup, dan manusia pada khususnya
Betapa indahnya, jika kita dapat senatiasa merasakan semua sebagai nikmat, dan ingat bahwa semua dari-NYA
saat turun hujan, dan kita merasa kedinginan,
Allah sedang memberikan kita kenikmatan dalam hangatnya selimut yang menyelimuti kita
saat turun hujan,
Allah sedang memberikan kesempatan untuk kita menikmati hangatnya secangkir teh atau kopi, atau nikmatnya menyantap mendoan atau gorengan, atau menikmati hangatnya semangkuk mie atau makanan berkuah
saat turun hujan, dan kita susah keluar rumah, dan pada akhirnya membuat kita "diam di rumah",
Allah sedang menyediakan "ruang" untuk kita bersama keluarga & orang-orang tercinta, dan merekatkan kembali kedekatan kita
saat turun hujan,
begitu banyak manfaat yang diterima makhluk hidup,
Hujan, salah satu rahmat (kasih-sayang) Allah terhadap makhluk-NYA
Merasakan hujan, menikmati hujan, mensyukuri hujan...
Semoga kita senantiasa menjalani kehidupan kita dengan kesyukuran..., dalam kesabaran...
dengan kebaikan..., dalam kebenaran...
Aamiin, ya Robb-al 'alamin
( Kabulkanlah, wahai Tuhan alam semesta )
Monday, November 15, 2010
Tukang Becak & Bismillah_Life's Lesson
"Bismillah...",
kalimat yang aku dengar yang terucap dari lisan si bapak tukang becak, di suatu pagi saat aku menaiki becak...
si bapak tukang becak mengucapkan Bismillah, sebelum mengayuh becaknya...
aku... tersentuh... teringatkan...
teringatkan tentang...
ingat kepada Allah, dzikrullah...
dzikir, mengingat Allah setiap saat, menyebut nama-NYA sebelum memulai suatu perbuatan
tawakal...
merasakan tawakal, menyerahkan urusan hanya pada-NYA, setelah kita berusaha sebaik yang kita bisa (ikhtiar) & berdo'a
Bismillah,
dengan menyebut nama Allah...
kalimat sederhana, yang sudah kita hafal sejak kita masih kecil, sangat kecil mungkin...
kurang disadari, karena begitu hafalnya, kalimat itu sering terucap "begitu saja"...
tanpa sadar, kita kurang memaknainya...
teringatkan kembali...
tentang tujuan penciptaan makhluk...
Allah subhanahu wa ta'ala ( Yang Maha Suci & Maha Tinggi ) menciptakan jin & manusia untuk beribadah pada-NYA...
Dan tidaklah aku ciptakan jin & manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-KU.
( QS. Adz-Dzariyat (51) : 56 )
mewujudkan hidup sebagai ibadah...
dan dengan menyebut nama Allah (mengucapkan Bismillah) sebelum perbuatan-perbuatan kita, berarti kita menjadikan perbuatan dalam kehidupan kita bernilai ibadah...
kalimat yang aku dengar yang terucap dari lisan si bapak tukang becak, di suatu pagi saat aku menaiki becak...
si bapak tukang becak mengucapkan Bismillah, sebelum mengayuh becaknya...
aku... tersentuh... teringatkan...
teringatkan tentang...
ingat kepada Allah, dzikrullah...
dzikir, mengingat Allah setiap saat, menyebut nama-NYA sebelum memulai suatu perbuatan
tawakal...
merasakan tawakal, menyerahkan urusan hanya pada-NYA, setelah kita berusaha sebaik yang kita bisa (ikhtiar) & berdo'a
Bismillah,
dengan menyebut nama Allah...
kalimat sederhana, yang sudah kita hafal sejak kita masih kecil, sangat kecil mungkin...
kurang disadari, karena begitu hafalnya, kalimat itu sering terucap "begitu saja"...
tanpa sadar, kita kurang memaknainya...
teringatkan kembali...
tentang tujuan penciptaan makhluk...
Allah subhanahu wa ta'ala ( Yang Maha Suci & Maha Tinggi ) menciptakan jin & manusia untuk beribadah pada-NYA...
Dan tidaklah aku ciptakan jin & manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-KU.
( QS. Adz-Dzariyat (51) : 56 )
mewujudkan hidup sebagai ibadah...
dan dengan menyebut nama Allah (mengucapkan Bismillah) sebelum perbuatan-perbuatan kita, berarti kita menjadikan perbuatan dalam kehidupan kita bernilai ibadah...
Sunday, October 17, 2010
Hati & Kebaikan
Hati & Kebaikan
Bismillahir-Rahmanir-Rahim,
Dengan menyebut nama Allah, yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang,
* Allah memandang hati kita & amal/perbuatan kita
* Hati pangkal kebaikan
* Kedudukan hati pada kebaikan & kebenaran
* Hati yang sehat
Allah memandang hati kita & amal kita
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada rupa kalian, tetapi DIA memandang kepada HATI kalian (dan AMAL kalian)."
( HR. Muslim )
Hati yang baik, akan dapat dirasakan dari baiknya amalan/perbuatan.
Sehingga para ulama (Imam Muslim dan yang lainnya) mengingatkan pentingnya tentang baiknya hati & amal/perbuatan, karena ada yang memahami bahwa yang penting hatinya (saja), tanpa melihat amal/perbuatan. Jadi baiknya hati dirasakan dari baiknya amal/perbuatan.
Seperti hal-nya iman, yang merupakan keyakinan dalam hati, diucapkan lewat lisan, dan dibenarkan/diwujudkan dengan perbuatan.
Maka hati senantiasa terkait erat dengan pikiran, lisan, dan perbuatan.
Hati pangkal kebaikan
Dari Ibnu Mas'ud, Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"...Ingatlah sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging.
Apabila ia baik maka akan baik pula seluruh tubuhnya, dan apabila ia buruk maka akan buruk pula seluruh tubuhnya.
Ketahuilah segumpal daging itu adalah hati."
( HR. Bukhari & Muslim )
Kebaikan pikiran, lisan, dan perbuatan berasal dari baiknya hati, karena hati yang akan "memimpin" anggota tubuh kita.
Apa yang kita lakukan adalah "perwujudan" hati & pikiran kita.
Hati yang "memerintah" badan kita untuk melakukan sesuatu.
Hati yang baik, akan mengarahkan pada pikiran yang baik & positif, kata-kata yang baik, dan perbuatan yang baik.
Saat kita menginginkan kehidupan yang baik, maka kita mulai dari baiknya diri kita, dan itu dapat diperoleh dengan baiknya hati kita.
Memperbaiki hidup kita, memperbaiki diri kita, dengan memperbaiki hati kita.
Membuka hati untuk mencintai kebaikan & kebenaran, melatih hati untuk berjalan di atas kebaikan & kebenaran.
Allah ta'ala berfirman :
Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar?
Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.
( QS. Al-Hajj (22) : 46 )
Kedudukan hati pada kebaikan & kebenaran
Baiknya hati, bagaimana hati berada pada kebaikan & kebenaran, para ulama (ahli ilmu) membagi hati menjadi 3 macam, yaitu :
hati yang sehat,
hati yang sakit,
dan hati yang mati
Hati yang sehat :
hati yang berada dalam kebaikan & kebenaran, ketaatan & ketakwaan, apa yang dilakukannya adalah apa yang Allah ridhoi, dan meninggalkan apa yang Allah tidak ridhoi, karena sesungguhnya apa-apa yang Allah ridhoi dan tidak ridhoi adalah untuk kebaikan diri manusia.
Hati yang sakit :
hati yang berada di antara kebaikan & keburukan, berbuat baik namun juga terkadang berbuat buruk, kadang taat kadang juga maksiat (melanggar perintah Allah), berada dalam ketaatan pada Allah, namun terkadang lalai.
Hati yang mati :
hati yang hanya mengikuti hawa nafsunya (keinginan jiwanya), mengerjakan apa saja yang jiwanya inginkan, tanpa mengindahkan apakah Allah ridho atau tidak.
Hati yang tidak berada pada ketaatan & ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
Hati yang sehat
Hati yang sehat akan membawa kepada hati yang selamat.
Sungguh beruntung seorang hamba yang memiliki hati yang selamat,
Allah ta'ala berfirman :
(yaitu) pada hari (ketika) harta & anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat,
( QS. Asy-Syu'ara (26) : 88-89 )
Hati yang sehat dapat mengarahkan diri untuk senantiasa dalam kebaikan & kebenaran.
Hati yang sehat mengarahkan diri untuk menjalani kehidupan pada jalan yang lurus (shirothol mustaqim), jalan yang diridhoi Allah subhanahu wa ta'ala, senantiasa melaksanakan yang Allah ridhoi & menjauhi yang Allah tidak ridhoi.
Hati yang sehat berada di dalam ketakwaan & ketaatan pada Allah subhanahu wa ta'ala.
Hati yang sehat dapat dicapai dengan keimanan pada Allah subahanahu wa ta'ala, memurnikan ibadah hanya pada-NYA.
Hati yang senantiasa menyadari tujuan penciptaan kita, senantiasa menyadari makna kehidupan.
Hati yang mewujudkan ikhlash, yaitu beribadah hanya kepada Allah semata, tanpa menyekutukannya dengan sesuatu apa paun, Allah lah satu-satunya tujuan, ridho Allah lah yang diharapkan.
Hati manusia senantiasa berbolak-balik, saat ini baik belum tentu akan terus baik, sebaliknya yang saat ini buruk belum tentu selamanya buruk.
Maka kita harus senantiasa menjaga hati agar senantiasa dalam kebaikan, dengan senantiasa memperbaiki hati kita.
Hati manusia berada di antara jari-jemari Allah, maka hanya pada-NYA kita memohon agar hati kita senantiasa dalam kebaikan.
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan sebuah do'a untuk ketetapan hati kita,
"Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbiy 'alaa diinik"
(Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkan hatiku di atas agama-MU)
Semoga kita termasuk manusia yang senantiasa memperbaiki hati & diri kita, sehingga dapat memiliki hati yang sehat, hati yang selamat, dan menghadap Allah subhanahu wa ta’ala dengan hati yang selamat.
Semoga Allah senantiasa memudahkan kita dalam kebaikan, dalam kebenaran, dalam ketaatan, dalam ketakwaan. Semoga Allah senantiasa memudahkan jalan kita untuk merasakan kebaikan & kebahagiaan di dunia, kebaikan & kebahagiaan di akhirat, senantiasa memudahkan jalan kita menuju surga-NYA, Aamiin…
Robbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah (Ya Tuhan kami berilah kami kebaikan di dunia),
wa fil akhirati hasanah (dan kebaikan di akhirat),
wa qinaa ‘adzaaban-naar (dan lindungilah kami dari adzab/siksa api neraka),
( QS. Al-Baqarah (2) : 201 )
Aamiin... Ya Robb-al-alamin (Kabulkanlah, wahai Tuhan semesta alam)
Sumber Rujukan :
Al-Qur'an & Terjemahannya
Kitab hadits : Riyadhush-Shalihin ( Taman (Hati) Orang-orang Shalih ), susunan : Imam Nawawi
http://al-atsariyyah.com/tanpa-kategori/hati-menurut-islam.html
Wahai Manusia Lihatlah Hatimu!!
http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/wahai-manusia-lihatlah-hatimu.html
Buku :
Manhaj Ahlus Sunnah wal Jama'ah dalam Tazkiyatun Nufus (Jalan Pengikut Sunnah & Jama'ah dalam Penyucian Jiwa)
penulis : Yazid bin Abdul Qadir Jawas, penerbit : Pustaka At-Taqwa
“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.”
Bismillahir-Rahmanir-Rahim,
Dengan menyebut nama Allah, yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang,
* Allah memandang hati kita & amal/perbuatan kita
* Hati pangkal kebaikan
* Kedudukan hati pada kebaikan & kebenaran
* Hati yang sehat
Allah memandang hati kita & amal kita
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada rupa kalian, tetapi DIA memandang kepada HATI kalian (dan AMAL kalian)."
( HR. Muslim )
Hati yang baik, akan dapat dirasakan dari baiknya amalan/perbuatan.
Sehingga para ulama (Imam Muslim dan yang lainnya) mengingatkan pentingnya tentang baiknya hati & amal/perbuatan, karena ada yang memahami bahwa yang penting hatinya (saja), tanpa melihat amal/perbuatan. Jadi baiknya hati dirasakan dari baiknya amal/perbuatan.
Seperti hal-nya iman, yang merupakan keyakinan dalam hati, diucapkan lewat lisan, dan dibenarkan/diwujudkan dengan perbuatan.
Maka hati senantiasa terkait erat dengan pikiran, lisan, dan perbuatan.
Hati pangkal kebaikan
Dari Ibnu Mas'ud, Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"...Ingatlah sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging.
Apabila ia baik maka akan baik pula seluruh tubuhnya, dan apabila ia buruk maka akan buruk pula seluruh tubuhnya.
Ketahuilah segumpal daging itu adalah hati."
( HR. Bukhari & Muslim )
Kebaikan pikiran, lisan, dan perbuatan berasal dari baiknya hati, karena hati yang akan "memimpin" anggota tubuh kita.
Apa yang kita lakukan adalah "perwujudan" hati & pikiran kita.
Hati yang "memerintah" badan kita untuk melakukan sesuatu.
Hati yang baik, akan mengarahkan pada pikiran yang baik & positif, kata-kata yang baik, dan perbuatan yang baik.
Saat kita menginginkan kehidupan yang baik, maka kita mulai dari baiknya diri kita, dan itu dapat diperoleh dengan baiknya hati kita.
Memperbaiki hidup kita, memperbaiki diri kita, dengan memperbaiki hati kita.
Membuka hati untuk mencintai kebaikan & kebenaran, melatih hati untuk berjalan di atas kebaikan & kebenaran.
Allah ta'ala berfirman :
Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar?
Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.
( QS. Al-Hajj (22) : 46 )
Kedudukan hati pada kebaikan & kebenaran
Baiknya hati, bagaimana hati berada pada kebaikan & kebenaran, para ulama (ahli ilmu) membagi hati menjadi 3 macam, yaitu :
hati yang sehat,
hati yang sakit,
dan hati yang mati
Hati yang sehat :
hati yang berada dalam kebaikan & kebenaran, ketaatan & ketakwaan, apa yang dilakukannya adalah apa yang Allah ridhoi, dan meninggalkan apa yang Allah tidak ridhoi, karena sesungguhnya apa-apa yang Allah ridhoi dan tidak ridhoi adalah untuk kebaikan diri manusia.
Hati yang sakit :
hati yang berada di antara kebaikan & keburukan, berbuat baik namun juga terkadang berbuat buruk, kadang taat kadang juga maksiat (melanggar perintah Allah), berada dalam ketaatan pada Allah, namun terkadang lalai.
Hati yang mati :
hati yang hanya mengikuti hawa nafsunya (keinginan jiwanya), mengerjakan apa saja yang jiwanya inginkan, tanpa mengindahkan apakah Allah ridho atau tidak.
Hati yang tidak berada pada ketaatan & ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
Hati yang sehat
Hati yang sehat akan membawa kepada hati yang selamat.
Sungguh beruntung seorang hamba yang memiliki hati yang selamat,
Allah ta'ala berfirman :
(yaitu) pada hari (ketika) harta & anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat,
( QS. Asy-Syu'ara (26) : 88-89 )
Hati yang sehat dapat mengarahkan diri untuk senantiasa dalam kebaikan & kebenaran.
Hati yang sehat mengarahkan diri untuk menjalani kehidupan pada jalan yang lurus (shirothol mustaqim), jalan yang diridhoi Allah subhanahu wa ta'ala, senantiasa melaksanakan yang Allah ridhoi & menjauhi yang Allah tidak ridhoi.
Hati yang sehat berada di dalam ketakwaan & ketaatan pada Allah subhanahu wa ta'ala.
Hati yang sehat dapat dicapai dengan keimanan pada Allah subahanahu wa ta'ala, memurnikan ibadah hanya pada-NYA.
Hati yang senantiasa menyadari tujuan penciptaan kita, senantiasa menyadari makna kehidupan.
Hati yang mewujudkan ikhlash, yaitu beribadah hanya kepada Allah semata, tanpa menyekutukannya dengan sesuatu apa paun, Allah lah satu-satunya tujuan, ridho Allah lah yang diharapkan.
Hati manusia senantiasa berbolak-balik, saat ini baik belum tentu akan terus baik, sebaliknya yang saat ini buruk belum tentu selamanya buruk.
Maka kita harus senantiasa menjaga hati agar senantiasa dalam kebaikan, dengan senantiasa memperbaiki hati kita.
Hati manusia berada di antara jari-jemari Allah, maka hanya pada-NYA kita memohon agar hati kita senantiasa dalam kebaikan.
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan sebuah do'a untuk ketetapan hati kita,
"Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbiy 'alaa diinik"
(Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkan hatiku di atas agama-MU)
Semoga kita termasuk manusia yang senantiasa memperbaiki hati & diri kita, sehingga dapat memiliki hati yang sehat, hati yang selamat, dan menghadap Allah subhanahu wa ta’ala dengan hati yang selamat.
Semoga Allah senantiasa memudahkan kita dalam kebaikan, dalam kebenaran, dalam ketaatan, dalam ketakwaan. Semoga Allah senantiasa memudahkan jalan kita untuk merasakan kebaikan & kebahagiaan di dunia, kebaikan & kebahagiaan di akhirat, senantiasa memudahkan jalan kita menuju surga-NYA, Aamiin…
Robbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah (Ya Tuhan kami berilah kami kebaikan di dunia),
wa fil akhirati hasanah (dan kebaikan di akhirat),
wa qinaa ‘adzaaban-naar (dan lindungilah kami dari adzab/siksa api neraka),
( QS. Al-Baqarah (2) : 201 )
Aamiin... Ya Robb-al-alamin (Kabulkanlah, wahai Tuhan semesta alam)
Sumber Rujukan :
Al-Qur'an & Terjemahannya
Kitab hadits : Riyadhush-Shalihin ( Taman (Hati) Orang-orang Shalih ), susunan : Imam Nawawi
http://al-atsariyyah.com/tanpa-kategori/hati-menurut-islam.html
Wahai Manusia Lihatlah Hatimu!!
http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/wahai-manusia-lihatlah-hatimu.html
Buku :
Manhaj Ahlus Sunnah wal Jama'ah dalam Tazkiyatun Nufus (Jalan Pengikut Sunnah & Jama'ah dalam Penyucian Jiwa)
penulis : Yazid bin Abdul Qadir Jawas, penerbit : Pustaka At-Taqwa
“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah mudahkan baginya jalan menuju surga.”
Labels:
Hadits,
Hati,
Islam,
Jalan Keselamatan,
Jalan Kebahagiaan,
jalan kebaikan,
jalan surga,
kebaikan
Friday, October 1, 2010
Bersegera, Bersemangat, & Bersabar dalam Kebaikan
Bismi-LLAH-ir-RAHMAN-ir-RAHIM,
Dengan menyebut nama ALLAH, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
Bersegera, Bersemangat, & Bersabar dalam Kebaikan
* Bersegera dalam kebaikan
* Bersemangat dalam kebaikan
* Bersabar dalam kebaikan & kebenaran
* Saat kita melakukan kebaikan sesungguhnya kita sedang melakukan kebaikan untuk diri kita
* Kebaikan akan mengantarkan ke surga
* Kebaikan & Kejujuran (Kebenaran), kebaikan ada dalam kejujuran (kebenaran)
* Kebaikan, Kebenaran, & Kesabaran
* Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan
Allah ta'ala berfirman :
Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.
( QS. Al-Kahfi (18) : 110 )
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.
( QS. Al-Kahfi (18) : 46 )
Bersegera dalam Kebaikan
Para Nabi adalah manusia terbaik, maka sungguh kebaikan kita mengambil teladan dari mereka. Mereka adalah manusia-manusia yang bersegera dalam kebaikan.
Allah ta'ala berfirman :
Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan, dan mereka berdo'a kepada Kami dengan penuh harap & cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyu' kepada Kami.
( QS. Al-Anbiya (21) : 90 )
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah memberkan nasihat kepada Ibnu Umar (Abdullah bin Umar), sambil memegang pundak Ibnu Umar beliau bersabda :
”Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau orang yang singgah di perjalanan (pengembara).
Kalau engkau berada di waktu pagi jangan sekedar menunggu datangnya waktu sore.
Kalau engkau berada di waktu sore jangan sekedar menunggu datangnya waktu pagi.
Manfaatkanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu.
Dan gunakanlah masa hidupmu sebelum datang kematianmu.”
( HR. Bukhari )
Kalau terbersit keinginan (niat) untuk melakukan suatu yang baik, segeralah laksanakan jika kita sudah mampu melaksanakannya, karena kita tidak bisa menjamin apa yang akan terjadi kemudian jika kita menundanya, mungkin saja niat itu melemah & luntur.
Allah ta'ala berfirman :
Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok.
Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.
( QS. Al-Luqman (31) : 34 )
Jika kita belum dapat/mampu melaksanakannya, maka jaga & peliharalah niat baik itu.
Pelihara dalam hati kita, tancapkan kuat-kuat dalam diri kita, dan senatiasa berdo'a kepada Allah agar dimudahkan melaksanakannya...
Lihatlah bagaimana nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, bagaimana beliau senantiasa bersegera dalam kebaikan,
Abu Sirwa'ah Uqbah bin Al-Harits berkata,
"Aku shalat Ashar di belakang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika di Madinah.
Setelah salam, beliau cepat-cepat bangkit melangkahi barisan para sahabat menuju kamar salah seorang istrinya.
Para sahabat terkejut karena beliau sangat tergesa-gesa.
Setelah itu Rasulullah keluar. Beliau heran melihat para sahabat yang terkejut itu, kemudian beliau bersabda,
'Aku meninggalkan sepotong emas yang harus kusedekahkan tetapi tertinggal di rumah, maka aku tidak ingin emas itu menginap di tempatku.' "
( HR. Bukhari )
Bersemangat dalam Kebaikan
Kalau kita sudah melakukan kebaikan, alangkah baiknya jika kita dapat menjaga semangat untuk melakukannya kembali dan memelihara kebaikan tersebut. Sehingga kebaikan itu menjadi kebiasaan bagi kita.
Allah menyukai amalan/perbuatan yang dilakukan terus-menerus (berkelanjutan).
Dari 'Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Sebaik-baik amalan yang disukai Allah subhanahu wa ta'ala adalah yang terus-menerus dikerjakan."
( HR. Bukhari & Muslim )
Contoh paling dekat adalah keadaan kita pada bulan Ramadhan, jika bisa beribadah lebih baik pada bulan Ramadhan, maka kita dapat memotivasi diri kita untuk mempertahankan kebaikan tersebut.
Misal jika kita sudah bisa berpuasa sebulan penuh, mengapa tidak kita coba untuk puasa 6 hari di bulan Syawal, atau melaksanakan puasa Senin-Kamis, atau berpuasa 3 hari setiap bulannya (puasa pada tanggal 13-14-15 setiap bulan Hijriyah)?
Atau jika kita bisa melaksanakan sholat tarawih 11 rakaat, mengapa kita tidak mencoba untuk sholat malam setiap malam, misalkan 3 rakaat witir.
( sholat malam disebut juga qiyamul-lail, disebut juga tahajud, atau pada bulan Ramadhan disebut juga tarawih, jadi secara sederhana : tarawih adalah tahajud pada bulan Ramadhan )
Dari Abu Hurairah dia berkata :
"Kekasihku (Nabi Muhammad) shallallahu 'alaihi wa saallam mewasiatkan kepadaku 3 perkara:
Puasa 3 hari setiap bulan, sholat 2 rakaat Dhuha, & sholat witir sebelum tidur."
( HR. Bukhari & Muslim )
Sungguh wasiat (nasihat) yang sederhana, tetapi lihatlah kedalaman maknanya.
Puasa 3 hari setiap bulan, berarti kita seperti puasa 30 hari (sebulan), jika setiap bulan kita melaksanakannya, maka kita seperti berpuasa 30 hari setiap bulannya, yang berarti seperti kita berpuasa setahun penuh.
Sholat 2 raka'at Dhuha seperti berbuat kebaikan sejumlah sendi kita (sekitar 360 sendi).
Sholat witir merupakan salah satu sholat yang dicintai Allah.
Bersabar dalam Kebaikan
Kita sering berpendapat, "bicara mudah, melaksanakannya ngga semudah itu".
Memang untuk melaksanakan kebaikan awalnya tak terlalu mudah, perlu usaha untuk melakukannya, dan kita memerlukan kesabaran.
Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah memberikan pikiran positif untuk diri kita, memotivasi diri kita.
Kita bisa mengatakan pada diri kita : "Ini mungkin ngga terlalu mudah, tapi kita bisa belajar dan berusaha untuk melakukannya."
Dan yang penting adalah ilmu (pengetahuan) tentang hal yang akan kita lakukan.
Kalau kita tahu tentang sesuatu akan lebih mudah untuk kita melakukannya.
Allah ta'ala berfirman :
Dan bagaimana engkau akan dapat bersabar atas sesuatu, sedang engkau belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?"
( QS. Al-Kahfi (18) : 68 )
Akan lebih mudah bagi kita membiasakan berdzikir (mengingat) Allah, jika kita mengetahui bahwa berdzikir dapat membuat hati tentram, dan kita akan semakin mudah melakukannya jika kita telah merasakannya.
Akan lebih mudah untuk kita mengeluarkan harta untuk kita sedekahkan, jika kita mengetahui bahwa itu akan mendatangkan keberkahan dari Allah untuk kita.
Saat kita melakukan kebaikan sesungguhnya kita sedang melakukan kebaikan untuk diri kita
Sesungguhnya segala sesuatu yang kita lakukan adalah untuk kita (akan kembali pada kita), begitu juga kebaikan & keburukan.
Saat kita melakukan kebaikan maka sesungguhnya kita sedang berbuat baik untuk diri kita, sebaliknya saat kita melakukan keburukan kita sedang berbuat buruk untuk diri kita.
Saat kita bersedekah, mungkin yang kita lihat kita mengeluarkan harta kita untuk kita berikan untuk orang lain, yang kita lihat adalah kita berbuat baik untuk orang lain, tapi kalau kita mau merasakan & merenungkan kembali, Allah akan memberikan keberkahan pada harta kita, dan itu adalah kebaikan bagi kita.
Atau saat kita mengambil hak orang lain (misal : korupsi), yang terlihat adalah kita mendapatkan tambahan harta, ingat atau tidak kita sedang mengambil hak orang lain. Yang jelas harta kita bertambah, tapi pernahkah disadari tidak berkahnya harta tersebut, mungkin kita sakit sehingga harus mengeluarkan banyak harta, atau harus mengeluarkan banyak harta, atau pada hal-hal lain.
Allah ta'ala berfirman :
Barang siapa mengerjakan kebajikan maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri.
Dan Tuhanmu sama sekali tidak menzholimi hamba-hamba-(NYA).
( QS. Fushilat (41) : 46 )
Kebaikan akan mengantarkan ke surga
Kebaikan & Kejujuran (Kebenaran), kebaikan ada dalam kejujuran (kebenaran)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan pada kebaikan, dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga.
Jika seseorang senantiasa berlaku jujur & berusaha untuk jujur maka akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur.
Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan pada kejahatan, dan kejahatan akan mengatarkan pada neraka.
Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta."
( HR. Muslim )
Kebaikan, Kebenaran, & Kesabaran
Allah berfirman :
Demi masa.
Sungguh, manusia berada dalam kerugian,
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.
( QS. Al-Ashr (103) : 1-3 )
Lihatlah bagaimana Allah subhanahu wa ta'ala menyandingkan kebaikan, kebenaran, dan kesabaran.
Kebaikan ada bersama kebenaran, dan diusahakan bersama kesabaran.
Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan
Allah berfirman :
(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain.
Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan,
( QS. Ali-'Imran (3) : 134 )
Maka Allah memberi mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat.
Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.
( QS. Ali-'Imran (3) : 148 )
Hanya kepada Allah kita memohon hidayah (petunjuk) & taufik (dorongan untuk melakukan sesuatu-->kebaikan).
Semoga Allah senantiasa memudahkan kita melihat kebaikan, dan memberikan ilham pada kita untuk melakukan kebaikan.
Semoga Allah senantiasa memudahkan jalan kita ke surga-NYA, memudahkan kita dalam kebaikan, dalam kebenaran, dan dalam kesabaran.
Robbana aatinaa fid-dunyaa hasanah (Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia),
wa fil akhirotiy hasanah (dan di akhirat kebaikan),
wa qinaa 'adzaban-nar (dan lindungilah kami dari adzab neraka)
( QS. Al-Baqarah (2) : 201 )
Sumber Rujukan :
Al-Qur'an & Terjemahannya
Kitab Hadits : Riyadhush-Shalihin (Taman (Hati) Orang-orang Shalih/Baik), susunan : Imam Nawawi
http://abumushlih.com/bersegeralah.html/
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/puasa-menahan-diri-demi-menggapai-ridho-illahi-5.html
http://rumaysho.com/belajar-islam/akhlak/3193-berlakulah-jujur.html
http://muslimah.or.id/fikih/shalat-witir.html
"Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah mudahkan baginya jalan menuju surga."
( HR. Muslim )
Dengan menyebut nama ALLAH, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
Bersegera, Bersemangat, & Bersabar dalam Kebaikan
* Bersegera dalam kebaikan
* Bersemangat dalam kebaikan
* Bersabar dalam kebaikan & kebenaran
* Saat kita melakukan kebaikan sesungguhnya kita sedang melakukan kebaikan untuk diri kita
* Kebaikan akan mengantarkan ke surga
* Kebaikan & Kejujuran (Kebenaran), kebaikan ada dalam kejujuran (kebenaran)
* Kebaikan, Kebenaran, & Kesabaran
* Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan
Allah ta'ala berfirman :
Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.
( QS. Al-Kahfi (18) : 110 )
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.
( QS. Al-Kahfi (18) : 46 )
Bersegera dalam Kebaikan
Para Nabi adalah manusia terbaik, maka sungguh kebaikan kita mengambil teladan dari mereka. Mereka adalah manusia-manusia yang bersegera dalam kebaikan.
Allah ta'ala berfirman :
Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan, dan mereka berdo'a kepada Kami dengan penuh harap & cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyu' kepada Kami.
( QS. Al-Anbiya (21) : 90 )
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah memberkan nasihat kepada Ibnu Umar (Abdullah bin Umar), sambil memegang pundak Ibnu Umar beliau bersabda :
”Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau orang yang singgah di perjalanan (pengembara).
Kalau engkau berada di waktu pagi jangan sekedar menunggu datangnya waktu sore.
Kalau engkau berada di waktu sore jangan sekedar menunggu datangnya waktu pagi.
Manfaatkanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu.
Dan gunakanlah masa hidupmu sebelum datang kematianmu.”
( HR. Bukhari )
Kalau terbersit keinginan (niat) untuk melakukan suatu yang baik, segeralah laksanakan jika kita sudah mampu melaksanakannya, karena kita tidak bisa menjamin apa yang akan terjadi kemudian jika kita menundanya, mungkin saja niat itu melemah & luntur.
Allah ta'ala berfirman :
Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok.
Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.
( QS. Al-Luqman (31) : 34 )
Jika kita belum dapat/mampu melaksanakannya, maka jaga & peliharalah niat baik itu.
Pelihara dalam hati kita, tancapkan kuat-kuat dalam diri kita, dan senatiasa berdo'a kepada Allah agar dimudahkan melaksanakannya...
Lihatlah bagaimana nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, bagaimana beliau senantiasa bersegera dalam kebaikan,
Abu Sirwa'ah Uqbah bin Al-Harits berkata,
"Aku shalat Ashar di belakang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika di Madinah.
Setelah salam, beliau cepat-cepat bangkit melangkahi barisan para sahabat menuju kamar salah seorang istrinya.
Para sahabat terkejut karena beliau sangat tergesa-gesa.
Setelah itu Rasulullah keluar. Beliau heran melihat para sahabat yang terkejut itu, kemudian beliau bersabda,
'Aku meninggalkan sepotong emas yang harus kusedekahkan tetapi tertinggal di rumah, maka aku tidak ingin emas itu menginap di tempatku.' "
( HR. Bukhari )
Bersemangat dalam Kebaikan
Kalau kita sudah melakukan kebaikan, alangkah baiknya jika kita dapat menjaga semangat untuk melakukannya kembali dan memelihara kebaikan tersebut. Sehingga kebaikan itu menjadi kebiasaan bagi kita.
Allah menyukai amalan/perbuatan yang dilakukan terus-menerus (berkelanjutan).
Dari 'Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Sebaik-baik amalan yang disukai Allah subhanahu wa ta'ala adalah yang terus-menerus dikerjakan."
( HR. Bukhari & Muslim )
Contoh paling dekat adalah keadaan kita pada bulan Ramadhan, jika bisa beribadah lebih baik pada bulan Ramadhan, maka kita dapat memotivasi diri kita untuk mempertahankan kebaikan tersebut.
Misal jika kita sudah bisa berpuasa sebulan penuh, mengapa tidak kita coba untuk puasa 6 hari di bulan Syawal, atau melaksanakan puasa Senin-Kamis, atau berpuasa 3 hari setiap bulannya (puasa pada tanggal 13-14-15 setiap bulan Hijriyah)?
Atau jika kita bisa melaksanakan sholat tarawih 11 rakaat, mengapa kita tidak mencoba untuk sholat malam setiap malam, misalkan 3 rakaat witir.
( sholat malam disebut juga qiyamul-lail, disebut juga tahajud, atau pada bulan Ramadhan disebut juga tarawih, jadi secara sederhana : tarawih adalah tahajud pada bulan Ramadhan )
Dari Abu Hurairah dia berkata :
"Kekasihku (Nabi Muhammad) shallallahu 'alaihi wa saallam mewasiatkan kepadaku 3 perkara:
Puasa 3 hari setiap bulan, sholat 2 rakaat Dhuha, & sholat witir sebelum tidur."
( HR. Bukhari & Muslim )
Sungguh wasiat (nasihat) yang sederhana, tetapi lihatlah kedalaman maknanya.
Puasa 3 hari setiap bulan, berarti kita seperti puasa 30 hari (sebulan), jika setiap bulan kita melaksanakannya, maka kita seperti berpuasa 30 hari setiap bulannya, yang berarti seperti kita berpuasa setahun penuh.
Sholat 2 raka'at Dhuha seperti berbuat kebaikan sejumlah sendi kita (sekitar 360 sendi).
Sholat witir merupakan salah satu sholat yang dicintai Allah.
Bersabar dalam Kebaikan
Kita sering berpendapat, "bicara mudah, melaksanakannya ngga semudah itu".
Memang untuk melaksanakan kebaikan awalnya tak terlalu mudah, perlu usaha untuk melakukannya, dan kita memerlukan kesabaran.
Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah memberikan pikiran positif untuk diri kita, memotivasi diri kita.
Kita bisa mengatakan pada diri kita : "Ini mungkin ngga terlalu mudah, tapi kita bisa belajar dan berusaha untuk melakukannya."
Dan yang penting adalah ilmu (pengetahuan) tentang hal yang akan kita lakukan.
Kalau kita tahu tentang sesuatu akan lebih mudah untuk kita melakukannya.
Allah ta'ala berfirman :
Dan bagaimana engkau akan dapat bersabar atas sesuatu, sedang engkau belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?"
( QS. Al-Kahfi (18) : 68 )
Akan lebih mudah bagi kita membiasakan berdzikir (mengingat) Allah, jika kita mengetahui bahwa berdzikir dapat membuat hati tentram, dan kita akan semakin mudah melakukannya jika kita telah merasakannya.
Akan lebih mudah untuk kita mengeluarkan harta untuk kita sedekahkan, jika kita mengetahui bahwa itu akan mendatangkan keberkahan dari Allah untuk kita.
Saat kita melakukan kebaikan sesungguhnya kita sedang melakukan kebaikan untuk diri kita
Sesungguhnya segala sesuatu yang kita lakukan adalah untuk kita (akan kembali pada kita), begitu juga kebaikan & keburukan.
Saat kita melakukan kebaikan maka sesungguhnya kita sedang berbuat baik untuk diri kita, sebaliknya saat kita melakukan keburukan kita sedang berbuat buruk untuk diri kita.
Saat kita bersedekah, mungkin yang kita lihat kita mengeluarkan harta kita untuk kita berikan untuk orang lain, yang kita lihat adalah kita berbuat baik untuk orang lain, tapi kalau kita mau merasakan & merenungkan kembali, Allah akan memberikan keberkahan pada harta kita, dan itu adalah kebaikan bagi kita.
Atau saat kita mengambil hak orang lain (misal : korupsi), yang terlihat adalah kita mendapatkan tambahan harta, ingat atau tidak kita sedang mengambil hak orang lain. Yang jelas harta kita bertambah, tapi pernahkah disadari tidak berkahnya harta tersebut, mungkin kita sakit sehingga harus mengeluarkan banyak harta, atau harus mengeluarkan banyak harta, atau pada hal-hal lain.
Allah ta'ala berfirman :
Barang siapa mengerjakan kebajikan maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri.
Dan Tuhanmu sama sekali tidak menzholimi hamba-hamba-(NYA).
( QS. Fushilat (41) : 46 )
Kebaikan akan mengantarkan ke surga
Kebaikan & Kejujuran (Kebenaran), kebaikan ada dalam kejujuran (kebenaran)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan pada kebaikan, dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga.
Jika seseorang senantiasa berlaku jujur & berusaha untuk jujur maka akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur.
Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan pada kejahatan, dan kejahatan akan mengatarkan pada neraka.
Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta."
( HR. Muslim )
Kebaikan, Kebenaran, & Kesabaran
Allah berfirman :
Demi masa.
Sungguh, manusia berada dalam kerugian,
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.
( QS. Al-Ashr (103) : 1-3 )
Lihatlah bagaimana Allah subhanahu wa ta'ala menyandingkan kebaikan, kebenaran, dan kesabaran.
Kebaikan ada bersama kebenaran, dan diusahakan bersama kesabaran.
Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan
Allah berfirman :
(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain.
Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan,
( QS. Ali-'Imran (3) : 134 )
Maka Allah memberi mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat.
Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.
( QS. Ali-'Imran (3) : 148 )
Hanya kepada Allah kita memohon hidayah (petunjuk) & taufik (dorongan untuk melakukan sesuatu-->kebaikan).
Semoga Allah senantiasa memudahkan kita melihat kebaikan, dan memberikan ilham pada kita untuk melakukan kebaikan.
Semoga Allah senantiasa memudahkan jalan kita ke surga-NYA, memudahkan kita dalam kebaikan, dalam kebenaran, dan dalam kesabaran.
Robbana aatinaa fid-dunyaa hasanah (Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia),
wa fil akhirotiy hasanah (dan di akhirat kebaikan),
wa qinaa 'adzaban-nar (dan lindungilah kami dari adzab neraka)
( QS. Al-Baqarah (2) : 201 )
Sumber Rujukan :
Al-Qur'an & Terjemahannya
Kitab Hadits : Riyadhush-Shalihin (Taman (Hati) Orang-orang Shalih/Baik), susunan : Imam Nawawi
http://abumushlih.com/bersegeralah.html/
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/puasa-menahan-diri-demi-menggapai-ridho-illahi-5.html
http://rumaysho.com/belajar-islam/akhlak/3193-berlakulah-jujur.html
http://muslimah.or.id/fikih/shalat-witir.html
"Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah mudahkan baginya jalan menuju surga."
( HR. Muslim )
Puasa Syawal : jadikan puasa kita seperti puasa setahun penuh
BismiLLAH-ir-RAHMAN-ir-RAHIM,
Dengan menyebut nama ALLAH, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Seputar Puasa Syawal :
* 6 hari puasa Syawal, menjadikan puasa kita laksana puasa setahun penuh
* Puasa Syawal tidak harus berurutan, selama masih dalam bulan Syawal
* Usahakan untuk mengganti (meng-qodho) puasa Ramadhan yang tertinggal terlebih dahulu
* Boleh niat setelah Subuh (selama hari itu belum makan & minum), dan boleh dibatalkan sewaktu-waktu
6 hari puasa Syawal, menjadikan puasa kita laksana puasa setahun penuh
Dari Abu Ayyub Al Anshori, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Barangsiapa yang berpuasa Romadhon kemudian berpuasa 6 hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa setahun penuh.”
(HR. Muslim)
Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa berpuasa 6 hari setelah hari raya Iedul Fitri, maka seperti berpuasa setahun penuh.
Barangsiapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh lipatnya.”
(HR. Ibnu Majah, derajat hadits : shahih)
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan 10 kebaikan yang semisal hingga 700 kali lipat.
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya."
( HR. Muslim )
Karena setiap kebaikan akan diberi pahala 10x lipat hingga 700x lipat, dan bahkan untuk puasa Allah telah menjanjikan pahalanya tanpa batas. Jadi kalau kita mendapat pahala minimal saja, kita mendapat pahala 10x lipat.
Jika kita telah melakukan puasa 1 bulan pada bulan Ramadhan, maka kita telah memperoleh pahala 10 bulan, maka jika kita menambahkan puasa 6 hari pada bulan Syawal, maka kita mendapat tambahan pahala 60 hari ( 2 bulan ), maka lengkaplah 12 bulan, itulah yang dimaksud dengan laksana berpuasa setahun penuh.
Puasa Syawal tidak harus berurutan, selama masih dalam bulan Syawal
Imam Nawawi dalam Syarh Muslim, 8/56 mengatakan, “Para ulama madzhab Syafi’i mengatakan bahwa paling afdhol (utama) melakukan puasa syawal secara berturut-turut (sehari) setelah shalat ‘Idul Fithri. Namun jika tidak berurutan atau diakhirkan hingga akhir Syawal maka seseorang tetap mendapatkan keutamaan puasa syawal setelah sebelumnya melakukan puasa Ramadhan.”
Catatan: Apabila seseorang memiliki udzur (halangan) seperti sakit, dalam keadaan nifas, sebagai musafir, sehingga tidak berpuasa enam hari di bulan syawal, maka boleh orang seperti ini meng-qodho’ (mengganti) puasa syawal tersebut di bulan Dzulqo’dah. Hal ini tidaklah mengapa. (Lihat Syarh Riyadhus Sholihin, 3/466)
Usahakan untuk mengganti (meng-qodho) puasa Ramadhan yang tertinggal terlebih dahulu
Karena puasa Ramadhan adalah wajib, sedangkan puasa Syawal adalah sunnah (mustahab).
Sehingga pendapat ulama yang kuat adalah menunaikan qodho' puasa Ramadhan terlebih dahulu, baru melaksanakan puasa Syawal.
Untuk wanita jika takut melewati bulan Syawal jika mengganti (mengqodho') puasa Ramadhan dahulu, mungkin bisa melakukan puasa Syawal terlebih dahulu ( wallohu a'lam / dan Allah yang lebih mengetahui, bisa coba ditanyakan ke ahli ilmu_red.)
Boleh niat setelah Subuh (selama hari itu belum makan & minum), dan boleh dibatalkan sewaktu-waktu
Beda puasa wajib dengan puasa sunnah antara lain pada niat dan pembatalan.
Puasa wajib :
Niat dari sebelum waktu Subuh
Tidak boleh dibatalkan, kecuali ada udzur syar'i (misal : sakit, musafir, haidh & nifas)
Puasa sunnah :
Boleh niat setelah waktu Subuh, selama belum makan & minum
Boleh dibatalkan sewaktu-waktu (misal : ada undangan makan, maka boleh membatalkan puasa, dan memenuhi undangan juga merupakan kebaikan)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendatangi Aisyah, lalu bertanya :
“Apakah engkau punya santapan siang ? Jika tidak ada maka aku akan berpuasa.”
( HR. Muslim )
dari hadits tersebut, dapat diketahui, bahwa niat puasa sunnah tidak harus dari sebelum Subuh, boleh berniat puasa sunnah bahkan ketika hari sudah siang selama belum makan & minum.
Semoga Allah memudahkan kita dalam kebaikan.
Taqobalallahu minna wa minkum ( Semoga Allah menerima (amal) dari kami & (amal) dari kalian),
Taqobal ya Karim ( Terimalah wahai Yang Maha Mulia )
Sumber Rujukan :
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/puasa-enam-hari-di-bulan-syawal.html
http://www.rumaysho.com/hukum-islam/puasa/2709-jangan-lupa-lakukan-puasa-syawal.html
http://www.rumaysho.com/hukum-islam/puasa/2712-lima-faedah-puasa-syawal.html
http://www.rumaysho.com/hukum-islam/puasa/2649-ganjaran-untuk-mereka-yang-berpuasa-.html
Dengan menyebut nama ALLAH, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Seputar Puasa Syawal :
* 6 hari puasa Syawal, menjadikan puasa kita laksana puasa setahun penuh
* Puasa Syawal tidak harus berurutan, selama masih dalam bulan Syawal
* Usahakan untuk mengganti (meng-qodho) puasa Ramadhan yang tertinggal terlebih dahulu
* Boleh niat setelah Subuh (selama hari itu belum makan & minum), dan boleh dibatalkan sewaktu-waktu
6 hari puasa Syawal, menjadikan puasa kita laksana puasa setahun penuh
Dari Abu Ayyub Al Anshori, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Barangsiapa yang berpuasa Romadhon kemudian berpuasa 6 hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa setahun penuh.”
(HR. Muslim)
Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa berpuasa 6 hari setelah hari raya Iedul Fitri, maka seperti berpuasa setahun penuh.
Barangsiapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh lipatnya.”
(HR. Ibnu Majah, derajat hadits : shahih)
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan 10 kebaikan yang semisal hingga 700 kali lipat.
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya."
( HR. Muslim )
Karena setiap kebaikan akan diberi pahala 10x lipat hingga 700x lipat, dan bahkan untuk puasa Allah telah menjanjikan pahalanya tanpa batas. Jadi kalau kita mendapat pahala minimal saja, kita mendapat pahala 10x lipat.
Jika kita telah melakukan puasa 1 bulan pada bulan Ramadhan, maka kita telah memperoleh pahala 10 bulan, maka jika kita menambahkan puasa 6 hari pada bulan Syawal, maka kita mendapat tambahan pahala 60 hari ( 2 bulan ), maka lengkaplah 12 bulan, itulah yang dimaksud dengan laksana berpuasa setahun penuh.
Puasa Syawal tidak harus berurutan, selama masih dalam bulan Syawal
Imam Nawawi dalam Syarh Muslim, 8/56 mengatakan, “Para ulama madzhab Syafi’i mengatakan bahwa paling afdhol (utama) melakukan puasa syawal secara berturut-turut (sehari) setelah shalat ‘Idul Fithri. Namun jika tidak berurutan atau diakhirkan hingga akhir Syawal maka seseorang tetap mendapatkan keutamaan puasa syawal setelah sebelumnya melakukan puasa Ramadhan.”
Catatan: Apabila seseorang memiliki udzur (halangan) seperti sakit, dalam keadaan nifas, sebagai musafir, sehingga tidak berpuasa enam hari di bulan syawal, maka boleh orang seperti ini meng-qodho’ (mengganti) puasa syawal tersebut di bulan Dzulqo’dah. Hal ini tidaklah mengapa. (Lihat Syarh Riyadhus Sholihin, 3/466)
Usahakan untuk mengganti (meng-qodho) puasa Ramadhan yang tertinggal terlebih dahulu
Karena puasa Ramadhan adalah wajib, sedangkan puasa Syawal adalah sunnah (mustahab).
Sehingga pendapat ulama yang kuat adalah menunaikan qodho' puasa Ramadhan terlebih dahulu, baru melaksanakan puasa Syawal.
Untuk wanita jika takut melewati bulan Syawal jika mengganti (mengqodho') puasa Ramadhan dahulu, mungkin bisa melakukan puasa Syawal terlebih dahulu ( wallohu a'lam / dan Allah yang lebih mengetahui, bisa coba ditanyakan ke ahli ilmu_red.)
Boleh niat setelah Subuh (selama hari itu belum makan & minum), dan boleh dibatalkan sewaktu-waktu
Beda puasa wajib dengan puasa sunnah antara lain pada niat dan pembatalan.
Puasa wajib :
Niat dari sebelum waktu Subuh
Tidak boleh dibatalkan, kecuali ada udzur syar'i (misal : sakit, musafir, haidh & nifas)
Puasa sunnah :
Boleh niat setelah waktu Subuh, selama belum makan & minum
Boleh dibatalkan sewaktu-waktu (misal : ada undangan makan, maka boleh membatalkan puasa, dan memenuhi undangan juga merupakan kebaikan)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendatangi Aisyah, lalu bertanya :
“Apakah engkau punya santapan siang ? Jika tidak ada maka aku akan berpuasa.”
( HR. Muslim )
dari hadits tersebut, dapat diketahui, bahwa niat puasa sunnah tidak harus dari sebelum Subuh, boleh berniat puasa sunnah bahkan ketika hari sudah siang selama belum makan & minum.
Semoga Allah memudahkan kita dalam kebaikan.
Taqobalallahu minna wa minkum ( Semoga Allah menerima (amal) dari kami & (amal) dari kalian),
Taqobal ya Karim ( Terimalah wahai Yang Maha Mulia )
Sumber Rujukan :
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/puasa-enam-hari-di-bulan-syawal.html
http://www.rumaysho.com/hukum-islam/puasa/2709-jangan-lupa-lakukan-puasa-syawal.html
http://www.rumaysho.com/hukum-islam/puasa/2712-lima-faedah-puasa-syawal.html
http://www.rumaysho.com/hukum-islam/puasa/2649-ganjaran-untuk-mereka-yang-berpuasa-.html
Labels:
amalan,
ibadah puasa,
jalan surga,
Puasa Syawal
Monday, July 26, 2010
Sebaik-baik
Bismillahir-Rahmair-Rahim,
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Allah ta'ala berfirman :
Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.
( QS. Al-Hujuraat (49) : 13 )
Allah ta'ala berfirman,
Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami uji mereka, siapakah di antara mereka yang baik amalnya (perbuatannya).
( QS. Al-Kahfi (18) : 7 )
* Sebaik-baik perkataan adalah kitab Allah
* Sebaik-baik petunjuk adalah sunnah Rasulullah
* Sebaik-baik umat adalah 3 generasi awal Islam ( generasi shahabat, tabi'in, & tabi'ut tabi'in )
Sebaik-baik manusia adalah :
* yang paling baik akhlaknya
* yang bermanfaat bagi manusia yang lain
* yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya
* yang paling baik kepada sahabatnya & tetangganya
* yang menyambung silaturrahim
* yang lebih dulu memberi salam
* yang paling baik dalam pembayaran hutang
* yang berjuang di jalan Allah dengan jiwa & hartanya
Laki-laki :
* yang paling baik adalah yang paling baik terhadap istrinya
Wanita :
* Sebaik-baik perhiasan di dunia adalah wanita yang shalihah
* Sebaik-baik mahar adalah yang mudah & ringan
* Sebaik-baik masjid (tempat sujud) adalah di rumahnya
Sebaik-baik amalan & ibadah :
* amalan yang dilakukan secara rutin
* amalan yang paling disukai Allah subhanahu wa ta'ala adalah sholat tepat pada waktunya, berbuat kepada kedua orang-tua, berjihad di jalan Allah
* puasa Muharram ( setelah puasa Ramadhan )
* sholat malam ( setelah sholat fardhu )
* puasa Nabi Daud 'alaihi sallam
* sholat Nabi Daud 'alaihi sallam
Sholat & Do'a
* sholat sunnah seseorang yang paling utama adalah di rumahnya
* yang paling besar pahalanya dalam sholat adalah yang paling jauh perjalanannya menuju ke tempat sholat, dan yang lebih jauh lagi
* sebaik-baik shof sholat bagi kaum lelaki adalah shof yang pertama
* sebaik-baik shof sholat bagi kamu wanita adalah shof yang terakhir
* sholat yang paling utama adalah yang lama berdirinya
* kedekatan paling utama dengan Allah adalah saat sujud, maka sangat baik untuk berdo'a
* waktu yang paling utama untuk berdo'a adalah di akhir & tengah malam, dan setelah sholat fardhu
Sebaik-baik ayat & surat & kalimat dzikir :
* ayat yang paling agung dalam kitab Allah adalah ayat Kursi ( QS. Al-Baqarah (2) : 255 )
* surat yang dibaca pada sholat qobliyah shubuh (sholat fajar) adalah surat Al-Kaafirun & surat Al-Ikhlash
* kalimat Laa ilaha ilallah ( Tiada Tuhan selain Allah )
* kalimat yang paling disukai Allah adalah 'Subhanallahi wabihamdih'
Sebaik-baik harta & sedekah :
* harta di tangan orang shalih
* harta yang dinafkahkan kepada keluarganya
* sedekah di saat menginginkan kekayaan dan takut fakir
* Sebaik-baik hari adalah hari Jum'at
* Sebaik-baik pakaian adalah berwarna putih
* Sebaik-baik majelis adalah majelis yang lapang
* Sebaik-baik penyembelihan hewan adalah dengan pisau yang tajam
SEBAIK-BAIK PERKATAAN & PETUNJUK
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitab Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad.
Seburuk-buruk perkara adalah perkara-perkara yang baru*, dan seluruh bid’ah (perkara baru) adalah kesesatan.
( HR. Muslim )
* Perkara baru (bid'ah) adalah perkara baru dalam hal agama, seperti bentuk ibadah khusus yang tidak ada contohnya dari Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, karena Islam telah sempurna tidak perlu penambahan & pengurangan.
SEBAIK-BAIK UMAT ISLAM
Dari Imran bin Hushain, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Sebaik-baik kalian (umat Islam) adalah yang hidup pada masaku (generasi shahabat), kemudian orang-orang sesudah mereka (tabi'in), lalu yang sesudahnya lagi (tabi'ut tabi'in)."
( HR. Bukhari & Muslim )
* 3 generasi tersebut paling baik ke-Islam-annya, karena kedekatannya dengan Rasulullah di utus, bagaimana tidak generasi sahabat mendapatkan ilmu langsung dari Rasulullah, wahyu (Al-Qur'an) turun di antara mereka, sehingga mereka paling memahami bagaimana makna & pengamalan Al-Qur'an & As-sunnah.
3 generasi awal dalam Islam ini yang disebut dengan Salafush-Shalih
( Salaf : pendahulu, Salaf+Al+Shalih --> Salaf Ash-Shalih = Salafush-Shalih : pendahulu yang shalih )
SEBAIK-BAIK MANUSIA
Dari Abdullah bin 'Amr bin 'Ash, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Sesungguhnya orang yang paling baik di antara kamu sekalian adalah yang paling baik akhlaknya (budi pekertinya)."
( HR. Bukhari & Muslim )
Dari Jabir, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Sesungguhnya di antara orang yang paling aku cintai & paling dekat kedudukannya denganku pada hari Kiamat yaitu orang yang paling baik akhlaknya di antara kalian."
( HR. Tirmidzi, derajat hadits : hasan/baik )
Dari Jabir, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat bagi manusia lain."
( HR. Thobroni, Daruqutni, derajat hadits : shahih )
Dari Utsman bin Affan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallm bersabda :
"Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur'an & mengajarkannya."
( HR. Bukhari )
Dari Abdullah bin Umar (Ibnu Umar), Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Sebaik-baik sahabat (menurut pandangan Allah) adalah yang paling baik kepada sahabatnya, dan sebaik-baik tetangga adalah yang paling baik kepada tetangganya."
( HR. Tirmidzi, derajat hadits : hasan/baik )
Dari Abdullah bin Umar (Ibnu Umar), Rasulullah shalallahu 'alahi wa sallam bersabda :
"Sebaik-baik kebaikan adalah seseorang yang menyambung tali silaturrahim dengan sahabat ayahnya."
( HR. Muslim )
Dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Sesungguhnya orang yang paling utama di sisi Allah adalah orang yang lebih dulu memberi salam."
( HR. Abu Dawud & Tirmidzi, derajat hadits : hasan/baik )
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam membayar hutangnya."
( HR. Bukhari & Muslim )
* Baik dalam membayar hutang ialah dengan segera tidak menunda-nunda pembayaran setelah mempunyai sesuatu untuk membayar.
Hal ini merupakan akhlak yang baik dalam muamalah/hubungan antar manusia dalam usaha pemenuhan kebutuhan hidup.
Dari Abu Sa'id Al Khudri, "Seseorang mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu bertanya,
'Siapakah manusia yang paling utama?'
Beliau menjawab, 'Orang mukmin yang berjuang di jalan Allah dengan jiwa dan hartanya.'
Dia bertanya lagi, 'Kemudian siapa?'
Beliau menjawab, 'Kemudian orang mukmin yang menyendiri pada tempat yang sunyi untuk menyembah kepada Allah dan menjauhkan manusia dari kejahatannya.' "
( HR. Bukhari & Muslim )
LAKI-LAKI
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya (budi pekertinya).
Orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya."
( HR. Tirmidzi, derajat hadits : hasan/baik )
WANITA
Dari Abdullah bin 'Amr Al Ash, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
Dunia adalah suatu perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan di dunia adalah wanita yang shalihah.
( HR. Muslim )
Dari Uqbah bin Amir, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Sebaik-baik nikah adalah yang paling mudah."
( HR. Abu Dawud )
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Di antara keberkahan seorang wanita ialah yang mudah urusannya dan murah maharnya."
( HR. Abu Dawud, derajat hadits : shahih )
* Sebaik-baik mahar adalah yang mudah & ringan
Dari Ummu Salamah, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Sebaik-baik masjid* bagi para wanita adalah diam di rumah-rumah mereka."
( HR. Ahmad, derajat hadits : hasan/baik )
* masjid berarti tempat sujud
pembentukan kata dalam bahasa Arab :
SuJuD --> maSJiD ( masjid : tempat sujud )
SHoLat --> muSHoLa (mushola : tempat sholat )
iQoMa --> maQoM ( maqom : tempat iqoma/berdiri, contohnya : maqom Ibrohim, yaitu tempat berdiri Nabi Ibrohim saat membangun Ka'bah)
SEBAIK-BAIK AMALAN & IBADAH
Dari 'Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Sebaik-baik amalan yang disukai Allah subhanahu wa ta'ala adalah yang terus-menerus dikerjakan."
( HR. Bukhari & Muslim )
Dari Abdullah bin Mas'ud (Ibnu Mas'ud), ia bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,
'Amal apakah yang paling disukai oleh Allah subhanahu wa ta'ala?'
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab,
'Sholat tepat pada waktunya'
Saya bertanya lagi, 'Kemudian apa lagi?'
Beliau menjawab, 'Berbuat baik kepada kedua orang-tua.
Saya bertanya lagi, 'Kemudian apa lagi?'
Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam, 'Pergi berjihad di jalan Allah'."
( HR. Bukhari & Muslim )
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Puasa yang paling utama sesudah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram.
Dan sholat yang paling utama sesudah sholat fardhu adalah sholat malam (tahajjud)."
( HR. Muslim )
Dari 'Abdullah bin 'Amr bin 'Ash, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Daud, sholat yang paling disukai Allah adalah sholat Daud.
Beliau biasa tidur di pertengahan malam, lalu bangun di sepertiga malam terakhir dan beliau tidur lagi pada seperenam terakhir.
Sedangkan beliau biasa berpuasa sehari dan buka sehari."
( HR. Bukhari & Muslim )
SHOLAT & DO'A
Dari Zaid bin Tsabit, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Wahai sekalian manusia, sholatlah kamu sekalian di rumah,
karena sesungguhnya sholat seseorang yang paling utama adalah sholat di rumahnya, kecuali sholat fardhu."
( HR. Bukhari & Muslim )
Dari Abu Musa, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Orang yang paling besar pahalanya dalam sholat adalah yang jauh perjalanannya menuju ke tempat sholat, dan yang lebih jauh lagi."
( HR. Bukhari & Muslim )
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Sebaik-baik shof kaum lelaki adalah shof pertama dan sejelek-jelek shof mereka adalah shof terakhir,
sedangkan sebaik-baik shof kaum wanita adalah shof terakhir dan sejelek-jelek shof mereka adalah shof pertama."
( HR. Muslim )
Dari Jabir, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ditanya :
"Sholat yang bagaimanakah yang paling utama?"
Beliau menjawab, "Yang lama berdirinya."
( HR. Muslim )
* Lama berdirinya ialah dengan panjangnya bacaan sholatnya
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Sedekat-dekatnya hamba kepada Tuhannya, yaitu ketika ia sujud, oleh karena itu perbanyaklah berdo'a pada saat sujud."
( HR. Muslim )
* sebaik-baik waktu untuk berdo'a adalah saat sujud
Dari Abu Umamah, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ditanya,
'Kapankah do'a yang paling didengar oleh Tuhan?'
Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam menjawab,
'Di tengah & akhir malam, serta seusai sholat fardhu ( 5 waktu ).' "
( HR. Tirmidzi, derajat hadits : hasan/baik )
SEBAIK-BAIK BACAAN
Dari Ubay bin Ka'ab, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Hai Abu Mundzir (nama kun-yah Ubay bin Ka'ab)! Apakah engkau mengetahui, ayat apa yang paling agung menurutmu, dari kitab Allah yang engkau hafalkan?"
Saya menjawab, "Allahu laa ilaaha illahuwal hayyul qoyyum." (ayat Kursi : QS. Al-Baqarah (2) : 255 )
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun menepuk dada saya dan bersabda, "Sungguh luas pengetahuanmu wahai Abu Mundzir."
( HR. Muslim )
* Ayat Kursi merupakan ayat yang paling agung, karena di dalamnya terkandung makna sifat-sifat Allah
Dari 'Aisyah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Sebaik-baik surat yang dibaca ketika 2 raka'at qobliyah subuh adalah Qulhuwallahu ahad ( surat Al-Ikhlash ) dan Qul yaa ayyuhal kaafirun ( surat Al-Kafirun )."
( HR. Ibnu Khuzaimah, derajat hadits : shahih )
Dari Jabir, "Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
'Dzikir yang paling utama adalah kalimat Laa ilaaha ilallah ( Tiada Tuhan selain Allah ).' "
( HR. Tirmidzi, derajat hadits : hasan/baik )
Dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
'Apakah kamu mau aku beritahukan kalimat yang paling disukai Allah?
(yaitu) 'sesungguhnya kalimat yang paling disukai oleh Allah adalah 'Subhanallahi wabihamdih'
( Maha Suci Allah dan aku memuji-NYA ).
( HR. Muslim )
SEBAIK-BAIK HARTA & SEDEKAH
Dari 'Amr bin 'Ash, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Sebaik-baik harta adalah harta yang dimiliki oleh hamba yang shalih."
( HR. Ahmad, derajat hadits : shahih )
Dari Abu Abdullah Tasauban bin Bujdud, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Satu dinar (harta) yang paling utama adalah satu dinar yang dinafkahkan seseorang kepada keluarganya."
( HR. Muslim )
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Sedekah yang paling utama adalah engkau bersedekah ketika dalam keadaan sehat & bugar, ketika engkau menginginkan kekayaan melimpah dan takut fakir. Maka jangan tunda engkau tunda sampai ruh sampai tenggorokan baru kau katakan, "Untuk fulan sekian, dan untuk fulan sekian.' "
( HR. Bukhari & Muslim )
SEBAIK-BAIK HARI
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Sebaik-baiknya hari di mana matahari pada hari itu terbit, adalah hari Jum'at.
Pada hari itu Adam diciptakan.
Pada hari itu, ia dimasukkan ke surga.
Pada hari itu juga, ia dikeluarkan daripadanya."
( HR. Muslim )
Dari Aus bin Aus, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Di antara hari-hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jum'at.
Perbanyaklah sholawat untukku pada hari itu, karena bacaan setiap sholawat yang kalian berikan pasti disampaikan kepadaku."
( HR. Abu Dawud )
* Membaca sholawat dengan sholawat yang telah diajarkan Rasulullah, seperti sholawat yang ada pada bacaan tasyahud akhir
( Allohumma sholli 'alaa Muhammad wa 'alaa ali Muhammad ).
SEBAIK-BAIK PAKAIAN
Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Pakailah pakaian yang berwarna putih, karena itu adalah sebaik-baik pakaian kamu, dan kafanilah orang yang meninggal dunia di antara kalian dengan kain putih!".
( HR. Abu Dawud & Tirmidzi, derajat hadits : hasan shahih )
Dari Samurah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Pakailah pakaian berwarna putih, karena pakaian putih adalah yang paling suci & baik. Kafanilah orang yang meninggal di antara kalian dengan kain putih!"
( HR. An-Nasa'i & Al-Hakim, derajat hadits : shahih )
SEBAIK-BAIK MAJELIS
Dari Abu Sa'id Al Khudri, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Sebaik-baik majelis adalah majelis yang paling lapang."
( HR. Abu Dawud )
SEBAIK-BAIK PENYEMBELIHAN HEWAN
Dari Abu Ya'la Syaddad bin Aus, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
"Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala mewajibkan kalian untuk berbuat baik dalam segala hal.
Oleh karena itu kalau kamu membunuh, maka membunuhlah dengan sebaik-baiknya.
Apabila menyembelih, maka sembelihlah dengan sebaik-baiknya.
Hendaklah menajamkan pisau dan hendaklah menenangkan hewan sembelihan."
( HR. Muslim )
Semoga Allah subhanahu wa ta'ala senantiasa mempermudah kita dalam kebaikan, senantiasa mempermudah kita untuk menjadi manusia yang lebih baik, dalam beribadah pada Allah (berakhlak baik kepada Allah), dan dalam berakhlak baik terhadap sesama manusia & apa yang ada di alam semesta.
Semoga Allah senantiasa mempermudah jalan kita menuju kebahagiaan dunia & akhirat, Aamiin....
Do'a Kebaikan Dunia & Akhirat :
Robbanaa aatinaa fiid-dunyaa hasanah ( Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia )
wa fiil akhiroti hasanah ( dan kebaikan di akhirat )
wa qinaa 'adzaban-nar ( dan lindungilah kami dari adzab neraka )
( QS. Al-Baqarah (2) : 201 )
Do'a memohon akhlak yang baik :
Allohumma ahsanta kholqii ( Ya Allah, sebagaimana Engkau telah menciptakanku dengan baik )
fa ahsin khuluqii ( maka perbaiki pula akhlakku )
( HR. Ahmad, derajat hadits : shahih )
Dzikir sesudah sholat fardhu :
Allohumma a'innii 'alaa dzikrika ( Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir (mengingat) kepada-MU )
wa syukrika ( dan bersyukur kepada-MU )
wa husni 'ibaadatik ( dan beribadah dengan baik kepada-MU )
( HR. Abu Dawud, An-Nasa'i, Ahmad, Al-Hakim, derajat hadits : shahih )
Sumber Rujukan :
Al-Qur'an & Terjemahannya
Kitab Hadits : Riyadhush-Shalihin ( Taman (Hati) Orang-orang Shalih ), susunan Imam Nawawi
www.rumaysho.com
http://blog.re.or.id/tidak-disukai-berlebih-lebihan-dalam-mahar.htm
www.almanhaj.com , kategori : Nikah
Buku : Do'a & Wirid, susunan Yazid Abdul Qadir Jawas, penerbit : Pustaka Imam Asy-Syafi'i
* Hadits yang diriwayatkan Bukhari & Muslim, derajat hadits-nya shahih, sehingga tanpa perlu disebutkan derajatnya sudah dipahami bahwa derajat hadits tersebut shahih, hadits-hadits yang diriwayatkan mereka diakui ke-shahih-annya, karena telah diseleksi dan diteliti dengan sangat ketat (seleksi & penelitian dari : jalan periwayatan (sanad), orang-orang yang meriwayatkan, muatan hadits )
Secara garis besar derajat hadits :
1. Shahih : tidak diragukan kebenarannya
2. Hasan/baik : mendekati shahih, ada sedikit kelemahan, dari faktor-faktor yang diteliti
3. Dho'if/lemah : lemah, banyak kelemahan dari berbagai faktor
4. Ma'udhu/palsu : hadits yang terbukti palsu ( bukan perkataan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam )
"Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah mudahkan baginya jalan menuju surga."
( HR. Muslim )
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Allah ta'ala berfirman :
Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.
( QS. Al-Hujuraat (49) : 13 )
Allah ta'ala berfirman,
Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami uji mereka, siapakah di antara mereka yang baik amalnya (perbuatannya).
( QS. Al-Kahfi (18) : 7 )
* Sebaik-baik perkataan adalah kitab Allah
* Sebaik-baik petunjuk adalah sunnah Rasulullah
* Sebaik-baik umat adalah 3 generasi awal Islam ( generasi shahabat, tabi'in, & tabi'ut tabi'in )
Sebaik-baik manusia adalah :
* yang paling baik akhlaknya
* yang bermanfaat bagi manusia yang lain
* yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya
* yang paling baik kepada sahabatnya & tetangganya
* yang menyambung silaturrahim
* yang lebih dulu memberi salam
* yang paling baik dalam pembayaran hutang
* yang berjuang di jalan Allah dengan jiwa & hartanya
Laki-laki :
* yang paling baik adalah yang paling baik terhadap istrinya
Wanita :
* Sebaik-baik perhiasan di dunia adalah wanita yang shalihah
* Sebaik-baik mahar adalah yang mudah & ringan
* Sebaik-baik masjid (tempat sujud) adalah di rumahnya
Sebaik-baik amalan & ibadah :
* amalan yang dilakukan secara rutin
* amalan yang paling disukai Allah subhanahu wa ta'ala adalah sholat tepat pada waktunya, berbuat kepada kedua orang-tua, berjihad di jalan Allah
* puasa Muharram ( setelah puasa Ramadhan )
* sholat malam ( setelah sholat fardhu )
* puasa Nabi Daud 'alaihi sallam
* sholat Nabi Daud 'alaihi sallam
Sholat & Do'a
* sholat sunnah seseorang yang paling utama adalah di rumahnya
* yang paling besar pahalanya dalam sholat adalah yang paling jauh perjalanannya menuju ke tempat sholat, dan yang lebih jauh lagi
* sebaik-baik shof sholat bagi kaum lelaki adalah shof yang pertama
* sebaik-baik shof sholat bagi kamu wanita adalah shof yang terakhir
* sholat yang paling utama adalah yang lama berdirinya
* kedekatan paling utama dengan Allah adalah saat sujud, maka sangat baik untuk berdo'a
* waktu yang paling utama untuk berdo'a adalah di akhir & tengah malam, dan setelah sholat fardhu
Sebaik-baik ayat & surat & kalimat dzikir :
* ayat yang paling agung dalam kitab Allah adalah ayat Kursi ( QS. Al-Baqarah (2) : 255 )
* surat yang dibaca pada sholat qobliyah shubuh (sholat fajar) adalah surat Al-Kaafirun & surat Al-Ikhlash
* kalimat Laa ilaha ilallah ( Tiada Tuhan selain Allah )
* kalimat yang paling disukai Allah adalah 'Subhanallahi wabihamdih'
Sebaik-baik harta & sedekah :
* harta di tangan orang shalih
* harta yang dinafkahkan kepada keluarganya
* sedekah di saat menginginkan kekayaan dan takut fakir
* Sebaik-baik hari adalah hari Jum'at
* Sebaik-baik pakaian adalah berwarna putih
* Sebaik-baik majelis adalah majelis yang lapang
* Sebaik-baik penyembelihan hewan adalah dengan pisau yang tajam
SEBAIK-BAIK PERKATAAN & PETUNJUK
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitab Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad.
Seburuk-buruk perkara adalah perkara-perkara yang baru*, dan seluruh bid’ah (perkara baru) adalah kesesatan.
( HR. Muslim )
* Perkara baru (bid'ah) adalah perkara baru dalam hal agama, seperti bentuk ibadah khusus yang tidak ada contohnya dari Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, karena Islam telah sempurna tidak perlu penambahan & pengurangan.
SEBAIK-BAIK UMAT ISLAM
Dari Imran bin Hushain, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Sebaik-baik kalian (umat Islam) adalah yang hidup pada masaku (generasi shahabat), kemudian orang-orang sesudah mereka (tabi'in), lalu yang sesudahnya lagi (tabi'ut tabi'in)."
( HR. Bukhari & Muslim )
* 3 generasi tersebut paling baik ke-Islam-annya, karena kedekatannya dengan Rasulullah di utus, bagaimana tidak generasi sahabat mendapatkan ilmu langsung dari Rasulullah, wahyu (Al-Qur'an) turun di antara mereka, sehingga mereka paling memahami bagaimana makna & pengamalan Al-Qur'an & As-sunnah.
3 generasi awal dalam Islam ini yang disebut dengan Salafush-Shalih
( Salaf : pendahulu, Salaf+Al+Shalih --> Salaf Ash-Shalih = Salafush-Shalih : pendahulu yang shalih )
SEBAIK-BAIK MANUSIA
Dari Abdullah bin 'Amr bin 'Ash, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Sesungguhnya orang yang paling baik di antara kamu sekalian adalah yang paling baik akhlaknya (budi pekertinya)."
( HR. Bukhari & Muslim )
Dari Jabir, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Sesungguhnya di antara orang yang paling aku cintai & paling dekat kedudukannya denganku pada hari Kiamat yaitu orang yang paling baik akhlaknya di antara kalian."
( HR. Tirmidzi, derajat hadits : hasan/baik )
Dari Jabir, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat bagi manusia lain."
( HR. Thobroni, Daruqutni, derajat hadits : shahih )
Dari Utsman bin Affan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallm bersabda :
"Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur'an & mengajarkannya."
( HR. Bukhari )
Dari Abdullah bin Umar (Ibnu Umar), Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Sebaik-baik sahabat (menurut pandangan Allah) adalah yang paling baik kepada sahabatnya, dan sebaik-baik tetangga adalah yang paling baik kepada tetangganya."
( HR. Tirmidzi, derajat hadits : hasan/baik )
Dari Abdullah bin Umar (Ibnu Umar), Rasulullah shalallahu 'alahi wa sallam bersabda :
"Sebaik-baik kebaikan adalah seseorang yang menyambung tali silaturrahim dengan sahabat ayahnya."
( HR. Muslim )
Dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Sesungguhnya orang yang paling utama di sisi Allah adalah orang yang lebih dulu memberi salam."
( HR. Abu Dawud & Tirmidzi, derajat hadits : hasan/baik )
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam membayar hutangnya."
( HR. Bukhari & Muslim )
* Baik dalam membayar hutang ialah dengan segera tidak menunda-nunda pembayaran setelah mempunyai sesuatu untuk membayar.
Hal ini merupakan akhlak yang baik dalam muamalah/hubungan antar manusia dalam usaha pemenuhan kebutuhan hidup.
Dari Abu Sa'id Al Khudri, "Seseorang mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu bertanya,
'Siapakah manusia yang paling utama?'
Beliau menjawab, 'Orang mukmin yang berjuang di jalan Allah dengan jiwa dan hartanya.'
Dia bertanya lagi, 'Kemudian siapa?'
Beliau menjawab, 'Kemudian orang mukmin yang menyendiri pada tempat yang sunyi untuk menyembah kepada Allah dan menjauhkan manusia dari kejahatannya.' "
( HR. Bukhari & Muslim )
LAKI-LAKI
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya (budi pekertinya).
Orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya."
( HR. Tirmidzi, derajat hadits : hasan/baik )
WANITA
Dari Abdullah bin 'Amr Al Ash, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
Dunia adalah suatu perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan di dunia adalah wanita yang shalihah.
( HR. Muslim )
Dari Uqbah bin Amir, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Sebaik-baik nikah adalah yang paling mudah."
( HR. Abu Dawud )
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Di antara keberkahan seorang wanita ialah yang mudah urusannya dan murah maharnya."
( HR. Abu Dawud, derajat hadits : shahih )
* Sebaik-baik mahar adalah yang mudah & ringan
Dari Ummu Salamah, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Sebaik-baik masjid* bagi para wanita adalah diam di rumah-rumah mereka."
( HR. Ahmad, derajat hadits : hasan/baik )
* masjid berarti tempat sujud
pembentukan kata dalam bahasa Arab :
SuJuD --> maSJiD ( masjid : tempat sujud )
SHoLat --> muSHoLa (mushola : tempat sholat )
iQoMa --> maQoM ( maqom : tempat iqoma/berdiri, contohnya : maqom Ibrohim, yaitu tempat berdiri Nabi Ibrohim saat membangun Ka'bah)
SEBAIK-BAIK AMALAN & IBADAH
Dari 'Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Sebaik-baik amalan yang disukai Allah subhanahu wa ta'ala adalah yang terus-menerus dikerjakan."
( HR. Bukhari & Muslim )
Dari Abdullah bin Mas'ud (Ibnu Mas'ud), ia bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,
'Amal apakah yang paling disukai oleh Allah subhanahu wa ta'ala?'
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab,
'Sholat tepat pada waktunya'
Saya bertanya lagi, 'Kemudian apa lagi?'
Beliau menjawab, 'Berbuat baik kepada kedua orang-tua.
Saya bertanya lagi, 'Kemudian apa lagi?'
Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam, 'Pergi berjihad di jalan Allah'."
( HR. Bukhari & Muslim )
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Puasa yang paling utama sesudah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram.
Dan sholat yang paling utama sesudah sholat fardhu adalah sholat malam (tahajjud)."
( HR. Muslim )
Dari 'Abdullah bin 'Amr bin 'Ash, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Daud, sholat yang paling disukai Allah adalah sholat Daud.
Beliau biasa tidur di pertengahan malam, lalu bangun di sepertiga malam terakhir dan beliau tidur lagi pada seperenam terakhir.
Sedangkan beliau biasa berpuasa sehari dan buka sehari."
( HR. Bukhari & Muslim )
SHOLAT & DO'A
Dari Zaid bin Tsabit, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Wahai sekalian manusia, sholatlah kamu sekalian di rumah,
karena sesungguhnya sholat seseorang yang paling utama adalah sholat di rumahnya, kecuali sholat fardhu."
( HR. Bukhari & Muslim )
Dari Abu Musa, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Orang yang paling besar pahalanya dalam sholat adalah yang jauh perjalanannya menuju ke tempat sholat, dan yang lebih jauh lagi."
( HR. Bukhari & Muslim )
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Sebaik-baik shof kaum lelaki adalah shof pertama dan sejelek-jelek shof mereka adalah shof terakhir,
sedangkan sebaik-baik shof kaum wanita adalah shof terakhir dan sejelek-jelek shof mereka adalah shof pertama."
( HR. Muslim )
Dari Jabir, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ditanya :
"Sholat yang bagaimanakah yang paling utama?"
Beliau menjawab, "Yang lama berdirinya."
( HR. Muslim )
* Lama berdirinya ialah dengan panjangnya bacaan sholatnya
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Sedekat-dekatnya hamba kepada Tuhannya, yaitu ketika ia sujud, oleh karena itu perbanyaklah berdo'a pada saat sujud."
( HR. Muslim )
* sebaik-baik waktu untuk berdo'a adalah saat sujud
Dari Abu Umamah, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ditanya,
'Kapankah do'a yang paling didengar oleh Tuhan?'
Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam menjawab,
'Di tengah & akhir malam, serta seusai sholat fardhu ( 5 waktu ).' "
( HR. Tirmidzi, derajat hadits : hasan/baik )
SEBAIK-BAIK BACAAN
Dari Ubay bin Ka'ab, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Hai Abu Mundzir (nama kun-yah Ubay bin Ka'ab)! Apakah engkau mengetahui, ayat apa yang paling agung menurutmu, dari kitab Allah yang engkau hafalkan?"
Saya menjawab, "Allahu laa ilaaha illahuwal hayyul qoyyum." (ayat Kursi : QS. Al-Baqarah (2) : 255 )
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun menepuk dada saya dan bersabda, "Sungguh luas pengetahuanmu wahai Abu Mundzir."
( HR. Muslim )
* Ayat Kursi merupakan ayat yang paling agung, karena di dalamnya terkandung makna sifat-sifat Allah
Dari 'Aisyah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Sebaik-baik surat yang dibaca ketika 2 raka'at qobliyah subuh adalah Qulhuwallahu ahad ( surat Al-Ikhlash ) dan Qul yaa ayyuhal kaafirun ( surat Al-Kafirun )."
( HR. Ibnu Khuzaimah, derajat hadits : shahih )
Dari Jabir, "Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
'Dzikir yang paling utama adalah kalimat Laa ilaaha ilallah ( Tiada Tuhan selain Allah ).' "
( HR. Tirmidzi, derajat hadits : hasan/baik )
Dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
'Apakah kamu mau aku beritahukan kalimat yang paling disukai Allah?
(yaitu) 'sesungguhnya kalimat yang paling disukai oleh Allah adalah 'Subhanallahi wabihamdih'
( Maha Suci Allah dan aku memuji-NYA ).
( HR. Muslim )
SEBAIK-BAIK HARTA & SEDEKAH
Dari 'Amr bin 'Ash, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Sebaik-baik harta adalah harta yang dimiliki oleh hamba yang shalih."
( HR. Ahmad, derajat hadits : shahih )
Dari Abu Abdullah Tasauban bin Bujdud, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Satu dinar (harta) yang paling utama adalah satu dinar yang dinafkahkan seseorang kepada keluarganya."
( HR. Muslim )
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Sedekah yang paling utama adalah engkau bersedekah ketika dalam keadaan sehat & bugar, ketika engkau menginginkan kekayaan melimpah dan takut fakir. Maka jangan tunda engkau tunda sampai ruh sampai tenggorokan baru kau katakan, "Untuk fulan sekian, dan untuk fulan sekian.' "
( HR. Bukhari & Muslim )
SEBAIK-BAIK HARI
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Sebaik-baiknya hari di mana matahari pada hari itu terbit, adalah hari Jum'at.
Pada hari itu Adam diciptakan.
Pada hari itu, ia dimasukkan ke surga.
Pada hari itu juga, ia dikeluarkan daripadanya."
( HR. Muslim )
Dari Aus bin Aus, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Di antara hari-hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jum'at.
Perbanyaklah sholawat untukku pada hari itu, karena bacaan setiap sholawat yang kalian berikan pasti disampaikan kepadaku."
( HR. Abu Dawud )
* Membaca sholawat dengan sholawat yang telah diajarkan Rasulullah, seperti sholawat yang ada pada bacaan tasyahud akhir
( Allohumma sholli 'alaa Muhammad wa 'alaa ali Muhammad ).
SEBAIK-BAIK PAKAIAN
Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Pakailah pakaian yang berwarna putih, karena itu adalah sebaik-baik pakaian kamu, dan kafanilah orang yang meninggal dunia di antara kalian dengan kain putih!".
( HR. Abu Dawud & Tirmidzi, derajat hadits : hasan shahih )
Dari Samurah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Pakailah pakaian berwarna putih, karena pakaian putih adalah yang paling suci & baik. Kafanilah orang yang meninggal di antara kalian dengan kain putih!"
( HR. An-Nasa'i & Al-Hakim, derajat hadits : shahih )
SEBAIK-BAIK MAJELIS
Dari Abu Sa'id Al Khudri, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Sebaik-baik majelis adalah majelis yang paling lapang."
( HR. Abu Dawud )
SEBAIK-BAIK PENYEMBELIHAN HEWAN
Dari Abu Ya'la Syaddad bin Aus, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
"Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala mewajibkan kalian untuk berbuat baik dalam segala hal.
Oleh karena itu kalau kamu membunuh, maka membunuhlah dengan sebaik-baiknya.
Apabila menyembelih, maka sembelihlah dengan sebaik-baiknya.
Hendaklah menajamkan pisau dan hendaklah menenangkan hewan sembelihan."
( HR. Muslim )
Semoga Allah subhanahu wa ta'ala senantiasa mempermudah kita dalam kebaikan, senantiasa mempermudah kita untuk menjadi manusia yang lebih baik, dalam beribadah pada Allah (berakhlak baik kepada Allah), dan dalam berakhlak baik terhadap sesama manusia & apa yang ada di alam semesta.
Semoga Allah senantiasa mempermudah jalan kita menuju kebahagiaan dunia & akhirat, Aamiin....
Do'a Kebaikan Dunia & Akhirat :
Robbanaa aatinaa fiid-dunyaa hasanah ( Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia )
wa fiil akhiroti hasanah ( dan kebaikan di akhirat )
wa qinaa 'adzaban-nar ( dan lindungilah kami dari adzab neraka )
( QS. Al-Baqarah (2) : 201 )
Do'a memohon akhlak yang baik :
Allohumma ahsanta kholqii ( Ya Allah, sebagaimana Engkau telah menciptakanku dengan baik )
fa ahsin khuluqii ( maka perbaiki pula akhlakku )
( HR. Ahmad, derajat hadits : shahih )
Dzikir sesudah sholat fardhu :
Allohumma a'innii 'alaa dzikrika ( Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir (mengingat) kepada-MU )
wa syukrika ( dan bersyukur kepada-MU )
wa husni 'ibaadatik ( dan beribadah dengan baik kepada-MU )
( HR. Abu Dawud, An-Nasa'i, Ahmad, Al-Hakim, derajat hadits : shahih )
Sumber Rujukan :
Al-Qur'an & Terjemahannya
Kitab Hadits : Riyadhush-Shalihin ( Taman (Hati) Orang-orang Shalih ), susunan Imam Nawawi
www.rumaysho.com
http://blog.re.or.id/tidak-disukai-berlebih-lebihan-dalam-mahar.htm
www.almanhaj.com , kategori : Nikah
Buku : Do'a & Wirid, susunan Yazid Abdul Qadir Jawas, penerbit : Pustaka Imam Asy-Syafi'i
* Hadits yang diriwayatkan Bukhari & Muslim, derajat hadits-nya shahih, sehingga tanpa perlu disebutkan derajatnya sudah dipahami bahwa derajat hadits tersebut shahih, hadits-hadits yang diriwayatkan mereka diakui ke-shahih-annya, karena telah diseleksi dan diteliti dengan sangat ketat (seleksi & penelitian dari : jalan periwayatan (sanad), orang-orang yang meriwayatkan, muatan hadits )
Secara garis besar derajat hadits :
1. Shahih : tidak diragukan kebenarannya
2. Hasan/baik : mendekati shahih, ada sedikit kelemahan, dari faktor-faktor yang diteliti
3. Dho'if/lemah : lemah, banyak kelemahan dari berbagai faktor
4. Ma'udhu/palsu : hadits yang terbukti palsu ( bukan perkataan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam )
"Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah mudahkan baginya jalan menuju surga."
( HR. Muslim )
Labels:
Ayat Al-Qur'an,
everyday life,
Hadits,
Islam,
Jalan Kebahagiaan,
jalan surga,
learning process,
life
Subscribe to:
Posts (Atom)
